Materi Tasawuf Menjadi Program Prioritas Manasik Haji Kemenag 2020

JEDDAH – Jelang kepulangannya ke tanah air, Menteri Agama Republik Indonesia H. Lukman Hakim Saifuddin menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan haji 1440 H atau dikenal dengan istilah Exit Meeting di Kantor Urusan Haji Konjen RI di Jeddah, Sabtu (17/8).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Amirul Hajj tersebut dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel, Konsul Jenderal RI di Jeddah Mohamad Hery Saripudin, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali, anggota delegasi Amirul Hajj serta para kepala bidang layanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019.

Dalam kesempatan tersebut, salah seorang anggota delegasi Amirul Hajj perwakilan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (JATMAN) yakni Dr. KH. Ali. M. Abdillah mengusulkan agar dalam bimbingan manasik haji diberikan materi tasawuf untuk meningkatkan kualitas ibadah haji dan membantu jamaah haji untuk meraih haji yang mabrur.

Sekretaris Awwal JATMAN Idarah Aliyah tersebut mengatakan kepada Menag RI agar jamaah haji tidak diberikan materi sebatas fiqih semata. Jamaah haji juga perlu dibekali dengan penjelasan substansif dan filosofis dari simbol-simbol haji.

Ketua MATAN DKI Jakarta tersebut juga menjelaskan mengapa bimbingan tasawuf menjadi penting dalam manasik haji.

“Agar jamaah haji mendapatkan bekal ilmu yang komplit baik secara lahir maupun batin, sehingga jamaah haji mendapatkan pencerahan spiritual dalam hajinya,” ucap Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI tersebut

Terkait usulan tersebut, Amirul Hajj langsung memberikan intruksi kepada penanggung jawab pembinaan ibadah haji untuk menyiapkan materinya.

“Alhamdulillah usulan ini langsung direspon oleh Amirul Haji sekaligus Menteri Agama RI Bapak Lukman Hakim Saifuddin yang akan menjadikan haji tahun 2020 sebagai prioritas peningkatan kualitas bimbingan haji dari sisi tasawuf dan kajian filosofis secara nasional,” ungkap pimpinan pesantren Al Rabbani, Cikeas, Bogor tersebut kepada JATMAN Online.

Mudir Aam JATMAN, KH. Wahfiudin Sakam dari tanah air ikut gembira menyambut kabar bahwa materi tasawuf akan menjadi bagian dalam pembekalan manasik Haji 2020. Wakil Talqin Abah Anom tersebut berharap semoga materi tasawuf yang diajarkan tidak hanya secara teoritis tetapi juga dipraktekkan.

“Dan semoga kelak yang diajarkan bukan hanya tasawuf teoritis aamiin,” harap pimpinan eksekutif asosiasi tarekat mu’tabar di bawah Nahdlatul Ulama tersebut. (eep)

Komentar
Loading...