Connect with us

Berita

MATAN UNJ Adakan Ngaji Kimiya As-Sa’adah; Tips Bahagia Dunia dan Akhirat

Published

on

Jakarta, JATMAN.OR.ID – Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (MATAN) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengadakan kajian kitab rutin tiap malam kamis. Pada kesempatan kali ini membahas kitab Kimiya As-Sa’adah karangan Imam al Ghozali melalui Zoom Meeting (13/01).

Kyai Dr. Andy Hadiyanto selaku pembicara dalam kajian tersebut menjelaskan penting sekali bagi seseorng untuk mengikuti jalan Nabi ketika ingin mengenal Allah.

“Orang ingin dikenal sama Allah tapi ga mengikuti Nabi, maka dia sesungguhnya sedang tersesat. Maka amalannya hanya seperti mata uang dinar yang palsu. Dia mengira didalam dirinya telah jadi orang kaya/bahagia, padahal sesungguhnya dia orang yang rugi pada hari kiamat nnti,” jelasnya.

Dalam paparnya kyai Andy menjabarkan perkataan Imam Ghazali, jika ingin mencapai kebahagiaan harus mengingat Allah. Sebagai bukti dari kasih sayang Allah kepada hamba-hambanya ialah Allah mengutus 124.000 nabi untuk mengajarkan kepada umat manusia bagaimanan bisa mengcopy materi kebahagiaan yang sudah diberikan oleh Allah di alam semesta ini.

“Para nabi juga mengajarkan umat manusia bagaimana menjadikan hati mereka untuk senantiasa bergerak mengingat Allah, dan mengajarkan bagaimana membersihkan hati dari akhlak-akhlak yang tercela. Manusia gak mungkin mencapai kebahagiaan jika tidak membersihkan hatinya. Caranya yaitu mengaktifkan qolbu, berusaha semaksimal mungkin merasakan kehadiran Allah, dan terus melakukan mujahadah, ujar pembina MATAN UNJ Kyai Andy.

Kyai Andy yang merupakan dosen di UNJ mengingatkan bahwa tujuan dari kebahagiaan ini adalah agar setiap sifat-sifat negatif yang ada dalam diri manusia dapat ditinggalkan dari dirinya.

“Rahasia mendapat ramuan kebahagiaan tersebut yaitu ketika kamu dapat kembali dari hal-hal yang bersifat duniawi lalu berjalan menuju Allah. Sebagaimana Allah berfirman, hendaknya kamu meninggalkan segala sesuatu hanya untuk fokus kepada Allah,” paparnya.

Didalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwasanya kunci untuk mengenal allah adalah mengenal diri. Rasulullah Shalalllahu ‘Alaihi Wassalam bersabda, siapa yang mengenal dirinya maka dia telah mengenal tuhannya.

“Imam ghazali mengatakan, apakah ada yang lebih dekat kepada kamu selain dirimu? Kalau diri kita aja tidak kenal, bagaimana kita mengenali tuhan kita?,” katanya.

Selanjutnya, jika kamu mengatakan sudah mengenal diri, itu hanya mengenal jasad. Jadi kamu tidak paham hal-hal yang tersembunyi dalam dirimu yang membuat kamu kalau marah bawaannya cari musuh, kalau lagi bersyahwat bawaannya ingin berhubungan, kalau lapar bawannya ingin makan, dan sebagainya. Kalau hanya berfikir seperti itu, Imam ghazali mengatakan, kamu sama saja dengan hewan.

“Kalau kamu hanya berfikir pada kesenangan yang bersifat lahiriyah, jasmaniyah, memperhatikan yang terkait materi raga, maka kamu sama saja dengan HEWAN. Kamu harusnya mengetahui diri kamu yang sejati, sampai kamu menyadari sebenarnya apa si kamu itu? darimana kamu datang ke tempat ini? untuk apa kamu diciptakan? dengan apa kamu bisa bahagia? dengan apa kamu bisa celaka/sengsara?. Kalau kita bisa merenungi itu, maka bisa menjadi langkah untuk mengenal diri kita,” ungkapnya.

Kesimpulannya Imam ghazali mengajarkan, bahwa ramuan kebahagiaan yang disiapkan Allah itu dapat dicapai dengan cara mengikuti jalan para nabi, diantaranya mujahadah, melakukan kegiatan untuk membersihkan diri dari akhlak yang negatif. Maka kita diharapkan berproses untuk mensucikan diri dengan cara mengenal diri sendiri.

Karena syarat utama agar hal ini berhasil ialah dengan mengenal diri untuk menggapai kebahagiaan. [Suci]

Berita

Pelantikan Idarah Syu’biyah Kota Makassar Periode 2020/2025

Published

on

Syu’biyah Kota Makassar

Makassar, JATMAN Online: Momentum bersejarah kembali terukir di Kota Daeng. Hari Sabtu, tanggal 18 September 2021, pelantikan pengurus Idarah Syu’biyah Jam’iyah Ahli Thariqah al-Muktabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kota Makassar berlangsung khidmat di Aula Angin Mamiri Rujab Walikota Makassar.

Panitia mengangkat tema “Thariqah al-Mu’tabarah Bangkit, Indonesia Damai dan Berkah”. Tema ini seakan-akan menitip pesan, bahwa keberadaan pengamal tarekat dengan pesan dakwahnya akan memberikan kontribusi besar bagi bangsa, yaitu menciptakan kedamaian dan menurunkan berkah Allah SWT. di Indonesia, khususnya di Kota Makassar.

Secara resmi kepengurusan Idarah Syu’biyah JATMAN Makassar dilantik oleh Drs. K. H. Sahib Sultan Karaeng Nompo (Rais Idarah Wustha JATMAN Prov. Sulawesi Selatan) kemudian dilanjutkan penandatangan berita acara oleh Mudir Idaroh Wustha JATMAN SULSEL (Prof. Dr. H. Abd. Kadir Ahmad, MS. APU), dengan Mudir Idarah Syu’biyah JATMAN Makassar (Drs. H. Misbahuddin Salamu, MA.), Rais Awal JATMAN Pusat Syeikh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka dan Rais Ifadliyah JATMAN SULSEL dan Makassar, turut menyaksikan Pejabat Walikota Makassar, Pejabat Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar, Ketua Tanfiziyah NU Makassar.

Mudir Idarah Syu’biyah JATMAN Kota Makassar dan juga Kepala Kantor Kemenag Luwu Timur, Drs. H. Misbahuddin Salamu, MA. menyampaikan dalam pidato pembukanya, bahwa JATMAN adalah organisasi keagamaan yang mewadahi pengamal tarekat mu’tabarah dengan menganut paham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah sesuai yang dibawa oleh para masyaikh dan ulama al-‘Amilin. Dakwah JATMAN selain menebar Islam Rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai Ke-Indonesiaan juga berupaya menguatkan generasi yang berakhlak dan memiliki kekuatan ruhani berdasarkan iman dan taqwa.

Pelantikan kali ini dihadiri dari pejabat pemerintah Kota Makassar, para masyaikh dan ulama, pejabat Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar. Diantaranya Syeikh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka (Mursyid Tarekat Khalwatiah Syekh Yusuf al-Makassari dan Rais Awwal Idaroh Aliyah JATMAN Pusat, Syeikh K. H. Sahib Sultan Karaeng Nompo (Mursyid Tarekat Khalwatiyah Yusufiyah al-Makassari), Dr. K. H. Abd. Muttalib, M.Ag. (Rais Ifadliyah Idarah Syu’biyah JATMAN Makassar), Drs. K.H. Alwi Nawawi, Ketua Tanfidziah NU Kota Makassar Dr. K.H. Kaswad Sartono, MA., Dr.K.H. Amirullah Amri, MA. (Ketua Majelis Ikhwan Tarekat Al-Muhammadiyah Indonesia), Dr. K. M. Mahmud Suyuti, M. Ag. (Ketua PW. MATAN SULSEL) dan sejumlah Ulama lainnya, Kabag Kesra Kota Makassar, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar Dr. H.M. Arsyad Ambo Tuo, M. Ag., Dandim, Kapolrestabes, dan pengurus JATMAN Kota Makassar yang ikut dilantik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan menggelar Raker Perdana pertama dengan kesepakatan diantaranya adalah pembentukan pengurus Gusniyah (Kecamatan) JATMAN di semua Kecamatan Kota Makassar dengan harapan terakomodir tahun 2021 ini.

Acara pelantikan ini terselenggara dengan sukses berkat Kerjasama ketua panitia H. Ambo Sakka Ambo, M. Ag., sekertaris panitia H. Hasan Pinang, M. Th. I dan seluruh panitia dengan bekerjasama Walikota Makassar. Pelaksanaan Acara mengikuti standar protokol Kesehatan.[Har]

Continue Reading

Berita

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Kunjungi Maulana Habib Luthfi

Published

on

Menko Perekonomian Airlangga Hartato

Pekalongan, JATMAN Online: Menko Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto mengunjungi Maulana Habib Luthfi bin Yahya di kediaman beliau di Komplek Kanzus Sholawat, Pekalongan, kemarin (16/09/2021).

Kunjungan ini merupakan kunjungan kedinasan pada acara pembagian bantuan CSR dan silaturrahmi kepada Wantimpres RI/Ro’is ‘Am JATMAN.

Menko Perekonomian Airlangga Hartato

“Bapak Airlangga Hartarto adalah juga seorang keturunan Sunan Giri, jadi sangat tepat apabila selalu mendatangi para ulama/habaib, yang mempunyai misi yang sama dengan para leluhurnya (Sunan Giri) untuk kebaikan dan kemajuan bangsa dan negara tercinta ini,” papar Maulana.

Menko Perekonomian Airlangga Hartato

Bapak Airlangga Hartarto mendapatkan masukan dan saran dari Wantimpres agar mempunyai strategi yang jitu demi kemajuan negeri ini. Masalah ekonomi tidak terlepas dan tidak dapat dipisahkan dari masalah pertahanan dan keamanan. “Jika ekonomi ini dapat terjaga dengan baik, dan kesejahteraan juga terjamin secara adil dan merata, maka sudah dapat dipastikan, bahwa keamanan negara juga dapat berlangsung dengan aman dan damai,” pesan Maulana.[Has]

Continue Reading

Berita

Juri Ardiantoro Resmi Menjadi Rektor Unusia

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Juri Ardiantoro resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta masa khidmat 2021-2025 oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj. Pelantikan dilaksanakan di Gedung PBNU Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, pada Kamis (16/9/2021) siang.

Prosesi pelantikan Rektor Unusia Jakarta tersebut dilakukan secara terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara ini juga disiarkan langsung melalui TVNU.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Kiai Said sekaligus membacakan ikrar Rektor Unusia, kemudian diikuti oleh Juri Ardiantoro. Ikrar tersebut diawali dengan kesediaan untuk menegakkan akidah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah serta mengamalkan Pancasila dan UUD 1945.

“Menjunjung kode etik Unusia, mematuhi peraturan perundang-undangan dan peraturan Unusia, menjaga nama baik dan kehormatan Unusia, mampu bekerja sama dan bertekad kuat untuk memajukan Unusia. Menjalankan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya,” demikian bunyi ikrar Rektor Unusia, dibacakan Kiai Said dan diikuti Juri Ardiantoro.

Kiai Said berharap dibawah kepemimpinan yang baru ini semoga Unusia Jakarta kelak menjadi universitas andalan di Indonesia. Sebab Unusia Jakarta memiliki jurusan perkuliahan berbeda dari kampus-kampus lain.

“Mudah-mudahan Unusia ke depan di bawah pimpinan Mas Juri menjadi universitas andalan. Terutama (karena) kita punya jurusan yang tidak ada di lain tempat yaitu Islam Nusantara,” ungkap Kiai Said.

Pembacaan surat keputusan pelantikan sebelumnya dibacakan oleh Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini. Surat itu berisi ucapan terima kasih dan penghargaan yang telah diberikan setinggi-tingginya kepada Rektor Unusia 2015-2021 Prof Maksum Machfoedz dan keputusan rektor.

“Mengangkat dan mengesahkan Dr H Juri Ardiantoro sebagai rektor Unusia masa khidmat 2021-2025. Menugaskan kepada yang bersangkutan untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya dan menjalankan seluruh tanggung jawab sesuai dengan keputusan dan petunjuk dari PBNU,” kata Helmy saat membacakan surat keputusan.

Surat keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 3 Shafar 1443 Hijriah yang bertepatan pada 10 September 2021. Surat tersebut ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending