Connect with us

Berita

MATAN UINSA Adakan Bedah Buku Psikologi Pendidikan Islam

Published

on

Surabaya, JATMAN.OR.ID – Pengurus Komisariat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (PK MATAN) UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar agenda rutin kajian tematik pada Rabu (16/12) Sore. Kajian pada kali ini nampak beda, pasalnya kajian kali ini membedah buku karya Gus Alaika M Bagus yang berjudul “Psikologi Pendidikan Islam.”

Kajian tersebut dilaksanakan secara virtual via aplikasi zoom cloud yang diikuti oleh pengurus, anggota dan muhibbin MATAN dari berbagai daerah. Nampak hadir pula dalam kajian tersebut Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) MATAN Jawa Timur Gus Ahmad Miftahul Haq, dan Sekretaris Pengurus Cabang (PC) MATAN Kota Surabaya Gus Zulfan.

Dalam kajian bedah buku tersebut, Gus Alaika menjelaskan bahwa pendidikan tidak hanya hubungan manusia dengan manusia, tetapi lebih dari itu pendidikan adalah transfer pengetahuan dan ilmu. Itulah yang menjadi salah satu alasan kenapa beliau menamai bukunya dengan “Psikologi Pendidikan Islam.”

“Pendidikan adalah urusan manusia dengan manusia, bukan hanya guru kepada murid, kyai kepada santri, tetapi pendidikan adalah proses transfer pengetahuandan ilmu.” katanya.

Lanjut beliau kenapa menamai bukunya seperti itu, karena psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi menjadi pengetahuan, karena yang dilihat adalah tingkah laku manusia, sedangkan manusia bisa bertingkah laku baik atau lucu itu ditentukan oleh jiwa. Orang bertindak itu tergantung oleh mood atau jiwa.

“Psikologi adalah ilmu tentang jiwa. Psikologi menjadi sebuah ilmu pengetahuan adalah karena dilihat dari tingkah laku manusia, sedangkan manusia bertingkah laku itu tergantung suasana jiwa atau mood. Orang bisa baik, jahat, lucu itu ya tergantung jiwanya.” lanjut Dosen STIKES Surabaya ini.

Pengasuh Pondok An-Nuriyyah Surabaya ini mengatakan, bahwa guru perlu melakukan pendekatan-pendekatan kejiwaan kepada murid, sehingga psikologi pendidikan perlu dikaji oleh guru, karena guru harus paham psikologi murid dalam melakukan pendidikan.

“Psikologi pendidikan perlu dikaji oleh guru. Karena guru perlu melakukan pendekatan kepada murid, sehingga guru harus paham psikologi murid dalam melakukan pendidikan atau pembelajaran.” katanya.

Kemudian Gus Alaika menjelaskan, bahwa psikologi pendidikan adalah sebagai proses perbaikan pembelajaran dan membantu guru dalam memahami proses pembalajaran yang baik, sehingga ketika guru bisa memahami dengan baik, maka proses pembelajaran anak didiknya efektif, terarah dan bisa mengembangkan potensi masing-masing murid.

“Psikologi pendidikan merupakan proses perbaikan pembelajaran dan membantu pendidik dalam memahami proses pembelajaran yang baik. Ketika guru bisa paham dengan baik, maka guru bisa mengembangkan potensi masing-masing murid dan menjadikan proses pembelajaran berjalan dengan baik, dan efektif.” ungkapnya. [Muhammad Alvin Jauhari]

Berita

Ghusniyyah Tapos Berikan Bantuan Kepada Warga Terdampak Banjir di Bekasi

Published

on

By

Tapos, JATMAN.OR.ID – Jebolnya tanggul Sungai Citarum di Kabupaten Bekasi mengakibatkan warga sekitar terkena banjir. Pengurus Ghusniyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Kecamatan Tapos, Kota Depok memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir tersebut pada Sabtu (27/02).

Mudir Ghusniyyah JATMAN Tapos, Abah Dedy Rahmat Sandi memaparkan kegiatan ini untuk membantu korban yang terdampak banjir.

“Sebagaimana kita ketahui, beberapa titik di wilayah Kabupaten Bekasi mengalami bencana banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum. Banjir telah meluluhlantakan wilayah tersebut dan banyak warga yang rumahnya terendam dan kehilangan harta benda,” jelas Abah Dedy.

Abah Dedy menambahkan, bantuan ini berupa sembako, makanan instan, obat-obatan, pakaian, keperluan bayi, dan air mineral.

“Sebelum penyaluran bantuan, kami membuka penggalangan donasi. Alhamdulillah banyak pihak yang peduli,” tambahnya.

Dalam penyaluran bantuan, JATMAN Tapos juga melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kecamatan Tapos.

“Dalam hal penyaluran bantuan di lokasi banjir, kami berkoordinasi dengan Banser Satkorcab Kabupaten Bekasi, yang membuka dapur umum siaga bencana untuk membantu korban banjir. Ini dimaksudkan agar bantuan dapat tersalurkan secara merata kepada para korban banjir di lokasi,” katanya.

Pihaknya berharap bantuan ini dapat ikut membantu meringankan kesusahan para korban dan mengucapkan banyak terima kasih kepada para donator yang telah berdonasi. Selain itu, bencana banjir segera berlalu sehingga para korban banjir bisa kembali memulai kehidupan secara normal.

“Ungkapan terima kasih juga kami sampaikan kepada pihak-pihak yang ikut berpartisipasi dalam penggalangan dan penyaluran bantuan ini,” ungkapnya. Penyaluran bantuan dilakukan oleh Mudir Ghusniyyah JATMAN Tapos didampingi Mudir Syu’biyyah JATMAN Kota Depok Romo Willy Albert Al Hafidz, Rois Ghusniyyah JATMAN Kecamatan Tapos Habib Sayid Muhammad Alhasani Al Idrisi, dan Majelis Ifta Ghusniyyah JATMAN Tapos Buya Karismato.

Continue Reading

Berita

Ponpes Hidayatuth Thulaab Senami Gelar Istighosah

Published

on

By

Batang, JATMAN.OR.ID – Pondok Pesantren Hidayatuth Thulaab yang beralamat di Jalan Senami KM 07 Kelurahan Sridadi Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang, kembali menggelar kegiatan rutin selapanan pada Sabtu (27/02). Acara selapanan tersebut dipusatkan di Aula yang terletak ditengah lingkungan pesantren yang diikuti oleh segenap santri, wali santri juga masyarakat sekitar.

Rangkaian acaranya diawali dengan penampilan grup hadroh selepas Maghrib. Setelah shalat Isya’ berjama’ah mulailah memasuki acara inti selapanan. Adapun rangkaian acaranya dimulai dengan pembacaan ummul qur’an, tilawatil qur’an, lantunan sholawat, istighosah dirangkai dengan do’a, penutup dan ramah tamah.

Kyai Muhammad Syahri Romadhon selaku pengasuh pondok pesantren Hidayatuth Thulaab seperti biasa selalu menyampaikan mauidhotul hasanah sebelum memimpin Istighosah. Kyai yang akrab dengan panggilan Mbah Dhon tersebut dalam ceramahnya menerangkan makna istighosah dan pentingnya menjaga ke-istiqomah-an dalam mengamalkannya sebagai upaya melestarikan amaliah NU.

“Istighosah adalah salah satu amaliah NU yang harus kita jaga dan lestarikan sebagai upaya batin untuk membentengi Nahdliyyin dari gempuran penyebaran ajaran salafi dan Wahabi” terang ketua komisi fatwa MUI kabupaten Batang.

Continue Reading

Berita

Gelar Kirab Merah Putih, Purwakarta Rayakan Hari Lahir NU ke-98

Published

on

Purwakarta, JATMAN.OR.ID: Kirab merah putih dalam rangka tasyakur harlah NU ke 98, Haul Syekh Muhammad Jauhari, Syekh Ibnu Ma’sum al-Hajj, KH Ma’mun Munawwar, sekaligus pengukuhan Idaroh Ghusniyyah JATMAN se-Kab. Purwakarta, Pengurus Komisariat MATAN UPI dan MATAN Al Muhajirin, Sabtu, 27 Februari 2021 / 16 Rajab 1442 H yang lalu, bertempat di lingkungan Ponpes Al-Muhajirin 3 Citapen, Sukajaya, Sukatani, Purwakarta.

Walau dalam kondisi seperti saat ini, JATMAN Purwakarta beserta keluarga besar Al-Muhajirin tetap menyelenggarakan acara tersebut dengan memperhatikan prokes dan membatasi tamu undangan.

Acara dihadiri Mudir Wustho JATMAN Jawa Barat Dr. KH. Eep Nuruddin M.Pdi., Ketua PBNU KH. Manan selaku inpektur upacara. Pada kesempatan itu beliau memberikan arahan akan pentingnya meneladani para mu’assis NU, baik dalam perjuangan dan pembangunan bangsa negara Indonesia tercinta, menyebarkan kasih sayang dan akhlak yang senantiasa terpancar dalam setiap tingkah laku, akhlak yang terbentuk dari keilmuan secara intelektual dan spiritual. Pada saat yang sama hadir pula Ketua PCNU Drs.KH. Bahir Muhlis M.Pd.

Pimpinan Ponpes Al-Muhajirin Dr. KH. Abun Bunyamin MA dalam sambutannya berterima kasih kepada seluruh keluarga besar Al-Muhajirin 3 di bawah asuhan KH. Anang Nasihin MA (Katib Awal Syu’biyyah) yang selalu siap bersedia dalam menyelenggarkan rutinitas jatman baik amaliah ataupun kajian ilmiah.

Hadir pula Ketua Yayasan Al-Muhajirin DR. Hj. Ifa Faizah Rohmah, S.Th.I, M.Pd dengan membagikan tumpeng kepada para tamu undangan, sebagai simbol rasa syukur, menjaga hasanah tradisi kebudayaan dan mau berbagi dengan sesama.

Rois Syu’biyyah Purwakarta, KH Anhar Haryadi berharap para pengurus tetap semangat dalam mensyiarkan thoriqoh karena semangat tinggi (himmah ‘aliyyah) ialah salah satu dasar utama thoriqoh sebagimana yang disampaikan oleh para guru mursyid terutama Syeikh Sulthon Auliya Abdul Qodir al-Jaelani QS. “Iman dan imunitas tinggi bisa tetap terjaga di antaranya dengan dzikir thoriqoh mu’tabaroh,” imbuhnya.

Acara dimulai dengan iringan bendera merah putih, serah terima bendera pusaka Merah Putih, bendera Pataka JATMAN, bendera Pataka NU oleh 30 pasukan baris berbaris BANSER, Pagar Nusa dan tim drumband, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, pembacaan sholawat thoriqiyyah, dzikir tawasul dan doa.[Kontributor Purwakarta]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending