MATAN UIN Walisongo Semarang Selenggarakan Ziarah dan Sowan

0

SEMARANG – Dalam rangka mendekatkan diri pada Allah dan menjalin silaturahim dengan ulama dan auliya, MATAN UIN Walisongo Semarang menyelengarakan acara bertajuk Sowan & Ziarah yang dimulai pada Kamis, (19/4). Kegiatan tersebut merupakan pemungkas agenda dari kepengurusan MATAN UIN Walisongo masa khidmat 2018/2019.

“Kegiatan Sowan & Ziarah ini merupakan agenda akhir dari Kepengurusan MATAN UIN Walisongo Semarang masa Khidmat 2018/2019, tujuannya selain mendekatkan diri pada Allah juga mengingat kematian dan menambah gairah untuk khidmah pada ulama dan auliya,” ujar Tayimah, salah seorang pengurus MATAN UIN Walisongo pada JOL.

Perjalanan ziarah dimulai dengan destinasi ke Makam Sapuro Pekalongan atau makam Al Imam Al Quthub Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Thalib Al atthas yang merupakan penyebar agama Islam di Pekalongan. Rombongan berangkat pada pukul 00.30 WIB dan tiba di Sapuro pada pukul 03.00 WIB, dan berziarah hingga pukul 04.00 WIB. Lalu melanjutkan perjalanan ke Kanzus Sholawat Pekalongan untuk sowan kepada Rais Aam JATMAN Maulana Habib Luthfi Bin Yahya.

“Walaupun kami belum sempat bertemu dengan Habib Luthfi, kami hanya berpikiran bahwa Habib Luthfi mengetahui kalau kami datang untuk bersilaturahmi dan meminta berkah doanya terutama untuk MATAN,” tutur Tayimah melanjutkan.

Perjalanan dilanjutkan menuju Cirebon untuk berziarah ke makam Sunan Gunung Jati dan Makam Syekh Nur Jati atau dikenal dengan Syekh Datuk Kahfi. Silaturahim dilanjukan dengan mengunjungi salah seorang sahib MATAN Nuzulul Firdauz yang berada di Indramayu, yang dilanjutkan dengan sowan ke ndalem K.H Faridz ‘Asr Wa Dahr selaku Rais Idarah Syu’biyah JATMAN Indramayu.

Kiai Faridz berpesan bahwa dalam organisasi harus saling kerjasama, saling menghormai dan saling berkembang dan maju bersama. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar melazimkan shalat berjamaah dan mengamalkan zikir dengan istiqamah.

“Dzikir harus ditekankan kalau sudah punya thariqah, diamalkan dengan istiqamah. Zaman sekarang anak-anak muda mudah terpengaruh dan mudah penasaran dengan hal baru. Oleh karena itu perlu memperkuat batiniyah dan latihan berorganisasi. Belajar berjuang untuk bersama-sama, mengajarkan kita sabar dan menjaga kebersamaan,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Indramayu tersebut.

“Usai adzan magrib berkumandang, kami meminta doa dan keberkahan dari KH. Faridz ‘Asr Wa Dahr, sekalian pamit pulang ke Semarang,” tutup Tayimah. (eep)

Comments
Loading...