MATAN UIN Jogja Gelar Diskusi “Menjadi Pribadi Unggul di Era 4.0”

YOGYAKARTA – MATAN UIN Sunan Kalijaga dan Muhibbin MATAN UNU Jogja mengadakan rutinan pembacaan Ratib Al-Aydrus dan Diskusi Tematik ‘Belajar Sisi Kemanusiaan Nabi, Untuk Menjadi Pribadi Unggul di Era Industri 4.0’ di Selasar Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, pada Sabtu (16/11).

M. Nur Hadi S.Th.I yang menjadi pemantik pada diskusi tersebut, mengatakan bahwa kita sering mendengar banyak orang-orang besar di dunia ini yang terkenal karena kedudukan dan harta bendanya. Namun ketika orang itu meninggal, habis kedudukan, serta hilang harta bendanya maka akan ikut hilang pula semuanya.

“Rasulullah adalah kekasih Allah yang sangat mulia. Namanya akan selalu harum sepanjang zaman bahkan sampai yaumul qiyamah. Rasulullah besar bukan karena hartanya dan bukan karena kedudukannya, namun karena dimuliakan dan diridhai Allah swt. Di dalam diri Rasulullah itu sangat lengkap, makanya beliau dijadikan sebagai uswatun hasanah,” ujar kang Hadi sapaan akrabnya.

Salah satu keistimewaan bumi ini adalah karena adanya Rasulullah saw. Beliau mengajak manusia ke jalan yang diridhai Allah swt. Kang Hadi juga mengatakan bahwa meniru Rasulullah itu mudah jika yang kita tiru itu sesuai kesanggupan dan kemampuan kita sebagai manusia biasa.

Kang Hadi mencontohkan, bahwa Rasulullah suka tersenyum, maka kita sebagai umatnya yang ingin meniru beliau, minimal melakukan senyum tulus dan ikhlas, karena itu sudah mengikuti sunnahnya. Kita merasakan bahagia dengan diniati meniru Rasulullah juga sudah masuk dalam kategori mengikuti sunnahnya.

Contoh lainnya juga bisa, yaitu dengan cara sebelum dan sesudah makan berdoa, menolong dan membantu orang lain itu juga termasuk mengikuti sunnah Rasul yang sesuai kapasitas manusia biasa seperti kita. Namun tetap tidak boleh mengesampingkan kewajiban yang harus dilakukan dan dijalankan.

“Di era teknologi industri 4.0 ini, kita juga harus mengupgrade diri masing-masing, membersihkan pikiran dan jiwa spiritual kita. Sebagai MATAN kita harus menjadi yang berbeda, tidak boleh kalah dengan teknologi yang semakin berkembang dan canggih. MATAN juga harus selalu memperbaiki diri menjadi yang lebih baik dari sebelumnya, mengajak teman-teman lain melakukan kebaikan, mengajak bergaul teman sesuai zaman namun tidak boleh keluar dari syariat, serta tidak menyakiti hati orang lain,” papar kang Hadi dalam acara yang terbuka untuk umum tersebut. (Lila Muttamimmah)

Komentar
Loading...