MATAN Pemalang Ajak Pemuda Telusuri Sejarah Tempat Kelahirannya

Pengurus Cabang (PC) MATAN Kabupaten Pemalang bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (BEM STIE) Assholeh, dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STIT Pemalang menyelenggarakan acara diskusi bertajuk Ngobrol Gayeng atau Nggrombyang seri kedua (30/08).

Kegiatan diadakan melalui Zoom Meeting dengan tema “Sejarah Pemalang: Menelusuri Tapak Budaya di Kabupaten Pemalang”. Ketua MATAN Pemalang menjelaskan alasan mengambil tema tersebut karena ingin mengenalkan kembali Pemalang melalui jejak-jejak budaya yang pernah ada sepanjang sejarah kota ini.

Peserta yang tergabung dalam acara ini berasal dari berbagai instansi. Seperti Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Pemalang (IMPP), MATAN IAIN Pekalongan, IPNU-IPPNU dan lainnya.

MATAN Pemalang ke depannya akan selalu mengajak dan berkolaborasi dengan pemuda-pemuda dan stakeholder yang ada di Pemalang.
“Kerjasama itu sengaja dilakukan karena kami ingin menjadikan MATAN sebagai wadah kolaborasi untuk berbuat baik bagi teman-teman di Pamalang,” ujar Imron selaku Ketua MATAN Pemalang.

Puluhan peserta terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi selama dua jam penuh. Marzuqo Septianto selaku pemateri menguraikan gambaran Sejarah Pemalang sejak era Kapitayan, era Kerajaan Islam Demak sampai era Revolusi Kemerdekaan Indonesia.

“Selain dari manuskrip, sejarah Pemalang ini juga digali dari sumber folklore atau cerita tuturan sesepuh masyarakat setempat. Tujuannya bukan hanya untuk menggali sejarah, namun juga agar kita bersilaturahmi dengan tokoh dan masyarakat setempat untuk menyampaikan pesan bahwa sejarah ini patut untuk digali dan dilestarikan,” ungkap Marzuqo yang juga lulusan magister sosiologi IPB itu.

Salah satu peserta juga mengungkapkan bahwa acara ini sangat menarik sebagai pemantik untuk diskusi selanjutnya, karena banyak sumber sejarah Pemalang yang masih tercecer. Sebagai pemuda juga harus mengetahui sejarah tempat kelahirannya agar sejarah tidak dilupakan begitu saja.

“Diskusi seputar sejarah Pemalang ini sangat penting karena sebagai masyarakat Pemalang, kami menyadari bahwa sejarah Pemalang tidak banyak diketahui oleh masyarakatnya sendiri. Oleh karena itu, kami berharap anak-anak muda di Pemalang mau kembali mencari tahu soal sejarah tempat kelahirannya sendiri,” ungkap Muntamad, salah satu panitia diskusi.

Diskusi seputar sejarah ini penting dilakukan untuk generasi milenial agar tidak tercerabut dari akar budayanya sendiri. Jangan sampai suatu saat nanti pemuda tidak tahu sejarah tempat tinggalnya. (Arip/Imron).

Baca Lainnya
Komentar
Loading...