Portal Berita & Informasi JATMAN

MATAN Makassar di Taman Sufi

0 214

Makassar – Pengurus Cabang Mahasiswa Ahlith Thariqah Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (PC MATAN) Kota Makassar melaksanakan kegiatan TAMAN SUFI di Masjid Ash-Shahabah kampus Universitas Islam Makassar (UIM), Sabtu (21/4). Kegiatan ini bertujuan untuk membuka wawasan dan pemahaman bagi generasi muda, khususnya di kalangan mahasiswa tentang pentingnya tasawuf dan tarekat.

Kegiatan ini menghadirkan dua orang narasumber yang sudah lama berkecimpung dalam dunia tasawuf, Asy-Syaikh Dr. H. Muhammad Ruslan Wahab Lc., MA. (Dekan Fakultas Agama UIM) dan KM. Dr. Mahmud Suyuti, M. Ag (Komisioner BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan). Syaikh Dr. H. Muhammad Ruslan Wahab, Lc., MA. selain sebagai akademisi, juga merupakan Salah seorang Syaikh di Tarekat Khalwatiyah Samman, sedangkan KM. Dr. Mahmud Suyuti, M. Ag. merupakan murid dan pengamal di Tarekat Khalwatiyah Yusuf.

Dalam kesempatan tersebut, Asy-Syaikh Dr. H. Muhammad Ruslan Wahab, Lc. MA. memaparkan bahwa Tasawuf dan Tarekat tidak bisa dipisahkan dari ajaran Islam karena keduanya sudah ada sejak Islam sudah ada. Tasawuf dan tarekat sudah menjadi amaliah Rasulullah SAW dan para sahabat, namun pada saat itu belum dikenal istilah tasawuf dan tarekat itu. Sebagaimana praktek dan amaliah fiqih sudah sudah ada, meskipun pada saat itu belum dikenal yang namanya fiqih. Dasar keberadaan tasawuf adalah hadist sahih tentang kedatangan Jibril kepada Rasulullah SAW yang bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Dimana Ihsan inilah yang merupakan pokok atau dasar dari tasawuf dan tarekat tersebut.

Adapun KM. Dr. Mahmud Suyuti memaparkan tentang pentingnya memiliki seorang Guru Mursyid yang memiliki sanad atau silsilah keilmuan yang bersambung sampai kepada Rasulullah. Menurut beliau, sah atau tidaknya ulama disebut sebagai pewaris Nabi adalah karena memiliki sanad, sebagaimana sesorang berhak disebut sebagai ahli waris dalam keluarga jika memiliki nasab atau silsilah keturunan.

Acara TAMAN SUFI ini sendiri mendapatkan dukungan penuh Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) dan juga dukungan dari beberapa tarekat mu’tabaroh seperti, tarekat Khalwatiyah Yusuf, Tarekat Khalwatiyah Samman, Tarekat Idrisiyyah dan Tarekat Naqsyabandiyyah Nazhimiyyah. (Muhammad Rusmin)

Comments
Loading...