Connect with us

MATAN

MATAN Kediri Raya Hentikan Sementara Kajian Warkopiyah

Published

on

Warkopiyah

Kediri, JATMAN Online – Acara penutupan sementara kegiatan kajian kitab Warkopiyah MATAN Kediri Raya menjadi ajang silaturrahmi lintas thoriqoh, kemarin (28/03) di Kantor PCNU Kota Kediri, Jawa Timur.

Acara ini dihadiri oleh para pengamal thoriqoh muda dari berbagai macam thoriqoh yang ada di Kota Kediri dan sekitarnya. Hadir para salik dari thoriqoh Syattariyyah, Tijaniyyah, Syadziliyyah, Naqsyabandiyyah, Alawiyyah dan lain-lain.

Tak hanya itu, hadir pula sahabat-sahabat Gerakan Pemuda Ansor Kota Kediri yang dikomandani Ketua Gus Izzul Maula Dliyaulloh. Nampak hadir juga Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kediri yang dikomandani Ketua Agus Rizmi Haitami Azizi. Kehadiran organisasi sayap Nahdlatul Ulama ini sebagai bentuk sinergi yang baik antar organisasi pemuda Nahdlatul Ulama.

Warkopiyah

Dalam sambutannya, Ketua MATAN Kota Kediri, Gus Izzat Syahroni menyampaikan, “Kegiatan-kegiatan kita yang berbeda zawiyah, berbeda-beda zikir, sesungguhnya semua bersumber dari Rasulullah SAW, dan semoga dengan amaliyah kita tersebut menjadikan kita besok berkumpul kembali di surganya Allah SWT.”

Senada dengan itu di tempat terpisah, Pengurus Surau Baitul Fatih (thoriqoh Naqsyabandiyah Khalidiyah) Kediri, Bang Teguh Mustadji menyampaikan harapan, “Acara seperti ini bisa diagendakan rutin, mungkin sebulan atau tiga bulan sekali. Saling silaturahmi antar zawiyah dan majelis thoriqoh mu’tabaroh yang ada di Kota Kediri, yang difasilitasi oleh PC MATAN Kota Kediri.”

“Amaliah tarekat bisa berbeda, zawiyah bisa berbeda, namun satu yang bisa menyatukan silaturahmi kita, yaitu mahabbah keharibaan Rasulullah Muhammad SAW. dan para awliya’ Allah. Kita pererat silaturahmi dan saling menguatkan antar pengamal tarekat al-mu’tabaroh an-Nahdliyah,” imbuhnya.

Warkopiyah

Ditanya alasan penutupan sementara kajian kitab Warkopiyah ini, Gus Izzat menjelaskan, “Ini sementara saja. Setelah Bulan Suci Ramadhan kembali akan kita gelar.”

Editor: MUA

MATAN

Merayakan Lebaran, MATAN Yudharta Adakan Safari Keliling Masyayikh Di Pondok Pesantren Ngalah

Published

on

Pasuruan, JATMAN Online – MATAN Yudharta Pasuruan adakan safari keliling kepada para masyayikh di Pondok Pesantren Ngalah.Acara ini dilakukan guna terus menggerakkan tongkat estafet organisasi MATAN dengan para masyayikh, khususnya para gawagis. Karena MATAN Yudharta sendiri tidak pernah lepas dari bimbingan beliau.

Agenda ini dilaksanakan pada hari Senin (16/08) dengan diikuti oleh semua anggota MATAN. Lokasi yang menjadi tujuan utama dalam safari keliling adalah murrobih ruhina atau guru mursyid kita yakni Kiai Sholeh Bahrudin, kemudian dilanjutkan dengan ke rumah Pak Syaiful (Gus Pul), Agus H. Sholiq, Agus H. Yusuf Wijaya Lc.M, Agus H. Achmad Syaikhu, Agus H. Kholid Murtadlo, Agus H. Muhammad, dan Agus Miftahul Atiq.

Dari event sowan masyayikh ini, semua anggota MATAN mendapat pengingat dari para masyayikh seperti dari Agus H.Yusuf Wijaya bahwa yang penting dari MATAN adalah bisa membentengi mahasiswa dari sikap berpikir logis saja karena MATAN orientasinya untuk mengolah rasa, mengolah hati. Sepatutnya, pemuda memiliki benteng spiritual agar hanyut ke dunia bebas.

Ia berharap, kedepannya MATAN bisa menyentuh mahasiswa di luar pondok pesantren. karena banyak mahasiswa non-pesantren yang perlu ajakan dan dorongan dari MATAN agar bisa mengenal seorang guru mursyid.

“Bila MATAN mulai dikenal oleh mahasiswa non-pesantren, maka satu persatu, akan mampu dicapai karena MATAN mampu meraih zona luar pesantren untuk ikut bersyi’ar thariqah.” Ungkap Agus H.Saikhu.

Event ini ditutup dengan doa dari para masyayikh agar MATAN yang ada di Komisariat Yudharta Pasuruan selalu istiqamah dan mampu menjalankan cita-cita pendiri.

Penulis: MATAN Yudharta
Editor: Khoirum Millatin

Continue Reading

MATAN

Kunjungan MATAN UNJ ke Rektor, Direspon Positif

Published

on

DKI Jakarta, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (MATAN UNJ) melakukan kunjungan ke Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam rangka memperkuat silaturahim antara pengurus dan anggota MATAN dengan pimpinan UNJ di Gedung Rekrotar Kampus A UNJ, pada Kamis (31/03).

Kunjungan ini diterima langsung oleh Rektor UNJ yaitu Prof. Dr. Komarudin, M.Si. Dalam audiensi ini, Ketua MATAN UNJ menyampaikan beberapa hal terkait upaya MATAN dalam meningkatkan nilai-nilai spiritualisme serta kegiatan kemanusiaan dan hal lainnya yang bermanfaat serta berdampak positif bagi semua orang terkhusus lingkungan Universitas Negeri Jakarta.

“Kita MATAN UNJ akan befokus kepada peningkatan spiritual, selain itu juga kita akan membuat MATAN Peduli yang bertujuan untuk membantu masyarakat khususnya civitas akademika UNJ,” kata Sidik.

Selanjutnya, Rektor UNJ Prof. Komarudin memberikan motivasi serta arahan bahwa MATAN harus eksis di lingkungan kampus dengan cara-cara dakwah santun yang sifatnya mengajak bukan memaksa.

“Salah satunya dengan meningkatkan kajian yang bukan hanya fisik dalam artian fikir tapi juga kajian metafisik seperti hati bisa melalui amalan zikir,” jelasnya.

“Untuk para kader MATAN jangan pesimis, terus semangat dalam kondisi apapun,” pesannya.

Agenda kerjasama dengan kampus, kedepan MATAN bisa kerjasama dengan bidang Pengembangan Karakter UNJ, yang insyaAllah kedepan juga akan coba mengundang Maulana Habib Luthfi bin Yahya dalam sebuah event agar menambah keberkahan yang mana Maulana Habib Luthfi ini merupakan inisiator dari berdirinya MATAN.

Pewarta: M. Sidik

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Berita

Menyambut Bulan Suci Ramadhan, MATAN UNJ Ziarah ke Makam Ulama di Jakarta

Published

on

DKI Jakarta, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah Universitas Negeri Jakarta (MATAN UNJ) melakukan ziarah ke beberapa Makam Ulama di Jakarta dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan pada Senin, (28/03).

Kegiatan ini juga dalam rangka bermuhasabah diri untuk selalu ingat bahwa pada saatnya nanti setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ziarah diawali ke Makam Pangeran Jayakarta yang berada di Jatinegara Kaum. Rangkaian acara dimulai dengan tawasul, dzikir, tahlil, doa, dan diakhiri dengan sejarah singkat Pangeran Jayakarta yang disampaikan oleh Wakil Ketua MATAN UNJ, Mohamad Faqih.

“Seperti kita ketahui bahwasanya Pangeran Jayakarta termasuk salah satu pahlawan yang menjadi ‘pelindung’ kota Jakarta. Pangeran Jayakarta sebagai pewaris tahta ayahnya (Pangeran Akhmad Jakerta) menjadi penguasa wilayah Jayakarta. Perlawanan terhadap VOC pada zaman dahulu menjadikan Pangeran Jayakarta tinggal di daerah Jatinegara Kaum hingga akhirnya beliau wafat pada tahun 1640,” kata Wakil Ketua MATAN UNJ.

Lanjut, Faqih, menjelaskan bahwa Makam ini awalnya belum banyak diketahui oleh orang banyak.

“Menariknya, Makam Pangeran Jayakarta baru terungkap setelah Indonesia merdeka. Setelah 3 abad dari wafatnya Pangeran Jayarkata keberadaan makamnya baru diketahui oleh masyarakat. Hal ini dilakukan agar VOC tidak mengetahui keberadaannya pada zaman dahulu,” jelasnya.

Kemudian seluruh pengurus MATAN UNJ melanjutkan ziarah ke Makam ke dua, yaitu Makam Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi yang dikenal dengan sebutan Habib Cikini. Di Makam ini, rangkain acara tawasul, dzikir, tahlil, dan doa dipimpin langsung oleh Habib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. Hal ini diluar dugaan karena ketika sampai di Makam ini, beliau sedang berziarah juga.

Salah satu bukti kewalian Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi yang belum lama terjadi pada tahun 2010, Makam beliau sempat ingin digusur untuk pembangunan apartemen. Singkat cerita, peristiwa aneh terjadi yang menjadikan Makam tersebut tidak mampu diangkut. Dengan kejadian itu justru diberikan sebidang lahan untuk Makam beliau dan dibangun megah, serta terus diziarahi orang-orang. Yang menziarahi Makam ini juga bukan kalangan Muslim saja, tetapi Non-Muslim pun banyak berziarah untuk mengambil air makam yang terus bermanfaat sampai sekarang.

Kegiatan ziarah dilanjutkan ke Makam terakhir di daerah Kwitang, yaitu Makam Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi (anak dari Habib Abdurrahman bin Abdullah Al Habsyi) yang dikenal dengan sebutan Habib Ali Kwitang. Seluruh pengurus MATAN UNJ sekaligus melakukan shalat dzuhur dan makan bersama di Masjid ini. Setelah itu rangkain acara baru dimulai dengan tawasul, dzikir, tahlil, doa, dan sejarah singkat Habib Ali Kwitang yang disampaikan oleh Wakil Ketua MATAN UNJ, Mohamad Faqih.

Selain ziarah sebagai perintah Nabi untuk manusia mengingat kematian, disisi lain ziarah ini dilakukan agar tetap menjaga budaya yang telah diwariskan oleh ulama-ulama terdahulu. Tujuan lain agar dapat mempererat hubungan MATAN UNJ dengan para ulama di Jakarta yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia, sehingga dapat diteladani semangat juangnya. Semoga perantara ziarah ini juga dapat menjadikan setiap anggota MATAN UNJ lebih meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, menghambakan diri kepada-Nya dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan khususnya.

Pewarta: M. Sidik

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending