Connect with us

MATAN

MATAN Kediri Jalin Silaturrahmi dengan Simpul-simpul Tarekat

Published

on

Kediri

Kediri, JATMAN Online: Gus Izzat Sya’roni, Ketua PC MATAN (Mahasiswa Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah) Kediri sowan ke Surau Baitul Fatih, sebuah simpul Tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyyah Mujaddidiyyah yang terletak di pusat Kota Kediri, Sabtu (06/11).

Gus Izzat diterima Bang Ahmad Teguh Hayatullah, seorang Wakil Talqin Tarekat Naqsyabandiyyah Khalidiyyah Kediri. Dalam kesempatan itu, Bang Teguh mempersilakan Surau Baitul Fatih dijadikan sekretariat MATAN Kediri. “Insya Allah nanti malam sekalian musyawarah untuk acara pelantikan pengurus,” tambahnya.

Kediri

“MATAN Kediri diharapkan dapat menjalin silaturrahmi dengan seluruh elemen tarekat khususnya di Kediri, demikian pula dengan jejaring MATAN se-Indonesia,” kata M. Afdhal, salah seorang pengurus MATAN PW DKI Jakarta. [Mua]

Berita

MATAN IAIN Pekalongan dan MATAN UNSIQ Wonosobo Perkuat Ukhuwah

Published

on

By

Wonosobo, JATMAN Online – Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pimpinan Komisariat (PK) Mahasiswa Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah (MATAN) Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan bersama  PK MATAN Universitas Sains dan Ilmu Qur’an (UNSIQ) Wonosobo adakan silaturohim dan ziarah makam pendiri Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah, Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Jum’at (27/11).

Kegiatan ini diawali dengan Silaturrohim antara PK MATAN IAIN Pekalongan dengan PK MATAN UNSIQ Wonosobo, lalu dilanjutkan sowan (ziarah) ke maqbaroh auliya’ para pendiri pondok pesantren Al-Asy’ariyyah yang menjadi cikal bakal besarnya nama ponpes Al-Asy’ariyah dan berjaya hingga sekarang, diantaranya adalah sowan (ziarah) ke komplek makam K.H. Muntaha Awal(Karangsari), K.H. Asy’ari dan K.H. Muntaha Alhafidz (Deroduwur) diisi dengan bacaan Tahlil dan Sholawat nariyah, kemudian dilanjutkan sharing-sharing ilmu keorganisasian seputar MATAN di sekertariat PK MATAN UNSIQ.

Ketua PK MATAN UNSIQ Syafri Fajarwanto mengatakan, silaturohim dan ziarah adalah amaliyah warga nahdliyyin yang harus kita lestarikan, karena silaturrahim di samping banyak keutamaannya diantara lain dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umurnya, juga dari segi tasawuf sebagai penyambung hubungan lahir maupun batin (nyambung roso handarbeni) antar sesama, dari segi sosial kemanusiaan pun sebagai sarana untuk menyenangkan perasaan orang lain dengan bertegur sapa menanyakan kabar.

Sedangkan ziarah kubur sendiri itu dianjurkan, sebagai media untuk mengingat mati juga untuk mempersiapkan bekal untuk akhirat, terlebih lagi jika ziarah ke makam para wali dan sholihin, itu merupakan ibadah yang disunnahkan. “Silaturrahim adalah media untuk menyambung raga, sedangkan ziarah (kubur) adalah silaturruh atau menyambung ruh kita kepada para auliya’ yang telah mendahului kita” Ujarnya.

Koordinator Departemen Dakwah dan Jurnalistik PK MATAN UNSIQ Muhammad Falahudin memberikan dukungan penuh dan apresiasi terkait adanya kegiatan ini, yang menunjukan adanya hubungan baik antar lembaga MATAN lintas Universitas demi mewujudkan sinergitas yang solid antar MATAN lintas Universitas. “Adanya kegiatan silaturrohim seperti ini semoga bisa terus berlanjut sampai generasi MATAN di masa-masa mendatang, karena dapat merekatkan rasa sosial-humanis antar kader MATAN” Ucapnya.

Anggota PK MATAN IAIN Pekalongan M. Nailul ‘Ulum mengatakan ajang silaturrohim ini sangat bagus untuk saling tukar pikiran dan sharing ilmu tentang kemajuan dan berkembangnya MATAN ke depan, “Dengan sowan (ziarah) ke makam K.H. Muntaha bin K.H. Asy’ari, kita bisa menjadikan beliau sebagai teladan dalam mengamalkan ilmu-ilmu Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, maupun diamalkan kepada generasi MATAN di masa mendatang pada khususnya untuk kemajuan organisasi, ataupun generasi muda millenial pada umumnya” Pungkasnya. (red. Arif Subhi)

Continue Reading

Berita

MATAN Jawa Tengah Agendakan Kemah Kebangsaan

Published

on

Pekalongan, JATMAN Online – Menjelang Kemah Kebangsaan, Pimpinan Cabang (PC) Mahasiswa Ahli Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN) Pekalongan membentuk panitia Organizing Commite (OC) bertempat di Aula SMPN 1 Buaran pada Kamis (25/11).

Setelah usai dengan agenda Silaturahim Nasional (Silatnas) ‘Ulama, Umaro’, TNI, POLRI, dan Tokoh Lintas Agama, agenda terdekat dari PC MATAN Pekalongan adalah sebagai tuan rumah dari kemah kebangsaan sekaligus Suluk Matan II, yang dilaksankan oleh Pengurus Wilayah (PW) MATAN Jawa Tengah dan akan diikuti oleh para ‘ulama mursyid tarekat dan muridin baik dari kalangan PC MATAN dan PK MATAN Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah, maupun dari kalangan umum yang harus melalui beberapa syarat khusus dari panitia pelaksana.

Kegiatan kemah kebangsaan sendiri baru kali pertama akan diselenggarakan, yang dipromotori oleh PW MATAN Jawa Tengah, tepatnya  bertempat di bumi perkemahan (Buper) Linggoasri Kabupaten Pekalongan mulai dari tanggal 19 – 21 Desember 2021. Oleh karena itu PC MATAN Pekalongan adakan rapat membahas persiapan teknis dan konsep kegiatan yang akan dilaksanakan  agar bisa berjalan dengan optimal, tentunya diawali dengan pembentukan panitia OC, kemudian pembagian tugas serta penanggung jawab di masing-masing divisi.

M. Mirza Rofiq sebagai Pengurus Wilayah (PW) MATAN Jawa Tengah mengatakan kegiatan ini menjadi ajang memperkenalkan tarekat ke kalangan masyarakat khususnya pemuda.

“Nama kemah kebangsaan ini dipilih karena bahasannya lebih merakyat, sehingga diharapkan anak-anak muda tidak alergi terlebih dahulu dengan bahasa “thoriqoh”, yang kadang-kadang mindsetnya hanya untuk orang sepuh (lansia), jadi pengurus wilayah memutuskan mengambil konsep ini agar jangkauannya lebih luas untuk memperkenalkan thoriqoh kepada anak-anak muda, juga untuk memupuk rasa nasionalis yang tinggi.” pungkasnya.

Kemah kebangsaan sekaligus Suluk Matan ke-II ini akan diisi oleh pemateri yang ahli di bidangnya, diantarannya Pangdam IV Diponegoro, Kapolda Jawa Tengah, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Idaroh Wustho JATMAN Jateng, Idaroh Aliyah JATMAN, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) MATAN, dan juga akan ada bai’at tarekat secara ‘aam oleh maulana Habib Luthfi bin Yahya di akhir acara. (red. Arif Subhi)

Continue Reading

Berita

PW MATAN DKI Jakarta Hadiri Kaderisasi MATAN Bekasi

Published

on

By

Bekasi, JATMAN Online – Ketua PW MATAN DKI Jakarta, DR. KH. Ali Abdillah, M.A, bersama Wakil Ketua DR. Idris Wasahua, M.H dan Sekretaris, Mustafid, M.Si, selaku Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah DKI Jakarta, hadiri langsung sekaligus menjadi narasumber dalam acara Kaderisasi MATAN Bekasi, yang diselenggarakan oleh Pengurus Komisariat MATAN STAI Haji Agus Salim Cikarang – Kabupaten Bekasi, di Sekolah Manba’ul Hikmah, pada Minggu, (21/11).

Ketua PW MATAN DKI Jakarta, Ali M. Abdillah mengatakan bahwa MATAN merupakan organisasi yang dicetuskan oleh Maulana Habib Muhammad Luthfi Bin Yahya, di Pekalongan di bawah Jam’iyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah, dan sudah mulai menyebar di Indonesia, salah satunya di DKI Jakarta.

“MATAN ini merupakan organisasi yang dicetuskan langsung oleh Maulana Habib Luthfi, tahun 2012 lalu di bawah JATMAN yang sudah menyebar di Indonesia, salah satunya di Jakarta” Ungkapnya.

Selain itu dirinya mengungkapkan MATAN dilahirkan untuk mengenalkan Mahasiswa kepada Thoriqoh, sekaligus mencegah lahirnya sikap pragmatisme dan radikalisme di kalangan anak-anak muda, khususnya Mahasiswa dan Santri.

“Sebagai organisasi Mahasiswa, MATAN berupaya untuk mengenalkan Thoriqoh dan Tasawuf, sekaligus untuk membendung sikap pragmatisme dan radikalisme yang rawan terjadi pada anak-anak muda” Katanya.

Sementara itu Idris Wasahua, sebagai Wakil menyampaikan, terus mendorong MATAN di Bekasi untuk menyebarkan MATAN, di daerahnya.

“Kita mau semangati Sohib-sohibah MATAN di Bekasi untuk terus menyebarkan MATAN di Bekasi, kalau bisa bentuk lagi Komisariat baru” ucap Idris.

Selain itu, Mustafid juga turut menyampaikan bahwasanya, Kader-kader MATAN diharapkan menjadi kader yang memiliki pemahaman Islam yang terbuka dan toleran, serta humoris sebagai bentuk penghayatan dari Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.

“Karakter Muslim kita mesti terbuka dan toleran, selain itu kita juga butuh humor, agar bisa mengimplementasikan Islam yang Rahmatan Lil’ Alamin” pungkasnya. (red. Fajar Chaidir Qurrota A’yun)

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending