Connect with us

Berita

MATAN Indonesia Adakan Tahlil dan Doa untuk Habib Ja’far al-Kaff

Published

on

Habib Ja'far

Online, JATMAN.OR.ID: Indonesia baru saja kehilangan tokoh besar panutan umat Islam, khususnya warga NU, yakni Habib Ja’far bin Muhammad al-Kaff. Dalam rangka turut hormat mendoakan beliau, Pengurus Pusat Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (PP-MATAN) Indonesia menggelar tahlil dan doa bersama pada Ahad (03/01) malam.

Acara tersebut diadakan secara virtual melalui Zoom yang dihadiri oleh sejumlah pengurus, anggota dan muhibbin MATAN dari seluruh Indonesia, di antaranya Ketua Umum MATAN, Gus Hasan Habibie, Sekjend MATAN, Gus Abdur Rosyid, KH. Ahmad Nafi’ Jember, KH. Ali M Abdillah Jakarta, dan beberapa lainnya.

Ketua Umum MATAN, Gus Habibi menyampaikan dalam sambutannya bahwa Habib Ja’far adalah waliyullah yang sangat menjadi panutan bagi umat Islam, dengan terkenal jadzabnya sering kisah-kisah keanehan beliau disampaikan oleh Habib Umar Semarang.

Habib Ja'far

Apa yang sering diucapkan oleh Habib Ja’far baru menjadi kenyataan beberapa waktu setelahnya, istilahnya weruh sakdurunge winarah. “Dengan kita adakan acara doa untuk beliau, semoga kita kelak bisa dikumpulkan bersama beliau pada saatnya nanti,” harapan Gus Habibi.

Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan pembacaan tahlil fida’ sebanyak 70.000 kali yang dipimpin oleh KH. Ahmad Nafi’ Jember, Pengasuh Ponpes Raden Rahmat Sunan Ampel Jember.

Sebelum pembacaan fida’, Kyai Nafi’ menjelaskan bahwa dzikir tahlil fida’ ini adalah sebagai sarana untuk berkhidmah kepada Habib Ja’far, sebab yakin bahwa beliau sudah pasti husnul khotimah, maka dari itu, dzikir ini adalah khidmah kepada beliau. “Barokah adalah dengan khidmah, sekarang kita niati khidmah kepada Habib Ja’far, semoga mendapatkan barokah beliau untuk kelancaran kehidupan wabilkhusus untuk MATAN,” jelas Kyai Nafi’.

Setelah pembacaan dzikir tahlil fida’ sebanyak 70.000 kali, dilanjutkan doa yang dipimpin juga oleh KH. Ahmad Nafi’ Jember.[Muhammad Alvin Jauhari]

Berita

Pesan Habib Puang Makka di HARLAH MATAN ke-9

Published

on

Habib Puang Makka

Makassar, JATMAN.OR.ID: Syekh Sayyid Abd. Rahim Assegaf Puang Makka (mursyid tarekat Khalwatiyah Syekh Yusuf) dalam acara seminar nasional di HARLAH MATAN ke-9 memberikan kata kunci tentang sejarah peran sosial pemuda tarekat yang mempunyai satu sikap kematangan berpikir yang sangat populer.

Napak tilas sejarah yang menjadi teladan adalah sahabat Sayidina Ali Karramallahu wajhah ketika diambil dan dibimbing oleh Rasulullah SAW. Di usia mudanya, Sayidina Ali menjadi seorang anak yang cerdas dan kuat hatinya, sampai kekuatan batin itu terbukti pada usia 22 tahun sewaktu nabi diperintahkan untuk hijrah. Dengan kekuatan pemikiran dan hati yang teguh, Rasul SAW. memerintahkan sahabat Ali menggantikan posisi tidur nabi dan memakai jubah Rasulullah SAW. karena sahabat Ali kuat hatinya, cerdas pemikiran dan pemberani.

Habib Puang Makka

Tanpa diskusi menanyakan beberapa alasan kepada nabi, Ali sami’na wa ata’na. Sahabat Ali-pun mengikuti nabi SAW. hijrah ke Madinah, sehingga sahabat Ali mempunyai pedang zulfikar yang digunakan berjihad. Para masyaikh terdahulupun diusia muda mampu memberikan kontribusi besar dalam kehidupan. Misalnya, Syekh Hasan Asy-Sazuli diusia muda mampu mengolah perekonomian dengan baik, Syekh Yusuf Al-Makassar menjadi panglima perang membantu Sultan Ageng Tirtayasa di Banten.

Peran sosial pemuda sudah lama dimiliki oleh para mursyid. Hanya menjadi kelaziman pengambilan manaqib mursyid lebih banyak memetik pada usia yang sudah tua. Inilah menjadi tantangan kedepan adalah, “Apakah pemuda tarekat mampu mengambil peran saat ini, tantangan dahulu berbeda dengan sekarang.”

Jauh hari sebelum adanya Covid-19, pernah diungkapkan Habib Puang di depan para guru besar UNM bahwa gedung besar UNM ke depan akan kosong. Hal itu terbukti di bulan Januari ada covid-19, sehingga proses perkuliahan beralih kepada sistem online.

Pengamal tarekat harus mengambil fungsi dari 4 sifat wajib rasul saw., yaitu siddiq, amanah, tabligh dan fatanah. Dua terkait dengan dimensi batin, yaitu wilayah siddiq dan amanah. Tabligh dan fatanah dimensi lahir, melalui jasad . Banyak orang ahli tablig; indah bahasanya, puisi, publish ilmu dan berita. Yang dipertanyakan, apakah yang dislogankan sesuai dengan kondisi batin. Orang pintar di Indonesia sangat banyak, namun Jujur yang kurang. Dimensi zahir sudah memadai, dimensi batin yang perlu diasah.

Zaman kebangkitan Eropa, kecendrungan lebih banyak mengejar kekuatan lahir. Karenanya, ahli tarekat datang mengimbangi menghidupkan nuansa ruhani. Karamah dan maunah muncul sebab pengamalan, tetapi bukan tujuan.

Para pelaku Tasawuf dapat dipetakan menjadi tiga, yaitu:

  1. Ada mirip-mirip sufi, secara pandangan lahir menunjukkan seorang abid.
  2. Mengkaji kitab-kitab tasawuf hanya disimpan di pemikiran, pengamalan dalam kitab tasawuf seakan akan ditinggalkan.
  3. Memgang teguh amalan mursyid tarekat mu’tabarah.

Mengutip pesan Habib Husein bahwa “yang penting dari pengajian kitab adalah makna yang terkandung dalam kitab tersebut.” Kajian ok, amalan dari syekh perlu diamalkan. Habib Puang menegaskan, “Harus dihindari membanding-bandingkan syekh atau amalan tarekat, karena terdapat perbedaan dengan wilayah kajian ilmu. Talqin tarekat yang sudah diberikan mursyid, maka harus dipegang teguh untuk memunculkan energi. Apapun yang sudah diberikan AMALKAN, AMALKAN, AMALKAN. Tarekat adalah mengamalkan apa yang sudah diberikan oleh syekh.”

Anakku saya pesankan, lihatlah air , kalau ada menetas dalam satu botol, walaupun setetes yang masuk kedalam botol, itu artinya memperoleh berkah. Berbeda dengan botol yang selalu dipindahkan mengejar dari setiap tetesan air, boleh jadi tidak ada setetespun yang masuk. Lihat batu cadas, karena tetesannya tidak pernah dialihkan, maka batu itu akhirnya berlubang.

“Orang yang kuat amalannya, itulah yang akan mampu bertahan menghadapi derasnya zaman. Kalau kita ingin berkah dan kuat sebagaimana para anbiya’, maka kuatkan zahir dan batin,” tutur Rais Awal Idarah Aliyah JATMAN Pusat.[Hardianto]

Continue Reading

Berita

MATAN UINSA Bahas Toleransi Berkeluarga bersama Gus Alaika

Sikap toleransi begitu penting dan perlu diawali dalam lingkungan keluarga. Kebiasaan sesuai aturan di rumah yang diterapkan orang tua akan terbawa keluar rumah. Seseorang menjadi seperti apa tergantung pengalaman dalam keluarga.

Published

on

toleransi

Surabaya, JATMAN.OR.ID: Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (MATAN) UIN Sunan Ampel surabaya kembali mengadakan kajian tematik tentang pendidikan toleransi dalam keluarga dengan narasumber Gus Alaika M. Bagus Kurnia, pengasuh YPPP an-Nuriyah Surabaya. Kajian diadakan Rabu sore (20/1) secara virtual melalui aplikasi zoom.

Gus Alaika menyampaikan, ada beberapa faktor di rumah tangga yang menjadi potensi pembentukan kepribadian anak agar menjadi anak yang lebih toleran, cerdas dalam toleran itu ada faktor internal dan eksternal. Faktor internal yakni faktor genetika, karena buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Maksudnya kepribadian seseorang tidak jauh beda dengan kepribadian orang tuanya. Faktor kedua yakni faktor eksternal, ini yang lebih mendominasi dan perlu adanya perhatian khusus orang tua. Karena di mana anak itu belajar, siapa yang mengajar, lingkungan bermain menentukan bagaimana masa depannya.

“Manusia itu makhluk sosial, jadi wajar jika ada perbedaan. Karena makna toleransi itu pilihan bukan menyalahkan, kalau menyalahkan itu bukan toleransi. Hasil dari meyalahkan yakni permasalahan.”

Kemudian Gus Alaik melanjutkan bahwasannya pendidikan yang utama yakni pendidikan spiritual, moral, ini yang fundamental. Kemudian penguatan literasi, baik digital maupun non-digital. Ini perlu dibiasakan menjadi tradisi ilmiah dalam rumah tangga. Banyak membaca buku, buku apapun itu, akan memperluas pengetahuan dan wawasan. Jika suatu saat dihadapkan dengan berbagai macam sekte atau kelompok apapun kita akan luwes dalam menyikapi.

Dijelaskan, kita perlu memberikan kebebasan kepada anak, namun tidak untuk urusan amaliyah, tauhid. Kita perlu mengajarkan toleransi, tapi jangan sampai kebablasan. Jangan sampai anak kita mudah mengkafirkan orang lain, ini perlu diperhatikan oleh orang tua. Sebagai orang tua jangan terlalu fokus mencari uang hingga lupa dengan pendidikan anak.

Diakhir, beliau memberikan pesan untuk selalu menghormati orang tua. Menjaga akhlak kepada siapapun meski beda pandangan. Berterima kasih kepada orang lain dalam segala hal. Karena ini semakin lama semakin ditinggalkan oleh kebanyakan pemuda sekarang.[Ahmad Rizkiansah Rahman]

Continue Reading

Berita

MATAN Kota Bandar Lampung akan Disertifikasi BNN

Published

on

Lampung

Bandar Lampung. JATMAN.OR.ID: Organisasi kepemudaan tarekat milik Nahdlatul Ulama Kota Bandar Lampung yaitu Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (MATAN) melakukan audiensi ke kantor BNN Provinsi Lampung, Selasa, 19/01/2021.

Dalam kunjungannya yang diterima Kepala Bidang P2M BNN Provinsi Lampung Drs. Ahmad Alamsyah, MM dan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Edy Marjoni, S.AP berlangsung akrab dan diskusi yang solutif hingga 1 jam.

Herry Miftah H.RA selaku Ketua PC MATAN Kota Bandar Lampung membawa jajaran pengurus, Muhammad Amar Bendahara, Departemen Pengkaderan M. Khalifah Dzikrullah, Departemen Kajian & dakwah Amirul Mukminin dan Departemen Cinta Tanah Air Widarko al-Ghifari.

Dalam sambutannya, Herry Miftah mengungkapkan bahwa MATAN hadir sebagai solusi, penawar dekadensi moral, kemerosotan akhlak yang menerpa kaum muda negeri ini.

Selanjutnya berkaitan dengan BNN, Herry mengungkapkan bahwa MATAN Bandar Lampung dibawah Departemen Cinta Tanah Air membentuk MATANapza, yakni Mahasiswa Tanpa Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Tentu ini perlu kerjasama dan kolaborasi dengan BNN.

Lampung

Seperti gayung bersambut, BNN Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Bidang P2M Drs. Ahmad Alamsyah, MM menyambut gembira atas dukungan para pemuda Islam untuk Indonesia bersih narkoba. “MATAN akan segera kami sertifikasi agar menjadi relawan dan penggiat anti narkoba resmi sebagai mitra BNN,” ujarnya.

Ada pelatihan satu hari untuk bisa menjadi penyuluh yang bersertifikat dan berhak memakai Pin penyuluh BNN, kata Edy Marjoni Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNN Lampung menambahkan.

Kita ketahui negara kita ini dalam darurat narkoba. Presiden Joko Widodo sudah berulang kali mengungkapkan hal tersebut. Narkoba termasuk extra ordinary crime. dan MATAN yang bergerak di ruang lingkup, kepemudaan, mahasiswa dan pesantren tentu menjadi garda terdepan. untuk berperan menjadi penyuluh Indonesia bersih narkoba.

“Karena yang pasti dengan narkoba siapapun akan rusak, termasuk akhlaqnya. Maka Narkoba juga akronim dari Negara Akan Rusak Kalau Orang Bejat Akhlaknya,” kata Widarko mencairkan suasana.

Selanjutnya MATAN kota Bandar Lampung akan mengadakan acara Suluk MATAN di bulan februari, sebagai penanggung jawab departemen pengkaderan Khalifah Dzikrullah meminta dari BNN provinsi Lampung juga bersedia menjadi pemateri. Dan langsung dijawab oleh Alamsyah dengan kesanggupan, dan menyarankan segera melayangkan surat permohonannya agar bisa masuk dan tercatat dalam agenda kegiatannya.

Sebagai penutup Herry mengatakan, “Hari ini kami bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada BNN Provinsi Lampung atas diterimanya dengan baik silaturahim ini, dan berkenan menjadi rekan yang bersama-sama bekerja untuk umat dan bangsa. Semoga Allah ridlo atas kegiatan ini. Aamiiin… [Kontributor Bandar Lampung]

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending