Connect with us

Berita

MATAN IAIN Pekalongan dan MATAN UNSIQ Wonosobo Perkuat Ukhuwah

Published

on

Wonosobo, JATMAN Online – Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Pimpinan Komisariat (PK) Mahasiswa Ahli Thoriqoh Mu’tabaroh An-Nahdliyah (MATAN) Instutut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan bersama  PK MATAN Universitas Sains dan Ilmu Qur’an (UNSIQ) Wonosobo adakan silaturohim dan ziarah makam pendiri Pondok Pesantren Al-Asy’ariyah, Kalibeber, Kec. Mojotengah, Kab. Wonosobo, Jum’at (27/11).

Kegiatan ini diawali dengan Silaturrohim antara PK MATAN IAIN Pekalongan dengan PK MATAN UNSIQ Wonosobo, lalu dilanjutkan sowan (ziarah) ke maqbaroh auliya’ para pendiri pondok pesantren Al-Asy’ariyyah yang menjadi cikal bakal besarnya nama ponpes Al-Asy’ariyah dan berjaya hingga sekarang, diantaranya adalah sowan (ziarah) ke komplek makam K.H. Muntaha Awal(Karangsari), K.H. Asy’ari dan K.H. Muntaha Alhafidz (Deroduwur) diisi dengan bacaan Tahlil dan Sholawat nariyah, kemudian dilanjutkan sharing-sharing ilmu keorganisasian seputar MATAN di sekertariat PK MATAN UNSIQ.

Ketua PK MATAN UNSIQ Syafri Fajarwanto mengatakan, silaturohim dan ziarah adalah amaliyah warga nahdliyyin yang harus kita lestarikan, karena silaturrahim di samping banyak keutamaannya diantara lain dimurahkan rezeki dan dipanjangkan umurnya, juga dari segi tasawuf sebagai penyambung hubungan lahir maupun batin (nyambung roso handarbeni) antar sesama, dari segi sosial kemanusiaan pun sebagai sarana untuk menyenangkan perasaan orang lain dengan bertegur sapa menanyakan kabar.

Sedangkan ziarah kubur sendiri itu dianjurkan, sebagai media untuk mengingat mati juga untuk mempersiapkan bekal untuk akhirat, terlebih lagi jika ziarah ke makam para wali dan sholihin, itu merupakan ibadah yang disunnahkan. “Silaturrahim adalah media untuk menyambung raga, sedangkan ziarah (kubur) adalah silaturruh atau menyambung ruh kita kepada para auliya’ yang telah mendahului kita” Ujarnya.

Koordinator Departemen Dakwah dan Jurnalistik PK MATAN UNSIQ Muhammad Falahudin memberikan dukungan penuh dan apresiasi terkait adanya kegiatan ini, yang menunjukan adanya hubungan baik antar lembaga MATAN lintas Universitas demi mewujudkan sinergitas yang solid antar MATAN lintas Universitas. “Adanya kegiatan silaturrohim seperti ini semoga bisa terus berlanjut sampai generasi MATAN di masa-masa mendatang, karena dapat merekatkan rasa sosial-humanis antar kader MATAN” Ucapnya.

Anggota PK MATAN IAIN Pekalongan M. Nailul ‘Ulum mengatakan ajang silaturrohim ini sangat bagus untuk saling tukar pikiran dan sharing ilmu tentang kemajuan dan berkembangnya MATAN ke depan, “Dengan sowan (ziarah) ke makam K.H. Muntaha bin K.H. Asy’ari, kita bisa menjadikan beliau sebagai teladan dalam mengamalkan ilmu-ilmu Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, maupun diamalkan kepada generasi MATAN di masa mendatang pada khususnya untuk kemajuan organisasi, ataupun generasi muda millenial pada umumnya” Pungkasnya. (red. Arif Subhi)

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending