MATAN DKI Gelar Suluk Lintas Kampus, Ini Kerennya Tarekat

BOGOR – Demi memperkuat kaderisasi Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah di berbagai kampus, PW MATAN DKI Jakarta menyelenggarakan Suluk MATAN 1 angkatan ke 5 yang berlangsung di Ponpes Al Rabbani Islamic College, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan pengkaderan yang berlangsung selama 3 hari 2 malam sejak tanggal 25 Oktober hingga 27 Oktober 2019 itu mengangkat tema “Membangun Spiritualitas, Intelektualitas dan Kemandirian Ekonomi Generasi Teknologi 4.0”.

“Alhamdulillah, acara Suluk MATAN 1.5 telah usai semalam, semoga dengan materi-materi yang telah disampaikan dapat membekali para kader masa depan bangsa,” ucap Dr. Ali. M. Abdillah, Ketua PW MATAN DKI Jakarta.

Pengasuh Al Rabbani Islamic College tersebut juga menyebutkan bahwa peserta berasal dari berbagai kampus diantaranya; Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), serta Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Riau dan Universitas Muhammadiyah Tangerang.

“Ternyata ajaran yang berbasis spiritual berhasil menyatukan anak bangsa, seperti Suluk MATAN ini yang mampu menyatukan generasi lintas kampus,” bebernya.

Para peserta disuguhkan beberapa materi sebagai pembekalan, diantaranya
“Peran dan Praktek Tarekat dalam Wushul Ilallah” oleh Dr. KH. Ajid Thohir, lalu “Menggali Potensi Spiritual menuju Sang Ilahi” oleh Dr.  KH. Ali M. Abdillah, MA. Selain itu peserta Suluk yang akrab disapa Salik dan Salikat itu juga dikenalkan dengan sistem organisasi MATAN yang disampaikan oleh Dr. Idris Wasahuha.

Untuk kemandirian ekonomi peserta dibekali materi dan motivasi seputar kewirausahaan oleh Dr. Imam Gunawan, MAP. Sedangkan untuk melihat pergerakan politik kebangsaan NU, peserta dipertemukan dengan mantan wakil BIN sekaligus wakil Ketum PBNU 2015-2020 Dr. KH. As’ad Said Ali.

Tak hanya itu, peserta juga diperkuat wawasannya seputar peran tarekat dalam melawan kolonialisme dan membangun peradaban oleh Dr. Ahmad Baso. Ditambah motivasi dan konsolidasi oleh tim trainer.

Demi memperkuat nasionalisme dan menghadang gerakan radikalisme dan terorisme, MATAN menghadirkan Brigjen. Ir. H. Hamli, M.E selaku Direktur Pencegahan BNPT yang memaparkan bagaimana peran pemuda dan mahasiswa dalam melawan kelompok radikal anti NKRI.

Acara suluk MATAN diakhiri dengan proses pengukuhan anggota baru MATAN di tiap komisariat dan pembentukan beberapa komisariat baru se-Jakarta dan di akhir pertemuan secara serentak anggota MATAN menyerukan kalimat tauhid.

“Bagi kader MATAN kalimat tauhid dijadikan sebagai prinsip akidah dan dzikir supaya hati senantiasa bisa mengingat Allah. Kader MATAN menjadikan kalimat tauhid sebagai pemersatu anak bangsa bukan dijadikan alat propaganda politik yang memecah belah persatuan bangsa,” pungkas ketua PW MATAN DKI tersebut. (eep/yani)

Komentar
Loading...