Connect with us

Daerah

MATAN Bogor Silaturahmi ke PCNU Kab. Bogor

Pengurus Cabang Mahasiswa Ahltih Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (PC MATAN) Bogor mengadakan kegiatan kunjungan ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor pada Sabtu (10/10).

Published

on

Photo: MATAN Bogor

Bogor, JATMAN Online: Dalam rangka silaturahmi ini PC MATAN Bogor bertemu langsung dengan Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Bogor di kantor PCNU Kab. Bogor. Para pengurus MATAN Bogor yang hadir diberikan dawuh dan saran-saran serta harapan MATAN kedepannya khususnya MATAN Bogor ini.

“Saya harap MATAN menjadi gerakan yang berbeda di kampus-kampus, terutama kampus umum yang mampu menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual”. Kata Kyai Aim.

KH. Aim Zainudin melanjutkan pembicaraanya kepada pengurus MATAN Bogor, MATAN ini bisa menjadi solusi bagi pemuda khususnya mahasiswa agar dapat menyeimbangakan kecerdasan intelektual dan spiritual.

“Sebab, gerakan mahasiswa sekarang cenderung hanya mengandalkan kecerdasan intelektual saja sehingga jiwa mereka kering dan mudah terbawa emosi serta tak terkontrol. Harapannya, MATAN bisa menyadarkan mahasiswa akan pentingnya keseimbangan kecerdasan tersebut sehingga mampu menciptakan generasi yang mempuni di masa yang akan datang”. Tegas Ketua Tanfidz NU Kab. Bogor.

Selaras dengan yang dikatakan oleh Kyai Aim, Gus Abdul Wahab selaku ketua MATAN Bogor berharap MATAN dapat menjadi pilihan berorganisasi bagi kalangan muda dan mahasiswa.

“Para kalangan muda, terutama mahasiswa mengenal dan memahami pentingnya thariqah guna penyucian diri dan pendekatan kepada Allah Swt” Jelasnya. [Arip]

Continue Reading

Daerah

Dzikir dan Baiat Tarekat Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah

Published

on

By

Makassar, JATMAN.OR.ID: Majelis Ikhwan (MI) Tarekat Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah bekerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Makassar mengadakan Istighosah Kubro dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional. Kegiatan ini diisi dengan dzikir dan do’a  untuk umat dan bangsa. Selain itu, terdapat penganugerahan sanad tarekat Muhammadiyah Al-Sanusiyah Al-Idrisiyah pada Jum’at (23/10).

Kegiatan dimulai dengan shalat Ashar berjamaah, khataman al-Quran dan membaca salah satu hizb syahr yang berlaku di tarekat Al-Muhammadiyah.

Dalam sambutannya Dr. K.H. Amirullah Amri, MA. selaku Ketua Majelis Ikhwan Indonesia, mengungkapkan pentinya bertarekat bagi semua kalangan dan membangun sinergitas seluruh pengurus ikhwan untuk menjalankan amanah masyaikh tarekat.

Prof. Dr. Kadir Ahmad, MS. APU. selaku Mustasyar Majelis Ikhwan Indonesia dan Ketua JATMAN Prov. SULSEL secara umum menyampaikan, peran ulama-ulama Sulawesi Selatan dalam mengayomi dan membina umat, yang diantara para mayoritas ulama tersebut juga sekaligus mursyid atau pengamal tarekat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat amalan wirid tarekat Al-Muhammadiyah dan penganugerahan sanad ijazah tarekat oleh Syekh. Dr. KH. Baharuddin Abduh Al-Shafa, M. Ag. kepada 146 orang; lebih khusus Dr. Kamaruddin Hasan (Ketua STIA Al-Gazali Kab. Barru), Andi Nur Syahid Sewang (Direktur Kurir Langit Kab Barru), Dr. Husain Al-Polmasi (Dosen STAIN Majene Prov. Sulawesi Barat), dan beberapa perwakilan dari Makassar, Maros, Gowa, Barru, Wajo, Kab. Mejene, Jayapura dan lain-lain.

Usai Maghrib, pelantikan pengurus ikhwan tarekat berbasis Perguruan Tinggi dan Pesantren, yaitu MI Al-Sahabah Universitas Islam Makassar, Pesantren Ilmul Yaqin Tompo Bule Kab. Maros, Pesantren Ulul Al-Albab makassar, Pesantren Al-Fakhriyah Makassar, dan Pesantren MDIA Taqwa Makassar.

Setelah itu dilanjutkan dengan Istighosah untuk mendo’akan keselamatan bangsa, khususnya pandemi covid-19 dapat segera berakhir. Dzikir dipandu oleh ust. Drs. H. Misbahuddin Salamu, MA., dan dzikir tarekat oleh ust. Waris Usman, ust. Harun, ust Humaidi Ali S.Q, bacaan dzikir dan doa yang dibaca adalah Kanz Saadah. Do’a dzikir dipimpin oleh Prof. H. Najamuddin HS., Ph.D.

Ruangan utama shalat Masjid Raya Makassar dipenuhi oleh peserta dzikir dengan kehadiran Lembaga dan BANOM NU serta utusan santri pesantren. peserta yang hadir tetap menerapkan protokoler kesehatan dengan ketat.

Turut hadir Pejabat Walikota Makassar Prof. Dr. Ir. Rudy Djamaluddin, M.Eng., Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kemenag) Sulsel Drs. Khaeroni, M. Si., Ketua MUI SULSEL Dr. K. H. Sanusi Baco, Lc., Kepala Kemenag Kota Makassar Dr. H. Ambo Tuo Arsyad, M. Ag, Tokoh Nasional dan tokoh Masyarakat SULSEL dan Makassar, Ketua PCNU Makassar Dr. K. H. Kaswad Sartono, MA. dan pengurus Kota maupun Kecamatan. Rangkaian puncak kegiatan diakhiri dengan tausiyah dan do’a oleh Dr. AGH. Sanusi Baco, Lc. [Hardianto]

Continue Reading

Daerah

Habib Luthfi dan Gubernur Jabar Hadiri Istighosah Kubro

Published

on

By

Kota Bandung, JATMAN.OR.ID: Habib Luthfi bin Yahya menghadiri acara Istoghosah Kubro dan Peringatan Hari Santri di Masjid Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (21/10). Dalam acara tersebut dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar.

Acara ini digelar dengan undangan terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Selain itu, sekitar 1 juta santri di seluruh Jabar mengikuti istighosah kubro dengan khusyu’ secara virtual. Acara ini juga dalam rangka memperingati Maulida Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa istighosah kubro menjadi salah satu momentum untuk instropeksi dan memanjatkan do’a kepada Allah SWT.

“Momen ini sangat tepat digelar sebagai bahan introspeksi kita dan mohon pertolongan kepada Allah SWT terkait masalah bangsa saat ini,” jelasnya.

Habib Luthfi bin Yahya dalam ceramahnya menyatakan, istighosah memiliki arti bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk lemah yang tidak akan sanggup menyelesaikan permasalahan tanpa pertolongan Allah SWT.

“Kita mohon pertolongan kepada Allah atas ketidakmampuan kita, maka istighosah tersebut menunjukkan kelemahan kita dan masih sangat perlu pendekatan diri kita kepada Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Dengan berdizkir dan mengingat kebesaran Allah SWT, kata Habib Luthfi, maka ketauhidan dalam diri seseorang akan semakin kuat. Pun demikian dengan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui apa yang kita baca dan mengingat kebesaran-kebesaran Allah SWT akan menambah tauhid, ma’rifat, dan keyakinan kita kepada Allah. Selain itu, dapat menuntun kita untuk peduli sesama,” kata Habib Luthfi Wantimpres RI.

Melanjutkan pembahasannya Ketua Forum Sufi Dunia menganalogikan negara dengan sebutir nasi.

“Sebutir nasi yang hadir itu, banyak tangan yang ikut andil di dalamnya. Ada yang menanam bibit, ada yang mencangkul. Lalu seandainya nasi itu dimasak oleh ibu kita, bapak bekerja cari uang setengah mati. Begitu menanak nasi lalu anak-anaknya bilang kurang asin atau terlalu keasinan. Ibu disalahkan. Malu kalau begitu, seharusnya kita tinggal makan saja,” tuturnya.

Soal hubungannya dengan negara, Habib Luthfi menjelaskan, negara ini pun tak tiba-tiba hadir tanpa adanya andil dari para pendiri bangsa dan leluhur. Baik dari kalangan masyarakat bawah maupun elite, turut andil dalam menggapai kemerdekaan.

“Sebutir nasi kembali yang ikut andil tangan ini banyak, bagaimana bangsa ini? Apakah Indonesia sekonyong-konyong merdeka? Tidak, ribuan tangan yang ikut andil. Dari mulai yang paling bawah ikut andil, bagi yang punya nasionalisme kepada republik ini. Oleh karena itu sejauh mana kita bisa ikut memelihara, sejauh mana kita ikut berkontribusi,” jelasnya.

Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN) menegaskan kepada para hadirin kontribusi apa yang sudah diberikan untuk Indonesia ini.

“Boleh saya bertanya tahun 1945, apakah kita sudah ada di Indonesia, tahun 47, 49, 55 sudah hadir? Kita punya kontribusi? Kayak hidangan itu sudah di atas meja, tinggal merasakan, ucapan terima kasih wahai bapakku pendiri bangsa ini. Sejauh mana kita ucapkan terima kasih kepada pendiri dan leluhur bangsa. Sudah punya kontribusi apa? Malu saya kalau merasakan begitu seperti tidak kuat, karena kita masih belum bisa membalas jasa-jasa beliau (para pendiri bangsa),” Tegasnya.

Continue Reading

Daerah

Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya Peringati Hari Santri 2020

Published

on

By

Surabaya, JATMAN.OR.ID: Tanggal 22 Oktober 2020 diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Untuk tahun ini, Hari Santri 2020 bertemakan “Santri Sehat, Indonesia Kuat”. Tema tersebut diambil mengingat peringatan hari santri tahun ini di tengah-tengah pandemi yang sedang melanda di seluruh dunia, yakni pandemi COVID-19.

Seluruh santri di berbagai pondok pesantren sorak bergembira memperingati dan memeriahkan Hari Santri 2020 dengan berbagai kegiatan dan acara, seperti upacara bendera, istighosah, pengajian, lomba dan sebagainya. Tak terkecuali di Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya.

Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya turut memeriahkan Hari Santri 2020 dengan mengadakan pengajian dan istighosah pada Kamis Malam (22/19) dengan dipimpin langsung oleh Pengasuh Romo KH. Imam Hambali.

Kegiatan peringatan Hari Santri di Al-Jihad ini diikuti oleh sebagian santri yang masih berada di Pondok dan juga diikuti oleh santri dari rumah masing-masing melalui live streaming di youtube.

Kegiatan peringatan Hari Santri tersebut dimulai dengan pembacaan sholawatan dan istighosah yang dipimpin oleh Romo. KH. Imam Hambali.

Dalam kesempatan tersebut Abah Imam memberikan mauidzoh bahwa hebatnya Islam itu karena persatuan. Islam bisa tegak adalah karena adanya persatuan.

Kemudian Abah Imam menjelaskan kekuatan barokahnya fatihah kepada guru dan orang tua. Ketika ada kebuntuan membacakan fatihah kepada guru dan orang, maka insyaallah akan segara dapat pencerahan.

Lanjut beliau, setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan, asalkan punya dua hal yakni, sabar dan tawakkal. Dengan sabar masalah akan hilang. Supaya bisa sabar maka harus tawakkal. Tawakkal itu tidak mengatur Allah. Dikatakan kuat itu ketika bisa sabar dan tawakkal.

Di akhir kegiatan Abah Imam menutup kegiatan dengan do’a. [Alvin Jauhari]

Continue Reading
Advertisement

Facebook

Trending