MATAN Bentengi Mahasiswa Dari Paham dan Aqidah Menyimpang

0

PROBOLINGGO – “Salah satu tujuan didirikannya MATAN adalah untuk membentengi mahasiswa pada khususnya dan pemuda pada umumnya dari paham dan aqidah yang menyimpang, dan ini sejalan dengan visi HMASS,” ungkap Maghfur Ramdlani selaku Ketua MATAN Universitas Nurul Jadid dalam sambutannya pada kajian An-Najah HMASS yang ke 3 di Aula Madrasah Aliyah Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Sabtu (20/7).

Maghfur menilai bahwa sebuah langkah tepat Harokah Mahasiswa Alumni Santri Sidogiri (HMASS) bisa mengadakan Kajian An Najah bersama MATAN Nurul Jadid. Menurutnya HMASS sebagai wadah gerakan mahasiswa alumni santri Pondok Pesantren Sidogiri (PPS) bisa bersinergi dengan MATAN dan tidak berhenti pada kegiatan kajian tersebut.

Dalam kesempatan itu, M. Syamsul Arifin Munawwir, S. Psi yang menjadi pembicara mengingatkan untuk selektif dan berhati-hati dalam memilih guru. Sebagaimana dalam kitab Risalah Ahlissunnah wal Jama’ah “fandzuru ‘amman ta’khudzu diinakum” (hendaklah kamu perhatikan dari siapa kamu belajar agama) yang dikutip KH. Hasyim Asy’ari dari perkataan Ibnu Sirin.

“Sebab di akhir zaman muncul orang yang bicara ilmu agama tapi belum pernah kalian dengar dari orang orang sebelumnya. Bukan hanya itu banyak juga yang hanya pandai bicara namun tingkah lakunya tidak mencerminkan keilmuannya, NATO (No Action Talk Only),” jelas Syamsul dihadapan 150 siswa dan mahasiswa. (eep)

Comments
Loading...