MATAN Ajarkan Islam Washatiyah pada Kadernya

BANTAENG – “MATAN sebagai pengamal Islam wasathiyah atau mengambil jalan Islam moderat hadir untuk mensinergikan dan memfungsikan aplikasi ajaran Islam dalam syariat disertai dengan spirit hakikat Islam, yaitu tarekat,” ucap Syekh Abdul Aris Al-Bugisiy dalam Opening Ceremony Suluk MATAN Kab. Bantaeng, Jum’at (1/11) di Kantor Kementerian Agama di jalan A. Mannappiang, Lamalaka, Kec. Bantaeng, Kab. Bantaeng.

Khalifah Tarekat Naqshabandiyah Khalidiyah tersebut menyampaikan bahwa kondisi umat saat ini sedang dihadap-hadapkan antara ahli zahir dan ahli batin, antara ahli syariat dan ahli hakikat. Keduanya saling memosisikan diri paling benar dan tidak jarang saling menyerang dan perang wacana.

Dengan hadirnya MATAN maka persoalan itu dapat didialogkan dan didudukkan bersama. Apalagi di tengah tingginya ghirah kegamaan kaum muda, MATAN mengajak untuk mengaplikasikan agama secara utuh.

MATAN sebagai organisasi dibawah naungan JATMAN sedangkan JATMAN berada dibawah naungan keluarga NU. MATAN yang berdiri sejak 2012 juga bertujuan untuk kembali mengangkat marwah Islam melalui tarekat mu’tabarah yang jumlahnya sekitar 45 tarekat.

“Manfaat lain dari kehadiran MATAN adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan negara republik Indonesia dengan berupaya menangkal gerakan radikalisme di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan, dan lebih khususnya lagi di kabupaten Bantaeng dengan melakukan pengkaderan suluk MATAN pada tgl 1-3 November 2019,” pungkasnya. (hrd/eep)

Komentar
Loading...