Masjid Terbesar Di Eropa Diresmikan di Chechnya

SHALI – Masjid terbesar di Eropa diresmikan pada Jum’at (23/8) lalu di Kota Shali Chechnya. Dalam peresmian tersebut hadir tokoh perwakilan dari 43 negara asing diantaranya berasal dari Arab Saudi, Kuwait, Yaman, Suriah, Mesir dan Maroko. Hadir pula ulama terkemuka dunia, di antaranya Habib Umar bin Hafidz, Dr. Taufiq Ramadhan Al Buthi, Syaikh Abu Bakar Ahmad Grand Mufti India, Dr. Aiman Rusydi Suwaid.

Masjid yang dibangun sejak 7 tahun lalu ini memiliki 12 pancuran air dan taman yang indah. Masjid ini mampu menampung lebih dari 20 ribu jamaah. Kapasitas masjid ini mengalahkan Masjid Agung Moskow atau Moskovskiy Soborniy Mecet di Rusia, Cologne Central Mosque di Jerman, Masjid Baitul Futuh di London dan Masjid Agung Roma di Italia yang hanya menampung sekitar 7 hingga 12 ribu jamaah.

Foto IG Habib Umar Indonesia

Masjid yang memiliki 4 menara dan masing masingnya setinggi 63 meter ini didedikasikan untuk Akhmad Kadyrov, presiden pertama Chechnya. Ayah dari Presiden Chechnya, Ramzan Kadyrov. Ayah dan anak ini dikenal sebagai pengamal tarekat yang mencintai ahlul bait (habaib).

Ini bukan kali pertama Chechnya memiliki masjid yang besar. Sebelumnya pada tahun 2008 juga telah diresmikan Masjid Akhmad Kadyrov berkapasitas 10.000 jama’ah.

Dalam peresmian, utusan Presiden Rusia, Alexander Matovnikov membacakan pesan ucapan selamat dari Vladimir Putin.

Foto IG Habib Umar Indonesia

Sebuah implementasi besar, proyek mengesankan ini adalah acara penting bagi warga Shali dan seluruh Republik Chechnya. Sebuah masjid baru yang akan digunakan untuk menjadi pusat spiritual dan pusat pendidikan, sumber untuk mempromosikan nilai-nilai Islam dan pusat kehidupan agama dan budaya bagi umat Islam di wilayah tersebut.

“Saya yakin bahwa masjid yang luar biasa ini, salah satu yang terbesar di Eropa, akan membantu menarik orang, terutama generasi muda, dengan tradisi historis dan agama ayah dan kakek mereka dan mempromosikan perdamaian dan kesepakatan dalam masyarakat kita,” sebagaimana dikutip dari en.kremlin.ru. (eep)

Komentar
Loading...