Masjid dan Gereja di Dunia yang Dibangun Berdampingan

Masjid dan gereja merupakan dua bangunan tempat ibadah agama samawi yang keduanya memiliki penganut terbesar di dunia. Bangunan tersebut kerap dijadikan simbol atau penanda eksistensi umat Islam maupun Kristiani. Tidak hanya itu, arsitektur keduanya juga kerap menjadi ukuran kejayaan kedua agama ini.

Di beberapa negara, termasuk di Indonesia gereja dan masjid utama di bangun secara berdampingan. Tujuannya tak lain, sebagai penanda toleransi antar umat beragama. Ini tentu saja merupakan hal yang positif. Sebab kita tahu, di beberapa tempat kedua agama besar ini masih kerap dipertentangkan.

Berdirinya masjid dan gereja secara berdampingan paling tidak menyimbolkan bahwa umat Muslim dan Kristen, juga umat agama lain sejatinya bisa hidup saling berdampingan. Lanskap ini menyiratkan adanya toleransi beragama di wilayah atau negara tersebut.

Berikut ini sejumlah masjid dan gereja di tempat-tempat di dunia yang dibangun berdampingan:

Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral
Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Foto: Researchgate

Jika melintas di Jalan Medan Merdeka, Jakarta, kita akan melihat dua bangunan besar yang megah dan mencolok. Yaitu sebuah masjid dan gereja, yakni masjid Istiqlal dan gereja Katedral, tempat beribadah dua pemeluk agama berbeda.

Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara, dibangun berdampingan dengan Gereja Katedral yang hanya dipisahkan oleh Jalan Wijaya Kusuma.

Masjid Istiqlal sengaja dibangun pada era Presiden Sukarno berdekatan dengan Gereja Katedral. Alasannya, untuk mempererat kerukunan antara umat Muslim dan umat Katolik di Indonesia.

Masjid Istiqlal dibangun di atas sebuah taman, yang ketika itu terbesar di Asia Tenggara, yakni Taman Wijayakusuma. Nama Istiqlal yang artinya “kemerdekaan” disematkan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang dimanifestasikan dalam toleransi umat beragama.

Tak heran, jika pembangunan Istiqlal diarsiteki oleh seorang arsitek kenamaan, Fredrick Silaban, yang beragama Kristen.

Masjid Mohammed El Amin dan Katedral St. George Maronite Beirut, Lebanon
Masjid Mohammed El Amin dan Katedral St. George Maronite Beirut, Lebanon. Foto: Wikipedia.

Di Beirut, pusat kota terbesar di Lebanon, ada masjid bernama Mohammed El Amin yang dibangun berdampingan dengan gereja Katedral St. George Maronite.

Yang menarik, menara gereja yang dibangun, pernah disesuaikan ketinggiannya dengan ketinggian menara masjid. Ini dilakukan agar tidak adanya kecemburuan sosial antar umat beragama.

Yang unik juga, di setiap waktu salat tiba, sangat lazim terdengar di sana suara azan yang berbarengan dengan suara lonceng gereja. Tidak ada yang protes dengan situasi ini, karena hal tersebut justru menunjukkan toleransi yang tinggi antar kedua umat beragama.

Masjid Besar Amru bin Ash, Gereja dan Sinagog Yahudi di Kairo, Mesir
Masjid Besar Amru bin Ash, Gereja dan Sinagog Yahudi di Kairo, Mesir. Foto: edtrayes.com.

Di Kairo, Mesir, masjid besar Amru bin Ash berdiri berdampingan dengan sebuah gereja tua dan sinagog. Artinya, tiga tempat ibadah agama Islam, Kristen, dan Yahudi berdiri secara berdampingan.

Bangunan-bangunan itu rata-rata sudah berumur sangat tua, bahkan masjidnya diperkirakan telah berusia lebih dari 1.500 tahun.

Masjid Besar Amru bin Ash berada di dekat bekas benteng Romawi yang kini dijadikan Gereja Babylon, pusat perkembangan Kristen Koptik di Mesir. Di bawah tanah kawasan Kairo lama ini juga ditemukan sebuah Sinagog, tempat ibadah orang Yahudi.

Sejauh ini, masing-masing pemeluk tiga agama tersebut tidak pernah bertikai, mereka menjalankan ibadah agama masing-masing dengan damai.

Masjid King Abdullah I dan Gereja Ortodok Yunani St. Mary di Amman, Yordania
Masjid King Abdullah I dan Gereja Ortodok Yunani St. Mary di Amman, Yordania Foto: Flickr.

Di pusat kota Amman, Yordania berdiri masjid megah bernama Raja Abdullah I berdampingan dengan Gereja Ortodok Yunani St. Mary.

Masjid yang kubahnya didominasi warna biru tersebut dibangun sekitar tahun 1980-an. Tepat di belakang masjid terdapat sebuah gereja. Kedua tempat ibadah Muslim dan Kristen ini telah ada dan berdampingan sejak zaman dahulu, menjadi simbol toleransi beragama di negara tersebut.

Banyak masjid yang dibangun berdampingan dengan rumah ibadah agama lain, sebagai simbol toleransi antar umat beragama. Kendatipun, kata toleransi sendiri nyatanya lebih ringan diucapkan ketimbang dijalankan.

Di Indonesia sendiri, meski Istiqlal berdampingan dengan Katedral, bahkan sekarang oleh pemerintah pusat akan dibuatkan terowongan yang menghubungkan keduanya, sikap intoleransi beragama, secara langsung atau tidak langsung masih kerap terjadi di berbagai pelosok di Indonesia.

Artinya, simbol-simbol itu memang penting. Namun, terlebih penting lagi adalah untuk memberikan pemahaman bahwa toleransi itu harus berasal dari hati. Kita tinggal bertanya pada diri kita, sudahkah kita sungguh toleran dengan selain kita?

Baca Lainnya
Komentar
Loading...