Portal Berita & Informasi JATMAN

Masjid at-Taqwa Choenan, Masjid yang Ramah Tamah

0 15

Masjid adalah tempat yang aman. Siapapun yang masuk ke dalamnya akan merasa tenang. Jangankan yang muslim, yang non-muslim pun akan merasa nyaman ketika singgah di sini, paling tidak mau duduk sebentar sekedar ngobrol-ngobrol sambil minum-minum teh Gingseng khas Korea dengan para pendekar masjid (sebutan untuk pekerja migran Indonesia yang mengurus dan menjaga masjid at-Taqwa ini), ungkap Heryanto – selaku pengurus masjid.

Di Choenan Korea Selatan, ada masjid orang Indonesia namanya at-Taqwa. Letaknya sangat strategis karena berada di sekitar tempat perbelanjaan dan perkantoran. Di samping sebelah kanan atas masjid akan dibangun mall besar Choen-An. Di samping sebelah kirinya ada halte bus yang menghubungkan kota-kota. Di depan dan belakangnya ada tempat les belajar kesenian korea dan cafeteria untuk nongkrong santai sambil meminum kopi. Sehingga masjid ini banyak disinggahi oleh warga asing muslim untuk melaksanakan sholat. Apalagi di hari jumat, akan banyak warga asing muslim yang ikut melaksanakan sholat jum’at. Terutama dari Kirgizstan, Tajikistan dan Uzbekistan.

Gedung masjid ini masih kontrak, sebelumnya gedung ini adalah sebuah restaurant. Setelah restaurant tersebut pindah, maka warga Indonesia yang ada di Choenan mengontrak gedung ini untuk dijadikan tempat ibadah. Mulai dari patungan sesama PMI (pekerja migran Indonesia) dan mendapat bantuan dari teman-teman pekerja yang lain, Alhamdulillah sekarang sudah berjalan 3 tahun, masjid ini semakin menunjukkan eksistensinya dengan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Kegiatan shalat fardlu berjamaah dilakukan setiap waktu shalat. Kegiatan keekonomian masjid pun diperdayakan dengan adanya koperasi yang menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok sehari-hari. Kegiatan sosial juga dilakukan dengan gotong-royong membantu warga Indonesia yang kesulitan dalam beaya pengobatan dan lain-lain.

Kegiatan keagamaan selama dihadirkan Dai TIDIM (Tim Inti Dai Internasional dan Media) JATMAN di sini semakin menambah semangat para warga Indonesia untuk berdzikir dan mengaji. Setiap bada shalat dzikir thariqah, dilanjut dengan bershalawat sambil bersalaman. Setiap ba’da maghrib diadakan pengajian alquran dan tafsirnya secara lingkaran dan bergantian. Setiap ba’da shubuh diadakan kultum shubuh dilanjutkan dengan dialog. Para jamaah yang terdiri dari para PMI boleh bertanya tentang apa saja berkaitan dengan keagamaan Islam.

Para jamaah pun terkesan dengan hadirnya program Dai TIDIM JATMAN bekerjasama dengan PCINU Korea Selatan, dengan harapan program ini terus berkelanjutan, jangan hanya sampai tiga bulan saja. Kalau bisa terus setiap bulan selama setahun tidak berhenti. “Kami siap dengan menjamu makanan ala Indonesia dan dijamin halal. Ustadz tidak perlu khawatir,” ungkap Heryanto – Pengurus Masjid at-Taqwa di Choenan.

Mengapa Ustadz tidak perlu khawatir? Karena di masjid ini sudah dilengkapi dengan juru dapur yang juga PMI(Pekerja Migran Indonesia) tapi belum dapat pekerjaan yang cocok. Sambil menunggu panggilan pekerjaan yang diminati, biasanya mereka singgah sementara di masjid sambil beri’tikaf. Selama belum mendapatkan pekerjaan, mereka membantu memasak untuk menjamu jamaah-jamaah masjid. Sehari dua kali, biasanya jamaah yang datang shalat di masjid akan disambut dengan ramah tamah. Makan-makan.

Setelah shalat dzuhur dan shalat isya. Para pekerja yang I’tikaf di masjid ini biasanya 7 sampai 10 orang, terkadang ada juga mahasiswa yang ikut i’tikaf di masjid ini sekaligus bantu-bantu menjadi penerima tamu atau masak-masak. Kamil contohnya, seorang mahasiswa asal Jakarta yang sedang menempuh S-2 jurusan IT di universitas di Choenan.

PMI di Korea ini adalah para pekerja terpilih dari hasil seleksi G to G atau “Government to Government” ke Korea yang dilakukan oleh BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia). Minimal pendidikan SMP dan umur di bawah 39 tahun, sehat jasmani dan ruhani, menguasai Bahasa Korea dan lulus tes tulis serta interview, maka akan mendapatkan kesempatan bekerja di Korea.

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I (Tim Inti Dai Internasional dan Media/TIDIM JATMAN)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

five + four =