Masih Muda, Rajin Olahraga, Kenapa Kena Jantung?

Daftar orang dengan usia muda yang meninggal karena penyakit jantung terus bertambah. Kali menimpa artis peran Ashraf Sinclair, suami dari artis dan penyayi populer Bunga Citra Lestari. Ashraf meninggal di usia 40 tahun.

Sebelumnya, deretan orang muda dari berbagai profesi juga meninggal terserang sakit jantung, sebut saja aktor dan anggota DPR-RI Adje Massaid, pesinetron Cecep Reza, penyanyi Mike Mohede, pelawak Ade Namnung, dan banyak lagi. Belum lagi, dari kalangan orang-orang biasa.

Banyak orang merasa heran, sebab orang-orang muda yang meninggal dunia karena jantung ini adalah orang-orang yang tampaknya memiliki pola hidup sehat, ekonomi yang mapan, serta rajin pula berolahraga.

Pertanyaan muncul, kenapa orang yang masih muda, kelihatan sehat, rajin berolahraga, bisa terkena serangan jantung? Padahal biasanya, penyakit jantung ini dikenal kerap menyerang orang-orang berusia lanjut, yakini usia 50 tahun ke atas bagi pria, atau 65 tahun ke atas bagi wanita.

Ada sebuah riset yang dipublikasikan tahun 2019 lalu, yang mengungkapkan bahwa saat ini serangan jantung terhadap orang-orang muda di bawah usia 40 tahun semakin meningkat.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Kemenkes tahun 2013 penderita penyakit jantung koroner di Indonesia mencapai angka 12,1 persen dari populasi.

Penyakit ini banyak diderita oleh kelompok usia muda, di mana 39 persen berusia kurang dari 44 tahun. Kemudian, 22 persen dari penderita jantung usia muda itu, ada di kisaran 15 – 35 tahun.

Faktor Penyebab

Faktor risiko terbesar banyaknya orang muda terserang penyakit jantung, salah satunya adalah meningkatnya penderita diabetes tipe 2 di kalangan anak muda. Hal ini, seperti disampaikan dokter ahli jantung Luke Laffin, sebagaimana dikutip Kompas.com disebabkan oleh:

Pertama, pola makan yang keliru serta terlalu sering mengonsumsi makanan olahan. Mengonsumsi makanan dan minuman yang manis secara berlebihan juga menambah risiko terkena penyakit jantung.

Kedua, obesitas atau kegemukan.

Ketiga, gaya hidup yang pasif atau menurunnya aktivitas fisik. Seperti karena terlalu sering menggunakan waktunya untuk bermain ponsel. Dalam beberapa tahun terakhir, gaya hidup semacam ini memang menjadi tren di kalangan anak muda. Sehingga muncul istilah ‘mager’ ‘malas gerak’, ‘kaum rebahan’, dan sebagainya.

Lalu. kenapa orang yang rajin berolahraga serta punya aktivitas fisik yang normal juga masih kerap terserang penyakit jantung?

Ternyata, memang gaya hidup yang tampaknya sehat serta aktivitas olahraga yang cukup, tidak sama sekali menjamin seseorang dari risiko terkena sakit jantung. Di sinilah perlunya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, meliputi kolesterol, gula darah, serta tekanan darah. Sebab tiga faktor inilah yang selalu jadi biang kerok terjadinya penyumbatan pembuluh darah penyebab serangan jantung.

Terlepas dari semua itu, ajal seseorang bukanlah urusan tua atau muda. Juga bukan soal urusan penyakit jantung atau penyakit lainnya. Sebab Allah Swt berfirman:

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Munafiqun, 63 : 11).

Pelajaran yang bisa kita ambil dari peristiwa kematian di usia muda adalah, selain harus terus menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat, menyiapkan bekal menuju kematian juga adalah hal yang penting. Sebab mati itu kapan saja, dan di usia berapa saja.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...