Manaqib di TQN Center Jakarta, Kiai Abu Arif Bahas Dzikrullah

0

JAKARTA – Pusat Dakwah TQN Pontren Suryalaya di Jakarta (TQN Center) pagi ini, Ahad (13/1) menyelenggarakan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani (qs). Amaliah bulanan yang dihelat di Masjid al-Mubarak, Rawamangun, Jakarta Timur ini diadakan Ahad kedua setiap bulannya.

Pengasuh Pondok Pesantren Fajar Dunia KH. Abu Arif Lc., MA., dalam tausiyahnya membahas surat an-Nisa ayat 142. “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.

Sifat yang melekat pada orang munafik salah satunya adalah sifat malas. “Shalat malas, sedekah malas, qurban malas, dzikir malas,” ujarnya.

Selanjutnya Kiai Abu menambahkan sifat munafik lainnya adalah riya’ . “Pengertian riya’ secara sederhana adalah saat di depan orang lain kuat, saat sendirian melempem,” sambungnya.

Pengurus Perkumpulan Alumni al-Azhar Mesir di Jakarta ini mengingatkan ciri sifat munafik lainnya adalah sedikit berdzikir. “Setelah menjadi ikhwan TQN apakah dzikir 165 banyak atau sedikit?” tanyanya kepada jamaah. “Sedikiiiiit,” kompak jamaah menjawab.

Dalam akhir penyampaiannya Kiai Abu mengingatkan dzikir yang telah ditanamkan oleh Guru Mursyid Pangersa Abah menjadi penting untuk diamalkan. “Maka yang belum talqin dzikir bersegeralah.”

Kiai Wahfiudin menyampaikan talqin dzikir

Pembelajaran dzikir disampaikan oleh KH. Wahfiudin Sakam. Mudir Aam JATMAN sebelum memberikan talqin dzikir mengingatkan jamaah pentingnya bermursyid.  Menurutnya dzikir yang tersambung dan tembus masuk ke dalam qalbu memiliki sanad sampai ke Rasulullah.

“Dzikir yang paling utama adalah kalimat tauhid, kalimat ikhlas, Laa ilaaha illallah. Mari kita sama”belajar dzikir dengan bimbingan Guru Mursyid, Abah Anom,” ajaknya sebelum memulai talqin. (idn)

Comments
Loading...