Manaqib di Jogja, Mbah Dim Cerita 3 Pertanyaan Tentang Kehidupan

0

Yogyakarta – Setidaknya hadir 100 ikhwan TQN Suryalaya di wilayah DIY dalam agenda rutin di setiap ahad akhir bulan yaitu Manaqib Syaikh Abdul Qadir Jailani (qs). Manaqib diselenggarakan di TQN Center DIY, Jl. Wates KM 13 Dingkian Argodadi Sedayu Bantul DIY.

Hari ini Ahad (23/12) para pengamal tarekat di Jogja dan sekitarnya hadir sejak pagi hari pukul 08:00 WIB untuk shalat dhuha dilanjut dzikir harian, dzikir khataman dan manaqib.

Sesepuh Pontren tahfidz dan muallaf, Latifah Mubarakiyah KH. Dimhari dalam tausiyahnya menyampaikan pentingnya bertarekat dengan landasan yang kuat. Menurutnya setiap pengamal tarekat perlu memahami dari mana ia berasal dan ke mana akan menuju.

“Bagi ikhwan TQN Suryalaya yang perlu dijadikan dasar utama adalah Ilahi Anta Maqsudi wa Ridhaka Mathlubi A’thini Mahabbataka wa Ma’rifataka,” ujar kiai yang akrab disapa Mbah Dim.

Mbah Dim menyampaikan kisah di suatu kerajaan, ada menteri yang dipanggil sang raja, ditawari untuk menjadi perdana menteri. Namun harus bisa menjawab tiga pertanyaan:
1. Apa itu haq diatas haq?
2. Apa itu bathil diatas bathil?
3. Apa itu penting diatas penting?

Setelah bebera lama waktu sang mentri keliling berguru untuk mendapat jawaban dari pertanyaan tersebut, namun hasilnya nihil.

Tidak disangkanya, sang calon perdana menteri mendapat jawaban dari seorang penggembala kambing, yang pada awalnya dipandang sebelah mata.

Penggembala menjawab 2 pertanyaan diantaranya, yang haq diatas haq adalah maut, yang bathil diatas bathil adalah dunia. Sementara untuk menjawab pertanyaan ke 3, calon perdana menteri harus mengikuti si penggembala untuk beberapa waktu.

Si pengembala setelah melihat kesungguhan calon perdana menteri akhirnya memberikan juga jawaban yang ketiga, bahwa yang penting diatas penting adalah maksud hidup. Untuk maksud hidup yang dituju orang akan melakukan apa saja untuk mencapainya, mekipun harus menghinakan dirinya. (eko/idn)

Comments
Loading...