Majelis Haul Mbah KH. Ali Maksum ke-30

0

YOGYAKARTA – Haul KH. Ali Maksum ke-30 dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia dan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Hadir pula para alim ulama, keluarga besar dan alumni pondok pesantren serta perwakilan TNI – Polri diantaranya Brigjen. Drs. Bimo Anggoro Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Majelis haul diadakan di Lapangan Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta, Senin (14/1).

Acara diawali dengan pembacaan tawasul dan tahlil yang dipimpin langsung oleh KH. Maimoen Zubair anggota Majelis Ifta’ Idarah Aliyah JATMAN dan mustasyar PBNU. Dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan shahibul bait oleh KH. Khoirul Fuad, selanjutnya sambutan dari Staff Ahli Gubernur bidang sosial budaya pemerintah DIY.

“KH. Ali Maksum ( 1915-1989) merupakan sosok kiai yang moderat dan modern, beliau juga sosok yang rileks. Pak Ali, panggilan akrabnya, sangat hafal santrinya satu persatu terjalin hubungan batiniyah antara murid dan gurunya. Di tengah kondisi bangsa dan keumatan, sosok seperti KH. Ali maksum sangat dibutuhkan kembali kehadirannya. Beliau juga merupakan model Kiai yang bersedia mendengar dan melakukan tabayun ketika menghadapi persoalan umat, beliau juga jarang sekali menghakimi. Tercatat beliau pernah menduduki Rais Aam PBNU periode 1980-1984, dan dalam kepemimpinannya berhasil menghantarkan NU kembali kepada khittah 1926,” demikian yang disampaikan Tri Mulyono mewakili Gubernur Pemerintah DIY Sultan Hamengkubuwana X.

Dalam sambutannya, KH. Miftachul Akhyar mengungkap sosok menantu KH. M. Munawwir Krapyak tersebut. “Beliau adalah ulama yang kharismatik yang banyak memberi pelajaran tentang hidup, bukan hanya ilmu, melainkan perilaku dan keteladanan ditengah masyarakat sebagai bukti beliau adalah kader terbaik yang pernah kita miliki,” ucap Rais Aam PBNU.

Beliau lalu mengulas surah ar Ra’du ayat 41 dan al Isra ayat 64-65 dalam konteks haul dan situasi bangsa. Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan, “bahwa NU membutuhkan masukan dan pikiran menyambut 100 tahun Nahdlatul Ulama. Semoga amalan beliau dan keluarga dalam upaya peringatan haul ini memberi kita bekal dan diberi balasan yang berlipat lipat, kami atas nama PBNU mengucapkan terima kasih,” pungkas pengasuh Ponpes Miftachus Sunnah menutup sambutannya.

Menteri agama, H. Lukman Hakim Saifuddin yang hadir di tengah ribuan jamaah menyampaikan salam dari H. Joko Widodo karena belum bisa hadir pada haul tersebut, “salam dari Presiden RI kepada keluarga besar KH. Ali Maksum dan keluarga besar Pesantren. Saya mewakili pemerintah apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh yang berupaya dalam terselenggaranya haul almaghfurlah Kiai Ali,” ucap pimpinan Kementerian Agama RI tersebut.

“Mbah Ali Maksum semasa hidupnya amat menekankan musyawarah,” sambung Menag.

Majelis haul dilanjutkan dengan ceramah inti yang disampaikan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar dan ditutup dengan doa juga oleh pengasuh Ponpes Sabilurrasyad, Malang tersebut. (eep)

Comments
Loading...