Mahasiswa Baru Rentan Terpapar Paham Terorisme, Semua Pihak Mesti Bahu-membahu

0

BANDAR LAMPUNG – Paham radikal terorisme yang mengincar kaum civitas academica membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme atau BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Lampung melakukan upaya preventif melalui kegiatan ‘Dialog Pelibatan Civitas Academica dalam Pencegahan Terorisme’ di kampus Universitas Lampung, Selasa (20/8).

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E mengatakan bahwa kunci untuk mencegah masuknya paham yang bisa meracuni generasi muda tersebut ialah pada saat pengenalan.

“Pertama kuncinya ada di dosen pada saat pengenalan, terutama dosen pendamping karena harus peka dan bisa memetakan ini siapa dan bagaimana karakternya,” kata mantan Analis Kebijakan Madya Bidang Penindakan Densus 88/Antiteror Polri.

Lalu, kata setiap pemangku kepentingan di perguruan tinggi perlu melakukan pengawasan terhadap lingkungan dimana mahasiswa tinggal. Direktur BNPT yang menjabat sejak 2017 tersebut juga berdasarkan fakta di lapangan, bahwa ada kelompok yang menyebarluaskan paham radikal terorisme melalui media pengajian.

“Ini hasil pemantauan. Faktanya memang ada kelompok tertentu yang menyalahgunakan pengajian untuk menyebar paham radikal terorisme. Bukan pengajiannya yang salah, tapi oknum yang memanfaatkannya untuk tujuan jahat,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Muhamad Syauqillah, Ph.D sepakat bahwa penyebaran paham radikal terorisme biasa terjadi di awal penerimaan mahasiswa. Ia mengajak agar semua pihak bahu membahu melindungi mahasiswa baru dari paham melenceng tersebut.

“Penting saat ini menanamkan pemahaman keagamaan dan kebangsaan bagi generasi muda,” ungkap Ketua Program Studi Kajian Terorisme di Sekolah Kajian Global Stratejik (SKSG) Universitas Indonesia.

Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Lintang Dulung mengatakan bahwa dialog ini dipicu oleh berbagai hasil riset sementara, diantaranya dari Setara Institute dan Center for the Study of Religion and Culture (CRSC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah yang mengindikasikan penetrasi kelompok radikal terorisme di rumah ibadah dan kampus.

“Intinya bahwa terorisme adalah musuh kita bersama. Pemerintah tidak dapat sendirian melakukan penanggulangan tanpa adanya keterlibatan masyarakat di upaya pencegahan,” tegas Andi Lintang.

Sebagai bentuk pembelajaran bersama pihak kampus, kegiatan dialog ini juga menghadirkan Kurnia Widodo sebagai mantan anggota jaringan pelaku terorisme. (eep)

Comments
Loading...