Lobster-lobster Unggulan Khas Perairan Indonesia

Siapa tak mengenal lobster? Apalagi jika Anda seorang penggemar kuliner seafood yang berbahan dasar hewan laut, Anda pasti menyukai lobster. Karena kelezatannya, lobster kerap menjadi primadona dan masuk ke dalam daftar menu favorit di sejumlah rumah makan seafood di seluruh dunia.

Lobster adalah golongan crustasean atau hewan perairan yang memiliki kulit keras. Namun begitu, daging lobster amat lembut dan lezat. Inilah yang membuat lobster memiliki banyak penggemar sehingga harganya tergolong mahal.

Lobster biasa disebut juga udang karang atau udang barong. Ia memiliki tubuh beruas-ruas seperti udang pada umumnya. Pada bagian badan berbentuk ruas-ruas, dilengkapi dengan lima pasang kaki, dengan sirip ekor berbentuk seperti kipas.

Habitat alami lobster adalah kawasan terumbu karang, baik di perairan pantai yang dangkal atau ke tengah laut dengan kedalaman 100 meter di bawah permukaan laut.

Habitat lobster di Indonesia tersebar di perairan Sumatera Barat, timur Sumatera, selatan dan utara Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Selat Malaka, timur Kalimantan, barat Kalimantan, selatan Kalimantan, utara dan selatan Sulawesi, serta Maluku dan Papua, terutama Laut Arafuru.

Yuk, kita kenali jenis-jenis lobster khas Nusantara, yang hidup di perairan Indonesia.

Lobster Pasir
Foto: Twitter.

Lobster pasir (panulirus homarus) memiliki ciri khas warna tubuh lebih gelap seperti warna cokelat, terdapat bintik-bintik putih memanjang hinggal pangkal ekornya. Lobster pasir jantan ukurannya lebih besar dari betina.

Selain di Indonesia, lobster pasir juga banyak ditemukan di perairan Vietnam. Lobster jenis ini juga mudah ditemukan di perairan negara-negara tropis maupun sub-tropis seperti di perairan Pasifik Barat, Afrika Selatan, India, Jepang hingga Australia.

Di sejumlah rumah makan seafood, lobster pasir kerap dimasak menjadi lobster bakar, kukus, rebus, hingga goreng. Lobster jenis ini merupakan komoditas ekspor yang bernilai ekonomis tinggi di pasar Asia. Di Indonesia, seekor lobster pasir ukuran 1.000 gram dihargai sekitar Rp 700.000 dalam kondisi masih hidup atau segar.

Lobster Bambu
Foto: Savexglobal.com

Sesuai dengan namanya, lobster bambu (panulirus versicolor) memiliki warna hijau bambu. Sebab itu, lobster jenis ini juga dikenal dengan nama lain, lobster hijau.

Ciri fisiknya, berwarna hijau, memiliki garis putih yang melintang diapit oleh garis hitam, serta mempunyai antena berwarna merah.

Lobster bambu hidup di perairan pesisir hingga ke lautan dalam dengan kedalaman 15 meter dari permukaan laut. Lobster jenis ini amat mudah ditemui di perairan Aceh, Sumatera Barat, Manado, Makasar hingga Jawa Barat. Di Jakarta, lobster Bambu dihargai sekitar Rp 750.000 per kilogram.

Lobster Batu
Foto: jitunews.com

Lobster batu (panulirus penicillatus) sama mahalnya dengan lobster bambu, dan sekilas memiliki bentuk yang mirip. Namun lobster batu tidak memiliki corak yang banyak. Warnanya hanya hijau lumut tapi lembut. Dinamai lobster batu karena lobster jenis ini kerap ditemukan oleh nelayan di sela-sela bebatuan karang di dalam laut. Di Indonesia, perairan Aceh menjadi salah satu penghasil lobster batu. Harga lobster jenis ini di pasaran hampir sama dengan lobster bambu, yaitu sekitar Rp 650.000 per kilogramnya.

Lobster Batik
Foto: Asiaaqautix.com

Sudah pasti lobster batik (panulirus cygnus) memiliki corak warna batik, dengan dasar cokelat gelap. Ia memiliki bintik-bintik putih kecil. Pada bagian antena ada warna keunguan dengan bintik hitam.

Sedangkan kakinya hitam dan ekornya berwarna oren. Lobster jenis ini sangat mudah ditemukan di wilayah pantai selatan pulau Jawa. Soal rasa, jenis ini rasanya khas, yaitu manis gurih. Harga lobster batik tergolong mahal berkisar Rp 800.000 per kilonya.

Lobster Mutiara
Foto: michaelkorsoutletsstorepro.com.

Jika Anda ingin menikmati lobster dengan daging tebal, lobster jenis ini pilihannya. Tapi, siap-siap saja, dompet Anda juga harus tebal. Lobster mutiara termasuk yang paling mahal di dunia.

Cirinya adalah pada punggungnya ada corak biru kehijau-hijuan serta cokelat kemerah merahan. Terdapat bintik-bintik besar dan kecil berwarna kuning terang. Karena daging yang tebal, sejumlah restoran kerap menjadikan lobster jenis ini sebagai bahan untuk untuk sashimi.

Harga lobster mutiara lebih tinggi dibanding jenis lobster lainnya. Per 200-300 gram bisa dijual dengan harga Rp 620 ribu. Jika beratnya mencapai 2 kilogram harga lobster jenis ini bisa mencapai Rp 1,8 juta. Wow.

Karena harganya yang mahal, lobster mutiara banyak diburu nelayan meskipun sulit ditangkap, karena hidup di wilayah perairan dengan ombak yang besar.

Indonesia adalah negara kaya akan hasil laut, termasuk lobster dengan kualitas terbaik. Namun, di dunia, Vietnam justru yang terkenal sebagai produsen lobster terbesar di dunia. Konon, benih yang didapat, sekitar 80% diakui berasal dari Indonesia, sayangnya itu didapat Vietnam secara ilegal, karena memang Indonesia belum mengizinkan ekspor benih lobster. Sayang sekali, ya.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...