Connect with us

MATAN

Lirik Hymne MATAN

Published

on

Hymne MATAN

Merah putih lekat di dada

Disinari iman dan taqwa

Matan di nusantara bentengi

NKRI tercinta

Rasulullah Sang Panutan

Guru Mursyid jadi tuntunan

Beriringan tak tertanggalkan

Capai cita luhur MATAN

Amanah tertumpu di masa depan

masukkan script iklan disini

Takkan mudah tiada ringan

Semangat berjuang sahabat matan

Demi pertiwi berkorban

Kita semua harapan bangsa

Untuk indonesia

Junjung tinggi Pancasila

Satu Nusa Satu Bangsa

Semoga berlimpah berkah

Mengiringi setiap langkah

Pengharapan nan abadi

Petunjukmu kunanti Yaa robbi

Petunjukmu kunanti Yaa robbi

Lirik Mars MATAN

Berita

Regenerasi Kepengurusan, PK MATAN UNUSIA Gelar Musyawarah Komisariat

Published

on

Bogor, JATMAN Online – Sebagai suatu organisasi, Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (MATAN ) dituntut untuk senantiasa aktif dalam regenerasi. Hal ini bertujuan agar nilai dan dakwah dari MATAN bisa terus berkembang dan berkelanjutan.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, PK MATAN Unusia mengadakan Musyawarah Komisariat (Muskom) pada Minggu (27/11), di Masjid KH. Moch. Ilyas Ruhiat, Unusia B, Kemang, Bogor.

Rangakaian kegiatan ini yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari pengurus MATAN Unusia periode 2021-2022 dan penetapan Ketua Komisariat MATAN Unusia periode 2022-2023.

Pada Muskom ini, telah ditetapkan Sohib Nailul Musyafa’ sebagai Ketua baru dari PK MATAN Unusia Jakarta untuk periode 2022-2023 menggantikan Sohib Maulana Sidiq Ketua MATAN Unusia periode 2021-2022 melalui pemilihan secara demokratis.

Dalam sambutannya, Nailul Musyafa’ memohon kerja sama kepada seluruh kader MATAN di Unusia agar semangat dalam berkhidmah.

“Ketua hanyalah jabatan, sementara yang menentukan maju mundurnya suatu organisasi adalah kalian selaku kadernya. Untuk itu, saya memohon dengan sangat kerjasamanya dalam rangka memajukan MATAN di kampus tercinta kita ini,” ujar Nailul.

Selain itu, disela-sela muskom diadakan doa bersama untuk korban gempa bumi di Cianjur. Berharap agar para korban mendapatkan ketabahan dan ketenangan dalam menghadapi ujian.

Diketahui, muskom ini dihadiri oleh segenap Pengurus MATAN Unusia periode 2021-2022 dan calon pengurus baru MATAN Unusia periode 2022-2023.

Pewarta: Maulana Sidiq

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

MATAN UNJ Gelar Doa Bersama untuk Gempa Cianjur

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Menanggapi peristiwa gempa bumi yang terjadi di daerah Cianjur Jawa barat, Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah Universitas Negeri Jakarta (MATAN UNJ) menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa yang sangat pilu tersebut.

Dalam hal ini MATAN UNJ menggelar kegiatan membaca Yasin Tahlil serta Doa Bersama yang diniatkan untuk mendoakan para korban bencana alam tersebut di Taman Plaza Kampus A UNJ, Kamis, (23/11).

Kegiatan amalan Yasin dan Tahlil ini biasa dilaksanakan oleh MATAN UNJ setiap pekannya, dan untuk pertemuan di Kamis sore tersebut di khususkan untuk mendoakan para korban bencana gempa di Cianjur.

Dengan diadakannya kegiatan ini, MATAN UNJ berharap agar para korban tidak lagi bertambah dan untuk wilayah yang terdampak agar bisa berbenah dan pulih kembali.

Ketua Matan UNJ M. Sidik juga mengajak kepada para pengurus serta untuk senantiasa memanjatkan doa untuk para korban serta doa untuk bangsa  kita agar terhindar dari bencana.

“Mari kita amalkan selalu amaliah dzikir kita serta berdoa untuk bangsa kita khususnya kepada para korban gempa Cianjur agar segera kembali pulih, semoga dengan begitu kita dan juga para saudara kita lainnya bisa senantiasa dijaga oleh Allah dari musibah apapun ” ungkapnya.

Pewarta: Muhamad Sidik

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Berita

Ziarah MATAN UNJ Ke Bogor, Ini Ulama-Ulama yang Dikunjungi

Published

on

Bogor, JATMAN Online – Mahasiswa Ahlith Thariqah al Mu’tabarah an Nahdliyyah (MATAN) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali melaksanakan ziarah kubur.  Kali ini MATAN UNJ berziarah ke berbagai makam Ulama yang ada di daerah bogor dalam rangka ziarah rutin MATAN sekaligus memperingati Hari Pahlawan dan Hari Santri Nasional.

Pada kesempatan kali ini menziarahi tiga makam Ulama diantaranya adalah Makam Habib Abdullah Bin Muhsin Al-‘Athos (Habib Empang Bogor), makam Sayyidil Walid Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf, makam K.H. Tubagus Muhammad Falak.

Ziarah dimulai ke Makam Habib Abdullah Bin Muhsin Al-‘Athos( Empang Bogor). Dalam Kitab Manaqib Habib Abdullah bin Mukhsin Al-‘Athos disebutkan kalau Dia merupakan seseorang Waliyullah yang berjasa dalam peradaban Islam di Indonesia. Serta nasab dia terhubung kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Al-Habib Abdullah bin Muhsin Al-‘Athos lahir di Desa Haurah, Hadhramaut, Yaman, pada hari Selasa 20 Jumadil Awal 1265 Hijriyah.

Wakil Ketua MATAN UNJ, M Faqih menjelaksan bahwa di antara guru-guru beliau, salah satunya merupakan Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-‘Athos. Tidak hanya itu Habib Sholeh bin Abdullah Al-‘Athos, penduduk Wadi a’mad, Hadhramaut serta masih banyak lagi ulama- ulama besar yang jadi guru beliau.

“Dalam semasa hidupnya, Habib Abdullah bin Muhsin Al-‘ Athos sempat dimasukkan kedalam penjara oleh pemerintah Belanda pada masa itu dengan alibi yang tidak jelas (difitnah),” ujarnya.

Sepanjang dipenjara, kekeramatan dia kian terlihat yang mengundang banyak pengunjung buat bersilahturahmi dengan beliau. Hingga mengherankan pimpinan penjara serta para penjaganya, apalagi hingga mereka juga turut memperoleh keberkahan serta khasiat dari kebesaran beliau.

Selama beliau di penjara ke keramatan Habib Abdullah Bin Muhsin terus menjadi nampak sehingga terus menjadi banyak orang yang tiba berkunjung kerpenjaraan tersebut. Pasti saja perihal itu mengherankan para pembesar penjara serta penjaganya. Hingga mereka juga turut memperoleh berkah serta khasiat dari kebesaran Habib Abdullah dipenjara.

Kegiatan ziarah berikutnya ke Makam Sayyidil Walid Habib Abdurrahman bin Ahmad Assegaf. Beliau lahir di Cimanggu, Bogor, 98 tahun silam, ia adalah putra Habib Ahmad bin Abdul Qadir Assegaf. Ayahandanya sudah wafat ketika ia masih kecil. Tapi, kondisi itu tidak menjadi halangan baginya untuk giat belajar.

Semasa menuntut ilmu, Habib Abdurrahman sangat tekun serta giat, walaupun tidak sangat pintar. Seperti itu sebabnya, dia sanggup meresap ilmu yang diajarkan guru- gurunya. Ketekunannya yang luar biasa mengantarnya memahami seluruh bidang ilmu agama. Keahlian berbahasa yang bagus juga mengantarnya jadi penulis serta orator yang andal.

Beliau tidak cuma sangat memahami bahasa Arab, tetapi pula bahasa Sunda serta Jawa halus. Habib Abdurrahman tidak semata-mata disayang oleh para gurunya, tetapi lebih dari itu, dia juga murid kebanggaan. Dialah salah satunya murid yang sangat memahami tata bahasa Arab, ilmu perlengkapan yang memanglah sepatutnya digunakan buat menguasai kitab- kitab klasik.

Dunia pembelajaran memanglah tidak bisa dipisahkan dari Habib Abdurrahman, yang nyaris segala masa hidupnya dia baktikan buat pembelajaran. Dia memanglah seseorang guru sejati. Tidak hanya pengalamannya banyak, serta kreativitasnya dalam pembelajaran pula luar biasa, pergaulannya juga luas.

Dalam keluarganya sendiri, Habib Abdurrahman dinilai oleh putra- putrinya selaku wujud bapak yang tidak berubah- ubah serta disiplin dalam mendidik anak. Dia senantiasa menekankan kepada putra-putrinya untuk memahami berbagai disiplin ilmu, serta menuntut ilmu kepada banyak guru. Karena, ilmu yang dimilikinya tidak bisa diwariskan.

Kegiatan Ziarah selanjutnya ke makam K.H. Tubagus Muhammad Falak. Abah Falak merupakan seorang ulama yang kharismatik, hingga saat ini beliau telah tiada makamnya masih sering diziarahi oleh banyak orang dari berbagai penjuru tanah air, bahkan oleh para pejabat Negara. Ini menunjukan suatu bukti bahwa semasa hidupnya beliau memiliki kedalaman ilmu dan pengaruh yang sangat luas diberbagai khayalak. Beliau juga merupakan guru dari Ir. Soekarno

Pernyataan seperti itu didukung oleh pengakuan beberapa ulama besar termasuk para Habib di nusantara, mereka memberikan pengakuan bahwa Abah Falak merupakan seorang waliyullah, hal itu pernah disampaikan oleh Habib Umar Bin Muhammad bin Hud Al-Attas (Cipayung), Habib Soleh Tanggul Jawa Timur dan Habib Ali Al Habsyi Kwitang, Jakarta.

Salah satu karomah Abah Falak adalah ketika tiga hari menjelang wafatnya beliau sempat dikunjungi oleh para gurunya yang telah tiada, seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Said Abdul Turqi, Syekh Abdul Karim bahkan juga Syekh Abdul Qodir Jailani.

Ada juga yang mengatakan beliau bisa mengetahui apa maksud dan tujuan orang yang akan datang padanya. Selain itu diterangkan pula, bahwa Abah Falak sering melakukan perjalanan singkat antara Pagentongan–Banten.

Kegiatan Ziarah ditutup dengan diperkenalkannya sejarah hidup Abah Falak serta diperkenan seluruh peserta ziarah kubur MATAN untuk memasuki area rumah Abah Falak, yang di mana tempat itu terdapat salah satu sejarah bagian yang menjadi asbab kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Pewarta: Muhammad Asyam

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending