LDTQN Jakarta Gelar Khalwat 40 Hari

JAKARTA – Lembaga Dakwah Thariqah Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya Provinsi DKI Jakarta menggelar program Khalwat 40 Hari di Masjid Al Mubarok TQN Center Rawamangun, Jakarta Timur.

Program yang diikuti oleh 25 peserta dari berbagai daerah di Indonesia ini berlangsung sejak Jum’at 28 Februari hingga 8 April 2020 atau bertepatan dengan 4 Rajab hingga 14 Sya’ban 1441 H.

Ketua LDTQN Jakarta, H. Handri Ramadian menyebut bahwa khalwat sudah biasa diamalkan oleh para Nabi dan ulama.

“Khalwat adalah ibadah dan merupakan tradisi para nabi, yaitu seperti Nabi Musa AS, Nabi Isa AS dan Nabi Muhammad Saw. Para nabi menjalani program khalwat sebelum menerima tugas-tugas besar dari Allah Swt. Khalwat juga dijalankan olah sebagian para alim ulama, terutama ulama sufi, dari dulu sampai sekarang,” ucapnya dalam rilis tertulis yang diterima JOL.

Ketua LDTQN sekaligus Ketua Panitia Khalwat, H Handri Ramadian, SE. Foto: Hendra.

Handri juga menerangkan latar belakang kegiatan yang sudah masuk angkatan ke-6 ini.

“Latar belakang diadakannya program ini adalah agar para peserta dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt sekaligus memantapkan diri menghadapi tugas-tugas besar,” paparnya.

Setiap orang memerlukan latihan yang intensif, terfokus dan dalam periode waktu tertentu sehingga dapat terbentuk pola perilaku yang menetap (disiplin), tambah pengurus Idarah Aliyah JATMAN tersebut.

Sedangkan, tujuan program khalwat ini ada lima, sebagai berikut:

Pertama, membentuk kader muballigh yang bercorak tangguh, modern dan bermartabat.

Kedua, membentuk kader muballigh yang kontemplatif (tangguh amaliah ritualnya) sekaligus transformatif (tangguh melakukan perubahan sosial).

Ketiga, membentuk kader muballigh yang memiliki kompetensi membimbing pengamalan amaliah dzikir harian, dzikir khatam, manaqib serta shalat-shalat sunnat.

Keempat, membentuk kader muballigh yang memiliki kompetensi dalam berdakwah.

Kelima, membentuk kader muballigh yang mampu mengembangkan organisasi dan manajemen dakwah serta membangun jejaring (network). Membangun sinergi dengan organisasi islam dan tarekat lain, organisasi pemerintah, organisasi bisnis maupun organisasi masyarakat lainnya.

Pembacaan tartib oleh Ust. Deni Wahyu. Foto: Hendra.

Pengurus LD PBNU itu juga menjelaskan bahwa selama menjalani program Khalwat 40 hari, para peserta akan diberikan berbagai macam materi dengan tiga kompetensi. Yakni kompetensi tasawuf, kompetensi teknis dan kompetensi manajerial yang akan disampaikan oleh para pakar di bidangnya.

Program Khalwat 40 hari ini juga menyediakan layanan donasi bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan dua tahunan tersebut, yaitu melalui BSM a.n. LDTQN Pontren Suryalaya Jakarta No. Rekening 7878 777 454 dengan konfirmasi sedekah ke: 0812-8713-4871.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...