Kunci Meraih Cinta Allah

Banyak cara yang diperkenalkan Allah guna meraih cinta-Nya, demikian ungkap Prof. Dr. M. Quraish Shihab, mufassir kebanggaan nusantara.

Salah satu cara yang diperkenalkan Al Qur’an ialah dengan cara meneladani Nabi sebagaimana dijelaskan melalui surah Ali Imran ayat 31.

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Kemudian, salah satu sabda Nabi yang dinisbatkan kepada Allah SWT ialah,
“Siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku mengumumkan perang terhadapnya. Tidaklah mendekat kepada-Ku seorang hamba-Ku dengan suatu pendekatan yang lebih Ku-sukai daripada melaksanakan apa yang Ku-wajibkan atasnya. Lalu (bila) hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan (melaksanakan) amalan-amalan Sunnah, maka (akhirnya) Aku mencintainya. Dan bila Aku mencintainya, jadilah Aku pendengarannya yang dengannya ia mendengar, matanya yang dengannya ia melihat, tangannya yang ia gunakan menghantam, kakinya yang ia gunakan melangkah. Jika ia bermohon kepada-Ku, Aku pasti menerima permohonannya dan kalau dia berlindung kepada-Ku, Aku pasti melindunginya.” (HR. Bukhari).

Wali Allah, menurut Pendiri Pusat Studi Al Qur’an tersebut ialah yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Berdasarkan surah Yunus ayat 62-63

أَلَآ إِنَّ أَوۡلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa.

Ulama yang akrab disapa Abi Quraish ini menyatakan bahwa tidaklah mutlak bagi seorang wali melalui dirinya ada hal-hal yang luar biasa (kekeramatan). Bahkan bisa jadi kekeramatan itu tidak terjadi bagi para wali besar.

Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i dan Imam Ghazali, pernah berucap bahwa: “kalau bukan ulama yang merupakan wali, maka aku tidak tahu lagi siapa itu wali Allah.

Kunci Meraih Cinta Allah

Dalam hadis qudsi tersebut, yang merupakan kunci utama dalam meraih cinta Allah ialah melaksanakan kewajiban. Karena itu, Abi Quraish mengatakan dua rakaat shalat wajib lebih disukai Allah daripada dua rakaat shalat Sunnah. Membantu siapa yang wajib dibantu itu lebih disukai dari melakukan yang Sunnah. Melaksanakan kewajiban sosial lebih disukai Allah ketimbang melakukan ibadah ritual yang sifatnya Sunnah. Melayani suami untuk memenuhi kebutuhan biologisnya lebih disukai Allah daripada amalan sunnah istrinya.

Tidak dibenarkan bagi seorang istri berpuasa sunnah jika suaminya hadir, kecuali setelah mendapat izinnya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Sebaliknya, kata Abi Quraish, jika istri memerlukan perlindungan suami, maka tak wajar suami meninggalkan istri sekedar mencari nafkah tambahan. Bahkan bila tiba giliran istri untuk ditemani bermalam oleh suaminya, tak wajar bagi suami meninggalkannya walau untuk bangun shalat malam, kecuali dengan ridha sang istri.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...