Kokohkan Benteng NKRI, PW MATAN SUL-SEL Gelar Suluk

0

Parepare – Demi mengokohkan benteng NKRI melalui media pengkaderan, Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (PW MATAN) Sulawesi Selatan (Sul-Sel) mengadakan suluk. Mengusung tema “Membangun Kader Spiritual, Intelektual Sebagai Benteng NKRI”, suluk diadakan pada 7-8 Desember 2018 di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, jalan Jenderal Sudirman, Cappa Galung, Bacukiki Bar, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Suluk secara umum merupakan media pengkaderan, media tafhim (memberi pemahaman), media transfer ilmu dan info pergerakan MATAN serta media untuk tazkiyatunnafs (menyucikan diri) melalui majelis zikir dan majelis ilmu, ia juga merupakan media untuk berkhidmah, berbakti untuk masyarakat, bangsa dan negara. Namun ada juga suluk khusus yang dipersiapkan sebagai program kaderisasi murni untuk mempersiapkan kader menjadi calon pengurus dan pemimpin umat.

Acara suluk dimulai sejak Jum’at malam (7/12) diawali dengan pembukaan, lalu kesepakatan adab suluk, dilanjutkan dengan materi adab zikir dan praktek dari Syaikh Irsan bin Abdul Rauf Daeng Mangngerang dan pembacaan shalawat thariqiyyah oleh Syaikh Muhammad Rusmin Al Fajr. Keesokan harinya (8/12) peserta suluk memulai dengan aktivitas shalat tahajud, subuh dan zikir serta shalat Isyraq dan olah nafas.

Usai sarapan, para peserta yang mayoritas adalah mahasiswa dan mahasiswi mendapatkan materi ke-MATAN-an dan ke-JATMAN-an dari Syaikh Abdul Aris Yusuf Al Bughisy (ketua MATAN Kabupaten Maros), serta diberikan materi ke-NU-an dan Aswaja oleh Dr. KH. Hannani Yunus, M. Ag. (Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Parepare). Ba’da shalat zuhur Prof. Dr. H. Abd Rahim Arsyad, Lc, MA (Direktur Pasca Sarjana STAIN Parepare) memberi pemahaman seputar ke-thariqah-an dan tasawuf. Disusul dengan materi “Adab Murid Terhadap Mursyid” oleh ustadz Imran Abdillah. Lepas shalat Isya peserta disuguhkan materi “Leadership Thariqah” oleh H. Anwar Abu Bakar, S. Ag, M.Pd dan ditutup dengan materi kemursyidan serta baiat oleh Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka hingga hampir tengah malam.

Dalam pertemuan malam itu, Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka sempat memberikan pesan sederhana kepada peserta Suluk MATAN, “kalau kamu merasa sakit dicubit, jangan cubit orang lain,” tutur Mursyid Thariqah Khalwatiyah Syeikh Yusuf Al Makassari.

Prosesi pengkaderan Suluk MATAN (Sultan) 1 berakhir pada Ahad siang (9/12) dan ditutup oleh Ketua PW MATAN Sul-Sel Kiyai Mahmud Suyuti yang juga Dosen Imu Hadis di UIN Alaudin Makassar. Hadir 50 peserta lebih mengikuti SULTAN sejak awal hingga acara berakhir. “Alhamdulillah berkah Suluk MATAN (Sultan) kami dipertemukan dengan para kekasih Allah, para pewaris Nabi, Mursyid, dan para penganut thariqah mu’tabarah, jangan ada kata mantan untuk MATAN,” ungkap Haris Ali peserta Sultan. (eep)

Comments
Loading...