Kiat Tetap Sehat dan Bahagia Saat ‘di Rumah Saja’

Wabah Covid-19 yang sudah berlangsung beberapa minggu ini memaksa orang-orang untuk tetap berada di rumah saja.

Pemerintah mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat untuk menekan penyebaran wabah Covid-19. Salah satunya dengan menjaga jarak fisik dan sosial. Imbauan ini juga dikeluarkan oleh sejumlah perusahaan agar para karyawannya bisa bekerja di rumah.

Pemerintah Ibu Kota DKI Jakarta bahkan sudah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk menegakkan himbauan tersebut secara ketat.

Tentu saja situasi ini bagi sebagian besar orang menimbulkan kebosanan. Gerak fisik dan sosial tentu saja menjadi sangat terbatas. Termasuk aktivitas ekonomi bagi para pekerja informal juga mengalami penurunan.

Kebosanan, karena melewati aktivitas sehari-hari yang monoton, ditambah kesulitas ekonomi, membuat banyak orang mulai resah. Stres mulai dirasakan, bahkan mungkin mulai ada orang yang berputus asa.

Kondisi seperti ini justru tidak membuat penanggulangan wabah Covid-19 semakin baik. Karena salah satu syarat agar virus tidak menyebar, selain menjaga kebersihan, adalah menjaga kesehatan dengan meningkatkan imunitas diri.

Bagaimana mau sehat jika kebosanan dan stres mulai melanda?

Berikut ini sejumlah kiat agar kita tetap sehat dan merasa bahagia walaupun tetap berada di di rumah saja untuk beberapa waktu lamanya:

Pertama, Cukup Asupan Gizi
Ilustrasi makanan bergizi. Foto: Trang Doan.

Pola makan yang sehat terbukti mengurangi risiko terkena penyakit, dan mampu mengurangi depresi dan kecemasan.

Makanlah beragam makanan yang kaya akan vitamin dan mineral. Tidak harus mahal, murah tidak apa-apa, asalkan bergizi. Seperti telur, ikan, sayuran, atau buah-buahan lokal yang bisa kita dapatkan di sekitar.

Kedua, Cukup Olahraga
Berlari. Foto: Magda Ehlers.

Meskipun di rumah, berolahraga tetap menjadi aktivitas penting. Protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah, dibolehkan berolahraga di sekitar rumah dengan memakai masker dan tidak bergerombol. Lakukan minimal 30 menit per hari.

Olahraga akan melepaskan kimia dalam tubuh yang membuat kita merasa lebih baik. Dengan berolahraga kualitas tidur akan menjadi lebih baik, stres dan kecemasan pun berkurang, serta meningkatkan kemampuan kognitif.

Ketiga, Cukup Tidur
Ilustrasi balita tidur. Foto: Snapwire.

Tidur yang cukup berfungsi memperbaiki sel, membersihkan racun, mengkonsolidasikan ingatan dan memproses informasi. Tenyu saja ini berdampak besar bagi ksesehatan.

Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, kesejahteraan psikologis, dan bahkan kecerdasan emosi.

Keempat, Melakukan Kegiatan atau Hobi yang Menyenangkan
Ilustrasi mengaduk tanah. Foto: Markus Spiske.

Mengisoasi diri di rumah, memberi banyak waktu bagi banyak orang untuk melakukan hobi yang selama ini ditinggalkan karena kesubukan kerja. Misalnya, berkebun, memasak, membuat kerajinan, menulis buku, membaca, dan banyak lagi.

Kelima, Tetap Berhubungan Sosial
Ilustrasi pria duduk. Foto: Edward Jenner.

Dalam menghadapi kondisi dan situasi sulit seperti ini, teman-teman atau saudara adalah sosok yang sangat penting.

Keterhubungan secara sosial sama pentingnya bagi kesehatan, seperti pentingnya menjaga pola makan, cukup olahraga dan cukup tidur.

Tapi, bukankah saat ini kita tidak diperbolehkan bersilaturahmi secara fisik dengan teman dan saudara?

Nah, cobalah buat janji dengan mereka melalui panggilan video, misalnya. Mungkin bisa membuat acara makan malam secara virtual lewat aplikasi Zoom dan sebagainya.

Atau bisa juga melakukan aktivitas di rumah masing-masing secara bersama, seperti memasak, belajar bersama, dan sebagainya.

Pada intinya, manfaatkan momentum banyak waktu di rumah untuk meraih kebahagiaan hakiki, bukan sebaliknya.

Imam Al-Ghazali dalam kitab “Kimia as-Sa’adah” memberikan 4 kiat bagaimana seseorang bisa meraih kebahagiaan hakiki, yaitu dengan: mengenal diri, mengenal Pencipta, mengenal hakikat dunia dan mengenal hakikat akhirat.

Menurut Al-Ghazali, ada 4 potensi dalam diri manusia yang masing-masing memiliki kebahagiaannya sendiri-sendiri. Yaitu sifat binatang ternak, sifat binatang buas, sifat setan dan sifat malaikat.

“Sesungguhnya kebahagiaan binatang ternak itu saat makan, minum, tidur, dan melampiaskan hasrat seksualnya,” kata beliau.

Lalu, kebahagiaan setan adalah ketika ia berhasil melakukan kejahatan dan tipu muslihat.

Dan kebahagiaan malaikat adalah ketika Anda bersungguh-sungguh mengenali asal-usul Anda, hingga mengetahui jalan menuju kepada-Nya serta terbebas dari belenggu syahwat dan amarah.

Menurut Al-Ghazali, kebahagiaan dan jiwa yang sehat itu diawali dengan ilmu pengetahuan. Siapa yang hilang kemauannya untuk mencari ilmu, ia ibarat orang yang kehabisan selera untuk memakan makanan yang baik.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...