Kiai Cholil Nafis Beberkan Amalan Abah Hasyim Sebelum Tampil Di Podium

0

DEPOK – Dalam acara Peringatan Haul ke-2 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) almarhum KH. Ahmad Hasyim Muzadi, KH. M. Cholil Nafis membeberkan amalan yang biasa dibaca Abah Hasyim sebelum tampil di podium pada Ahad siang di Masjid Al Hikam, Kukusan, Depok, Jawa Barat(24/3).

Ketua Komisi Dakwah MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat tersebut mendapat kesempatan untuk menceritakan pengalaman bersama almarhum. Kira kira seminggu sebelum wafat, kata kiai Cholil. Ia berkesempatan mengisi acara di Malang dan ketika itulah ia menyambangi almarhum yang sedang terbaring sakit.

“Fis kamu itu jangan mikirin diri sendiri, baiknya kamu itu berpikir perjuangan kepada umat. Jangan berhenti berjuang di NU baik struktural maupun kultural. Jangan egois, hanya mau enaknya sendiri mungkin karena kamu sudah selesai belajarnya dan sudah berada di masyarakat lalu kamu lupa untuk membawa nama NU atau lupa untuk melayani umat,” tiru Doktor lulusan University of Malaya.

Dalam kesempatan itu pula dosen Sekolah Tinggi Kullliyatul Quran (STKQ) Al Hikam mengungkap dua ayat yang biasa dibaca Pendiri Pesantren Mahasantri Al Hikam sebelum tampil berbicara di depan khalayak.

“Yang dibaca kiai Hasyim itu dua, pertama wa qul ja’al haqqu wa zahaqa bathilu, innal bathila kana zahuqa (al Isra: 81) dibaca 3 kali kadang-kadang 7 kali, baru setelah itu dibaca la yatakallamuna illa man adzina lahurrahmanu wa qala shawaba (an: Nazi’at: 38) dibaca minimal 3 kali,” ungkapnya dihadapan ratusan jamaah yang hadir.

Saat itu sedang ada acara International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Bali, ICIS sendiri merupakan lembaga yang didirikan abah Hasyim. Lalu Kiai Cholil menanyakan hikmah dibalik dua ayat tersebut.

“Kita kan membawa kebenaran. Kebenaran itu belum tentu diterima benar, kadang-kadang diterimanya salah. Jadi haq bisa kalah dengan bathil. Kita berdo’a menyampaikan kebenaran, kebatilan itu bisa sirna,” ucapnya sambil menirukan abah Hasyim.

Lalu yang kedua, agar kita tidak berbicara kecuali diizini oleh Allah. Tak jarang orang keliru ketika berbicara di depan orang banyak. Biasanya yang sudah diniati dan dikonsep itu, cerita kiai Cholil. Tapi masyarakat tidak menghendaki, maka di depan podium pun itu tidak keluar.

“Sudah diniati malah tidak keluar. Malah yang keluar itu yang dibutuhkan dan diterima masyarakat. Yang keluar adalah yang diizinkan oleh Allah dan yang benar,” pungkasnya.

Haul tersebut juga diisi dengan khataman Al Quran 30 juz, serta dihadiri oleh para ulama dan tokoh masyarakat. Diantaranya Drs. KH. Muhammad Adnan, MA, (Ketua PWNU Jateng), Prof. Dr. Rochmat Wahab (Dewan Pakar Institut Hasyim Muzadi), ust. Abdi Kurnia, Kapolresta Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriyatna. (eep)

Comments
Loading...