Connect with us

Berita

KH Shodiq Hamzah Terima Gelar Doctor HC UIN Walisongo

Published

on

Semarang, JATMAN Online – KH Shodiq Hamzah menerima gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa (Dr. HC) dari UIN Walisongo dalam bidang Ilmu Tafsir pada Fakultas Ushuluddin dan Humaniora.

Penganugerahan diserahkan Rektor UIN Walisongo di Aula 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Selasa (29/11).

Kiai Shodiq mendaparkan gelar tersebut karena kiprahnya memberikan kontribusi yang signifikan dalam pendidikan Islam terutama dalam bidang Ilmu Tafsir al-Qur’an.

Promotor Prof. Dr. K.H. Ridlwan Nasir, M.A. dalam sambutannya menyampaikan dasar pemikiran penganugerahan ini ada beberapa, diantaranya karya-karya KH Shodiq Hamzah di bidang Alquran dan Tafsir.

“Karya-karya K.H. Shodiq Hamzah di Bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang tidak diragukan lagi diantaranya Al-Bayan Fi Ma’rifati Ma’ani Al-Qur’an terdiri dari 30 juz, Qalb Al-Qur’an, Zubdatu Al-Bayan Fi Bayani Fadla’il Al-Suwar Al-Qur’an dan Dhilal Al-Manazil Fi Tarjamati Yasin dan Tahlil,” katanya.

Selain itu, produktifitas K.H. Shodiq dalam menghasilkan Karya (Kitab) dalam berbagai bidang Keilmuan Agama, setidaknya ada 37 kitab dan risalah hasil karya.

“jaringan Intelektual Ulama K.H. Shodiq Hamzah, yang sudah berlevel dunia melalui jaringan haramain dan sebagai salah satu pemegang sanad keilmuan dari Syekh Yasin al- Fadani hingga Sanad Keilmuan dari jaringan Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen Demak hingga Haramain,” jelasnya.

Prof. Ridlwan menambahkan, dalam bidang Sosial Keagamaan kiprah KH. Shodiq Hamzah, tidak diragukan lagi. Kyai kelahiran Demak 1 Januari 1954 ini juga berkiprah dalam aktivitas sosial dan keagamaan.

“Ia tercatat Pendiri dan Pengasuh PP. Asshodiqiyah Semarang, Pendiri dan pembimbing KBIHU Asshodiqiyah Semarang, Penasehat Masjid Agung Jawa Tengah, Penasehat MUI Jawa Tengah, Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang (1998-2000 dan 2010-2015), Anggota Dewan Syari’ah Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Pusat, Pengurus JATMAN Idharah Wustha Jawa Tengah, Pendiri Yayasan Pendidikan Al-Fattah Sayung, Demak dan Salah satu pemrakarsa berdirinya Universitas Wahid Hasyim Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Imam Taufiq menyampaikan pemberian gelar Doktor HC kepada KH Shodiq Hamzah atas kiprahnya dalam bidang ilmu Tafsir, terutama melalui salah satu karyanya yaitu Tafsir Al Bayan.

Kitab Al Bayan-fi Ma’rifah Ma’ani Al Quran ini menekankan aspek local genuine yang berorientasi pada bahasa dan konteks sosio kultural yang menggunakan bahasa Jawa latin kromo sebagai media penulisannya.

“Karya beliau dalam konteks kearifan lokal menjadi konsep kunci penyebarluasan ajaran agama. Selaras dengan UIN Walisongo yang menginisiasi paradigma kesatuan ilmu dalam keseluruhan proses akademik,” paparnya.

Prof Imam mengatakan bahwa kearifan local menjadi hal penting dalam menandai integritas keilmuan dan KH Shodiq Hamzah menjadikan kearifan lokal sebagai poin penting dalam karyanya, terepresentasi dalam spirit bi lisaani qaumihi sebagai ikhtiarnya dalam melestarikan risalah agama dalam karyanya.

KH Shodiq Hamzah menyampaikan pidato penganugerahan gelar kehormatan berjudul Al Quran dan spirit bilisani qaumih; Ikhtiar melestarikan risalah agama dalam bingkai kearifan lokal. Al-Quran hadir untuk semua umat. Fleksibilitas Al-Quran melalui ragam qiraat dan lahjah menjadikan Al-Quran responsif terhadap kondisi dan kebutuhan umat manusia.

Kemudahan Al-Quran untuk diakses oleh siapapun, menjadikan semua umat dapat mendekatinya dari berbagai aspek sesuai latar belakang dan kecenderungannya.

Ia menjelaskan dalam konteks peran mufasir dan ulama sebagai waratsatul anbiya, Al-Quran memberikan landasan bilisani qaumihi, suatu prinsip yang menunjukkan adanya kesadaran terhadap realitas dan kondisi umat.

“Dalam proses menafsirkan dan produk tafsir dari seorang ulama harus mencerminkan nilai-nilai kontekstual sekaligus menjaga lokalitas yang dapat memberikan solusi nyata khususnya bagi masyarakat dimana seorang mufasir berada, sehingga keberadaan Al-Quran sebagai hudan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.

Continue Reading

Berita

Zawiyah Arraudhah Gelar Haul ke-26 Syekh Abdul Aziz Al-Ghumari

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Zawiyah Arraudhah menggelar kegiatan Munajat Rajab dan Haul ke-26 Al-‘Allamah Al-Arif Billah Al-Muhaddits As-Sayyid As-Syarif Abdul Aziz bin Muhammad bin Shidiq Al-Ghumari As-Syadzili Ad-Darqowi Al-Hasani RadhiyaAllahu Anhu.

Bertempat di Gedung Pertemuan Zawiyah Arraudhah, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (31/1), kegiatan Haul yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut berlangsung dengan suasana ruhani, mengingat saat ini telah memasuki bulan Rajab.

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-4220652172712119&output=html&h=60&slotname=4603721776&adk=421037419&adf=363369837&pi=t.ma~as.4603721776&w=468&lmt=1675317342&format=468×60&url=https%3A%2F%2Faktual.com%2Fzawiyah-arraudhah-gelar-munajat-rajab-dan-haul-ke-26-syekh-abdul-aziz-al-ghumari%2F&host=ca-host-pub-2644536267352236&wgl=1&adsid=ChAIgLjongYQ3IjtzbfrkKwLEjkAGKjn4PMuyPs-YWzlPcDkkcOH-kOVzAylInvs5v5sxbLkM6A3o9g243SGxpbN6KT1ib_SDn3VYpU&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTQuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTA5LjAuNTQxNC43NSIsW10sZmFsc2UsbnVsbCwiNjQiLFtbIk5vdF9BIEJyYW5kIiwiOTkuMC4wLjAiXSxbIkdvb2dsZSBDaHJvbWUiLCIxMDkuMC41NDE0Ljc1Il0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjEwOS4wLjU0MTQuNzUiXV0sZmFsc2Vd&dt=1675317276372&bpp=1&bdt=3180&idt=220&shv=r20230124&mjsv=m202301230101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D6ab34b3d71051031-229c5b277bd60056%3AT%3D1663111736%3ART%3D1663111736%3AS%3DALNI_MbTssGVlTVchAzoR1oW2ocHVyPEdw&gpic=UID%3D000009c736589de1%3AT%3D1663111736%3ART%3D1675317277%3AS%3DALNI_MbPZbxSy1zZS20gQxXvX_jU6B4j-A&prev_fmts=728×90%2C0x0%2C468x60&nras=1&correlator=2372157444739&frm=20&pv=1&ga_vid=1953180687.1663111734&ga_sid=1675317277&ga_hid=1532794278&ga_fc=1&u_tz=420&u_his=1&u_h=720&u_w=1280&u_ah=672&u_aw=1280&u_cd=24&u_sd=1.5&dmc=8&adx=228&ady=1235&biw=1263&bih=569&scr_x=0&scr_y=0&eid=44759876%2C44759927%2C44759842%2C31071812%2C44779794%2C31071267%2C44779077&oid=2&psts=AD37Y7tfN8WaRP3ujmmuSMUIvpeITgtJ7_mEtjzk8Wy6wcwVwEYtdy0Oj2BZoR2oWZZhj-rUf279oKbGRWmTLQ&pvsid=4500467241654609&tmod=248800587&uas=0&nvt=1&ref=https%3A%2F%2Faktual.com%2Fwp-admin%2Fedit.php%3Fpost_type%3Dpost%26all_posts%3D1&eae=0&fc=896&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1280%2C0%2C1280%2C672%2C1280%2C569&vis=1&rsz=%7C%7CeEbr%7C&abl=CS&pfx=0&fu=0&bc=31&jar=2023-01-31-00&ifi=4&uci=a!4&btvi=2&fsb=1&xpc=04yu9flmXA&p=https%3A//aktual.com&dtd=65827

Khadim Zawiyah Arraudhah, KH. Muhammad Danial Nafis dalam Tausiyahnya menyampaikan pentingnya bagi pengikut Thariqah Qadiriyah Syadziliyah memperingati haul tersebut. Hal ini karena Syekh Abdul Aziz bin Siddiq Al-Ghumari Radhiyallahu Anhu merupakan Guru Agung yang termasuk dalam rantai sanad kethariqahan.

“Sebuah kenikmatan ketika kita bisa bersambung, meskipun kita tidak pernah mengenal beliau. Tetapi memperingati haul itu secara hakiki adalah sebagai bentuk perizinan beliau, untuk kita bisa mengenal beliau dan mendoakan beliau,” ujar Kiai Nafis yang juga merupakan Mudir JATMAN Idharah Wustha DKI Jakarta.

Kiai Nafis kembali melanjutkan tausiyah, bahwa hakikatnya ketika kita menghadiri sebuah peringatan Haul Ulama adalah bahwa kita diundang oleh Ulama itu untuk bersama-sama mendapatkan Rahmat Allah SWT.

Dalam tausiyahnya Kiai Nafis sempat menceritakankan biografi singkat Syekh Abdul Aziz, yang dilahirkan pada bulan Jumadil Awal 1338 H/1920 M di Maroko. Ayahandanya, Syekh Muhammad bin Shiddiq Al-Ghumari, merupakan seorang ulama, kekasih Allah, dan seorang Wali Qutub pada zamannya.

Syekh Abdul Aziz adalah putra terakhir dari Ibundanya, Syarifah Fatimah al Zahra merupakan cucu dari Sayyid Ahmad ‘Ajibah al Hasani, pengarang syarah kitab hikam yang masyhur.

“Semoga kita yang hadir dalam Haul ini menjadi bagian yang mendapat pencerahan dan kesambungan ruhani. Itu sangat penting. Siapa lagi yang kita harapkan kecuali ketersambungan kepada para Ulama, Masyaikh, Guru-guru kita,” kata Kiai Nafis.

Kiai Nafis menjelaskan pentingnya akan ketersambungan antara murid dan guru. Baik itu ketersambungan ilmu maupun ketersambungan ruhani.

“Bukankah ketika ketersambungan itu bersambung ke hadrati Rasulullah Saw, apakah sambung secara ilmu ataupun sambung secara ruhani, maka itu saling melengkapi. Di sinilah ketika ada ilmu zahir tidak dibarengi ilmu batin, maka disitulah terjadi ketidakseimbangan,” nasihatnya.

Zawiyah Arraudhah kata Kiai Nafis akan terus membudayakan tradisi mengaji, baik itu mengaji kelilmuan maupun mengaji keruhanian. Hal ini supaya ketersambungan tetap terjaga.

“Inilah yang menjadi fokus kita, bahwa ketersambungan ini menjadi amat penting. Sambungan itu akan menggerakkan ruhani kita, pikiran kita, langkah jasad kita, sehingga kita tetap terjaga dalam koridor Syariah, Sunnah Rasulullah Saw, dan Thariqah para Salafu Shalihin. Patut kita pahami, kita jaga dan rawat terus,” jelasnya.

Kiai Nafis menceritakan, Syekh Abdul Aziz dijemput menemui Ilahi pada Jumat 6 Rajab 1417 Hijrah bertepatan pada tanggal 17 November 1996 Masehi. Beliau dimakamkan di sisi makam ahli keluarganya di Zawiyah Shiddiqiah, Tonjah, Maroko.

Continue Reading

Berita

JATMAN Kabupaten Bandung Barat Gelar Musyawarah Kerja

Published

on

Bandung, JATMAN Online – Idaroh Syu’biyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh an Nahdliyyah (JATMAN) Kabupaten Bandung Barat menggelar Musyawarah Kerja (Musker) di Pondok Pesantren Al-Maidan Fikri, Cangkorah Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Ahad (29/01/2023).

Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung Barat Pangersa Rois KH. Aa Maulana ZA dalam Taushiyahnya menyampaikan pentingnya bertarekat, agar amalan khususnya bersanad.

“Ada Guru Mursyid yang membimbingnya. Ibadahnya tidak asal menggugurkan perintah, tapi dibarengi dengan Mahabbah dan Ma’rifat,” jelasnya.

Menurut AA, sapaan akrabnya, bahwa tarekat itu ibarat kabel jika disambungkan terus akan menyala. Walaupun amal atau zikirnya jumlahnya sedikit pasti akan sampai kepada Allah Subhanahu wa ta’ala melalui sambungan para Mursyid hingga Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Sementara itu, Rais JATMAN Kabupaten Bandung Barat, KH Dr. Ma’mur Sa’adi, mengungkapkan agar Jam’iyyah ke depan harus kuat dengan terbentuknya pengurus hingga tingkat Sya’afiyah, maju dan mandiri.

Beliau hingga meneteskan air mata, saat menyampaikan kalam Rais ‘Aam Idaroh Aliyyah JATMAN, Maulana Habib Luhfi bin Yahya “jangan mengecewakan”.

Diketahui, kegiatan Muker tersebut, Idaroh Syu’biyah JATMAN Kabupaten Bandung Barat, membahas lima bidang, diantaranya Bidang Kemandirian Jam’iyyah, bidang Dakwah Budaya Seni, Bidang Pengkaderan, Bidang Literasi Manaqib Aulia dan Bidang Cinta Tanah Air.

Kesimpulan dari acara tersebut yaitu agar JATMAN Kabupaten Bandung Barat maju dengan lengkap kepengurusannya, bisa mandiri, dan bisa dakwah bilhal dengan ekonomi yang amanah serta dakwah bilkalam melalui tulisan dan seni.

Pewarta: Saprudin

Editor: Arip Suprasetio

Continue Reading

Berita

Pengurus Mejelis Sufi Dunia Gelar Pertemuan Persiapkan Multaqo Sufi Internasional

Published

on

Pekalongan, JATMAN Online – Mejelis Sufi Dunia yang dipimpin oleh Maulana Habib Luthfi bin Yahya menggelar rapat persiapan multaqa sufi selama dua hari pada Rabu-Kamis, 1-2 Februari 2023 di Hotel Santika Pekalongan.

Selain dihadiri ulama-ulama nasional seperti KH. Ali Mas’adi Mojokerto dan para habaib, rapat tersebut juga mengundang sejumlah ulama sufi dari berbagai negara yang berperan di wilayahnya masing-masing, seperti Syekh Muhammad Shahumi al-Idrisi Mursyid Thariqah Sadziliyah dan Idrisiyah dari Libya, Syekh Riyadh Bazo Wakil Mufti Lebanon, Syekh Muhammad Maghrobi  Mufti Brazil dan Syekh Aun al-Quddumi Mufti Yordania.

Rais ‘Aam Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh al Mu’tabaroh (JATMAN) Habib Luthfi sebagai tuan rumah pada acara tersebut juga memperkenalkan kehadiran Pangdam dan Polres Pekalongan yang siap siaga untuk mengamankan segala proses kegiatan yang melibatkan ulama-ulama luar negeri.

“Jadi untuk keamanan terutama ulama-ulama yang datang dari luar negeri jangan khawatir masuk ke Indonesia. Bahwa kita siap keamanan yang luar biasa,” kata Habib Luthfi.

“Terima kasih saya sampaikan, semoga dari awal sampai akhir nanti bisa menjadi pembahasan yang cukup berbobot sehingga banyak orang-orang yang tadinya tidak paham tentang tasawuf akan membuka mata lebar-lebar, khususnya untuk peserta bisa menyampaikan kepada umat di negaranya masing-masing,” tambahnya.

Di samping itu, Syekh Muhammad Shahumi al-Idrisi yang merupakan satu dari pengurus Majelis Sufi Dunia menyampaikan kebahagiannya dalam Bahasa Arab yang kemudian dialihabahasakan oleh penerjemah, karena dapat berkumpul bersama orang-orang yang mendedikasikan diri terhadap tasawuf.

“Dan setelah sekian lama kita menetapkan Indonesia sebagai titik tolak untuk organisasi kita ini dan semoga pilihan kita terhadap Indonesia ini pilihan yang benar, tidak sia-sia, karena Indonesia itu adalah negara muslim yang terbesar dan sudah sepatutnya yang besar itu mengayomi yang lainnya,” kata Mursyid Thariqah Sadziliyah tersebut.

Perlu diketahui, bahwa tujuan dari diadakannya rapat tersebut adalah untuk membahas AD/ART perkumpulan, pelaksanaah Multaqo Sufi Dunia, penguatan persatuan ulama sufi dan isu-isu yang akan dibahas dalam forum.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending