KH. Muhammad Adlan Aly

Salah satu pendiri Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) dan mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Cukir Jombang (Tarekat Cukir). Pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Walisongo Cukir, Jombang.

KH. Muhammad Adlan Aly lahir pada 3 Juni 1900 di Maskumambang, Gresik. Dia merupakan putra dari pasangan Ibu Hj. Muchsinah dengan KH. Adlan Aly. Semasa kecil KH. Muhammad Adlan Aly belajar agama Islam kepada pamannya, yaitu KH. Fariq di Pondok Pesantren Maskumambang Gresik. Pada usia remaja, ia belajar menghafal Al-Qur’an dalam bimbingan KH. Munawar, Kauman, Sedayu, Gresik. Setelah itu, ia mondok di Pesantren Tebuireng di Jombang yang diasuh KH. Hasyim Asy’ari.

Ketika kakaknya K.H. Ma’shum Ali, medirikan Pondok Seblak, ia pindah ke pondok tersebut sambil tetap belajar di Pondok Tebuireng. Ketika kakaknya KH. M. Mahbub Aly membuat rumah di Cukir dan membuka toko kitab di dekat Pasar Cukir, ia ikut mengurusi toko tersebut kemudian mendirikan Madrasah Mu’allimat Cukir dan membuat asrama di belakang rumah hingga kemudian berdiri Pondok Pesantren Walisongo Cukir.

KH. Muhammad Adlan Aly belajar dan bergabung dengan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di bawah bimbingan KH. Romly Tamim Rejoso hingga menjadi khalifahnya. Setelah KH. Romly Tamim wafat, KH. Adlan Aly yang mendapat ijazah irshad dari Kiai Muslih Abdurrahman Mranggen, Semarang, ditunjuk menjadi khalifah tarekat ini di wilayah Jawa Timur. Sejumlah sumber menyatakan bahwa KH. Adlan juga mendapat ijazah irshad dari KH. Romly Tamim sendiri.

Sepeninggal KH. Romli, Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah terpecah, yakni Tarekat Rejoso dan Tarekat Cukir. KH. Mustaim Romli, mursyid tarekat Rejoso, yang juga merupakan pemimpin Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah, cenderung mendukung Golkar. Hal tersebut membuat sejumlah ulama NU terutama yang dekat dengan PPP berupaya mendirikan organisasi serupa.

Pada Muktmar ke-26 di Semarang pada 1979, NU mendirikan organisasi Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah. KH. Adlan Aly sebagai mursyid Qadiriyah wa Naqsyabandiyah merupakan salah satu pemrakarsanya. Tarekat yang dipimpin bergabung ke dalam payung organisasi tersebut. Tarekat pimpinan KH. Adlan Aly ini sampai sekarang dikenal dengan sebutan Tarekat Cukir, merujuk pada tempat tinggal KH. Adlan Aly di Desa Cukir, Jombang, Jawa Timur.

KH. Muhammad Adlan Aly wafat 6 Oktober 1990 M atau 17 Rabiul Awwal 1411 H yang kemudian dimakamkan di pemakaman Pondok Tebuireng Jombang.

Sumber: Ensiklopedia Nahdlatul Ulama

Komentar
Loading...