KH. Muchlisin Dawam: Mengapa Kita Perlu Bertasawuf?

0

SUKOHARJO – Dalam pembukaan kursus tasawuf di Sukoharjo hari ini Selasa (26/2) KH. Muchlisin Dawam bercerita tentang doa seorang sahabat nabi yang didengar Sayyidina Umar saat sedang thawaf. Doa yang ia dengar, “Ya Allah masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang sedikit.”

Selesai thawaf Sayyidina Umar menghampiri orang tersebut dan bertanya, “Mengapa engkau berdoa sedemikian rupa? Memangnya tidak ada permohonan lain yang ingin kau mohonkan kepada Allah?”.

“Wahai Amirul Mukminin! Aku membaca doa itu karena aku takut dengan penjelasan Allah dalam surah Al-A’raf ayat sepuluh, Sesungguhnya Kami (Allah) telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami hasilkan bagi kamu (sumber) penghidupan. Tetapi amat sedikit kamu yang bersyukur.”

Foto: Hendra

Setelah menyampaikan kisah itu, Kiai Muchlisin Dawam memotivasi panitia kursus tasawuf tidak kecewa jika hanya sedikit orang yang terlibat dalam kegiatan. “Ternyata betul di akhir zaman orang baik hanya sedikit,” ujarnya.

Murid Kiai Syafaat Abdul Ghofur, Blokagung Banyuwangi Jatim ini mengajak seluruh peserta untuk belajar tasawuf . “Kenapa harus bertasawuf, bertahariqah? Karena kita semua akan kembali kepada Allah. Urusan dunia jika terus menerus dituruti akan capek. Suatu saat akan kita tinggalkan semua urusan utuk menghadap kepadaNya.”

Menurutnya belum tentu orang-orang yang hidup dalam kemewahan bisa merasakan nikmatnya hidup. Tidak sedikit yang tampaknya hidup dalam kekurangan ternyata bisa menikmati hidupnya.

Muballigh yang aktif di NU ini bersyukur Mudir Aam JATMAN KH. Wahfiudin Sakam bisa hadir ke Sukoharjo menyampaikan kajian tasawuf. “Di Solo Raya ini tidak sedikit paham yang aneh-aneh, mengaku-aku mursyid tarekat. Maka kehadiran Kiai Wahfiudin menjadi berkah untuk kita semua.”

“Insya Allah jika kita ikuti kursus tasawuf ini sampai selesai dengan hati yang ikhlas, hidup kita penuh keberkahan,” tutupnya. (Idn)

Comments
Loading...