KH. Moh. Hasyim Zaini dan Program Thariqah Masuk Desa

PROBOLINGGO – Suatu ketika, KH. Hasyim Zaini sedang “ngobrol” bersama salah seorang santrinya. Dalam obrolannya, beliau menyinggung masalah Program ABRI Masuk Desa (AMD). Seperti kita ketahui bahwa program tersebut dicetuskan oleh jendral M. Yusuf pada tahun 1980 yang tujuannya adalah untuk membantu masyarakat desa dalam menyelesaikan setiap permasalahannya, selain itu program tersebut untuk memaksimalkan potensi desa, karena desa merupakan penyuplai bahan bahan baku pangan nasional serta sebagai sumber ketenagakerjaan.

Kemudian dalam obrolannya tersebut KH. Hasyim Zaini berkata kepada si santri, “jika sekarang sudah dicetuskan program ABRI masuk desa, kalau begitu kita buat program Thariqah Masuk Desa,” si santri tersebut bingung tentang program yang di rencanakan KH. Hasyim.

Oleh karenanya si santri kemudian menanyakan maksud dari program tersebut. “Maksudnya gimana kiai?” Tanya si santri. “Kalau dulu thariqah hanya tertentu kepada kebanyakan para kiai-kiai, sekarang kita juga kenalkan thariqah kepada masyarakat awam,” jawab Kiai Hasyim.

Namun tidak lama setelah itu beliau tepatnya tahun 1984 beliau sudah dipanggil terlebih dahulu oleh Allah Azza wa Jalla dalam usia yang relatif muda yakni 45 tahun.

Begitulah KH. Hasyim Zaini, dari kisah tersebut beliau membuat ide seperti ini bukan tanpa alasan, namun karena sangat pentingnya thariqah. Sebetulnya, dalam thariqah bukan hanya sebatas mengamalkan dzikir, memang posisi “dzikir” dalam thariqah itu penting.

Namun ada hal yang jauh lebih penting dari itu yakni tentang bagaimana cara kita berguru, ber-“shuhbah”, menjaga adab dan memasrahkan diri dan “ego” kita sepenuhnya untuk dibimbing hingga layaknya mayyit yang tidak bisa berbuat apa-apa lagi di hadapan orang yang memandikannya. Karena mursyid merupakan “Syaikhul Futuh”, seorang yang akan membimbing ruhani kita menuju kehadirat-Nya. Dan memang beginilah jalannya.

Hendaklah engkau selalu bersama Allah. Jika tidak mampu, berusahalah selalu bersama orang-orang yang dekat dengan Allah. Karena sesungguhnya orang itulah yang akan membuatmu wushul kepada Allah. (HR. Abu Dawud).

اللهم اهدنا الطريق المستقيم # طريق الاولياء والمخلصين

Santri tersebut adalah KH. Imam Qusyairi Zain, Paiton, yang saat ini menjadi Mudir Idarah Syu’biyyah JATMAN Kraksaan.

Oleh: Maghfur Ramdhani Ketua MATAN Universitas Nurul Jadid

Komentar
Loading...