KH. Ali Mushtafa Yakub: Nabi Menyukai Untuk Menyamai Yahudi dan Nasrani

0

Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum
“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka”

Sebagian ulama mengatakan itu hadis sahih, sebagian yang lain hadis tersebut tidak sahih, kalaupun itu sahih maka yang dimaksud adalah menyerupai orang-orang kafir dalam pakaian dan perbuatannya yang khusus.

Tapi ada hadis sahih yang tidak disampaikan sementara orang, hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam kitab Shahih Bukhari bersumber dari Sahabat Ibnu Abbas Ra Yuhibbu muwafaqata ahlil kitab fima lam yu’mar bihi.

Rasulullah menyukai untuk menyamai ahlil kitab Yahudi dan Nasrani selama tidak perintah untuk menjauhi atau dengan kata lain selama tidak ada larangan.

Dicontohkan oleh sahabat Ibnu Abbas, Rasulullah semula, pada awalnya kalau menyisir rambut itu memakai jambul di depan. Dan itu adalah tradisi orang orang musyrikin. Tapi, kemudian Rasulullah mengubah cara menyisir rambut dengan dibelah ke kanan dan ke kiri dan itu adalah tradisi orang orang Yahudi dan Nasrani. Dan Rasulullah menyukai yang kedua itu.

Rasulullah suka untuk menyamai orang orang Yahudi dan Nasrani, selama tidak ada larangan. Jadi Islam itu sangat lentur sekali sebenarnya itu. Yang bikin sumpek dan kaku itu sebagian orang Islam sebenarnya itu. Ada unsur yang namanya tasyaddud, mempersulit diri. Maka saya di berbagai daerah apakah di bali atau papua di daerah dayak. Kalau di Bali misalnya, anda membangun masjid kenapa tidak anda adopsi itu budaya-budaya Bali?

Diambil dari tausiyah Alm. Prof. Dr. KH. Ali Musthafa Ya’kub
(Pendiri Darus Sunnah International Institute For Hadith Sciences)

Comments
Loading...