Ketum PP Muslimat NU: Mengapa Aswaja An Nahdliyyah Teguhkan Bangsa?

0

JAKARTA – Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat NU (Nahdlatul Ulama) menyampaikan alasan dibalik pemilihan tema Harlah Muslimat NU yang ke-73. “Kenapa kami mengambil tema ‘Jaga Aswaja Teguhkan Bangsa?’” ucap Gubernur Jawa Timur terpilih tersebut, Ahad, (27/1).

“Allah menganugerahkan bangsa Indonesia bangsa yang beragam, kalau Presiden sering kali menyebut ada 714 suku. Bersuku-suku bangsa, bahasa yang berbeda-beda, tradisinya berbeda, organisasinya berbeda, agamanya berbeda tetapi kita tetap bersatu dalam menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” demikian disampaikan di hadapan Presidan, para Menteri dan puluhan ribu Muslimat NU yang hadir dari berbagai daerah.

“Maka Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah mengajarkan kita tasamuh toleransi,” sambungnya.

“Berbeda haruslah kita jadikan sebagai bagian yang akan menjadikan kita ber-fastabiqul khairat. Kita akan terus berlomba lomba menuju kebaikan yang satu kepada kebaikan yang lain,” ucap Mantan Menteri Sosial dan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.

Kita mesti memberikan ruang, bagaimana ada freedom of express di dalamnya, freedom of speech di dalamnya tetapi satu dengan yang lain saling menghargai, satu dengan yang lain saling menghormati.

Nahdlatul Ulama mengajarkan kita tawashut, moderat. Bagaimana kemudian, di antara berbagai stratifikasi sosial di antara perbedaan dan keberagaman sikap moderasi itu kita bangun, kita tanamkan, kita sosialisasikan, lalu tawazun dan I’tidal.

Ketum PP Muslimat juga mempersiapkan panduan Aswaja Annahdliyah untuk anak usia dini, raudhatul athfal dan untuk taman kanak kanak di lingkungan Muslimat NU, “kami ingin sampaikan sejak dini usia kepada mereka, inilah Indonesia dengan berbagai keragaman yang harus saling menghormati satu sama lain,” pungkasnya.

Beliau juga menyampaikan kekuatan Muslimat NU. “Kekuatan Muslimat ada di kemandiriannya, mari kita bangun kemandirian ini mulai dari ranting, kita bangun kemandirian tingkat cabang, kita bangun kemandirian tingkat wilayah sampai dengan tingkat pusat.”

Usai sambutan warga Muslimat NU bersama-sama membaca deklarasi anti hoaks, anti fitnah dan anti ghibah. (eep)

Comments
Loading...