Ketum PBNU: Prinsip Demokrasi Harus Bisa Menjaga Keutuhan Bangsa

0

JAKARTA – Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA. menghadiri acara Multaqa Ulama, Habaib dan Cendekiawan Muslim Untuk Kemaslahatan Bangsa di Ball Room Hotel Kartika Chandra, Jakarta pada Jum’at malam (3/5).

Kiai Said berpidato dalam acara yang dihadiri oleh para ulama, tokoh agama, habaib dan cendekiawan muslim tersebut, diantaranya Rais Aam JATMAN Habib Luthfi bin Yahya, Majelis Ifta’ wal Irsyad JATMAN KH. Maimun Zubair, dan Imam Masjid Istiqlal Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. dan Guru Besar Hukum Islam bidang Fikih Siyasah UIN Syarif Hidayatullah, Prof. Dr. Masykuri Abdillah, MA., serta Abuya Muhtadi.

“Demokrasi jangan dipandang kebebasan yang sebebas-bebasnya tanpa batas dan tanpa rambu-rambu. Demokrasi bukan hanya menekankan pada aspek prosedural dan tidak berorientasi pada pengembangan nilai-nilai luhur serta tidak mengedepankan kepentingan orang banyak,” ucap Kiai Said yang juga pendiri Pesantren Luhur Al Tsaqafah.

“Prinsip demokrasi harus bisa menjaga keutuhan bangsa,” tambah kiai Said.

Selain itu, demokrasi harus menciptakan keadilan dan memberikan kesejahteraan kepada rakyat. Menurut Ketum PBNU dua periode tersebut, demokrasi juga harus menjaga kebersamaan dalam kebhinekaan, memperhatikan prinsip permusyawaratan, perwakilan dan kemufakatan yang mencerminkan keragaman bangsa

“Tidak semata-mata berdasarkan mekanisme pemilihan one man one vote, demokrasi menjamin kepercayaan kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa,” jelas tokoh yang masuk dalam 50 muslim paling berpengaruh di dunia tersebut. (eep)

Comments
Loading...