Ketua MATAN UNJ: Masjid Mesti Lebih Produktif dan Profesional

JAKARTA – Islam menganjurkan umatnya untuk memakmurkan dan meramaikan masjid. Dalam Surat At-Taubah ayat 18, Allah SWT menjelaskan bahwa yang memakmurkan masjid tersebut hanyalah orang-orang beriman pada hari akhir, mendirikan shalat, dan membayar zakat.

Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ فَعَسٰۤى اُولٰٓئِكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah, 9:18).

Syaikh Muhammad Ali As-Shabuni dalam Rawai’ul Bayan: Tafsir Ayatil Ahkam menerangkan ada dua cara memakmurkan masjid. Ia mengatakan:

ذھب بعض العلماء إلى أن المراد بعمارة المساجد ھو بناءھا وتشییدھا وترمیم
ما تھدم منھا. وقال بعضھم: المراد عمارتھا بالصلاة والعبادة وأنواع القربات

Artinya, “Sebagian ulama berpendapat bahwa memakmurkan masjid adalah dengan cara membangun, memperkuat, dan memperbaiki bangunan yang rusak. Sementara pandangan lain mengatakan, yang dimaksud memakmurkan masjid ialah dengan mengerjakan shalat dan segala bentuk ibadah serta mendekat kepada Allah SWT.”

Jadi memakmurkan masjid tidak hanya dengan memperindah dan merenovasi bangunan masjid, tetapi juga memperbanyak ibadah dan mengerjakan shalat berjamaah di masjid.

Saat ini di Indonesia Berdasarkan data Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia tahun Maret 2019, jumlah masjid sebanyak 741.991 yang terdiri dari 296.797 Masjid dan 445.194 Mushalla.

Sejarah telah membuktikan bahwa masjid telah berhasil membangun peradaban dan kejayaan umat Islam. Oleh karena itu, melakukan pembaharuan pengelolaan manajemen masjid agar lebih produktif dan profesional sangat diperlukan dalam rangka memberdayakan masyarakat dan umat.

Oleh: Arip Suprasetio
(Ketua PK MATAN Universitas Negeri Jakarta)

Komentar
Loading...