Connect with us

Berita

Ketua Aswaja Centre NU Jabar Kunjungi Tokoh Nahdliyin Bogor

Published

on

Bogor, JATMAN Online – Ketua Aswaja Center NU Jawa Barat KH Ahmad Yazid Fattah bersilaturahmi ke kediaman tokoh Nahdliyin Citayam Abah Hasan Syazili yang beralamat di Jl. Raya Citayam Gg. Masjid An-Naja (Sendok) Raga Jaya, Bojong Gede, Kab. Bogor (12/2) Sabtu.

Menjadi tradisi bagi setiap Mukmin untuk dapat bersilaturahmi dengan siapa pun. Silaturahmi ini merupakan kunjungan balasan Ketua Aswaja Centre NU Jabar. Yang beberapa bulan lalu disambangi oleh Abah Hasan Syazili beserta putra-putranya yang aktif di Aswaj Centre dan Media Centre Jabar, ke Pondok Pesantren Asshidiqiyah Cijeruk Bogor.

Hadist ini menjadi pijakan bagi Abah Hasan Syazili untuk senantiasa menjalin hubungan kepada siapa pun terlebih kepada para pewaris ajaran Nabi Muhammad Saw.

عن أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: « مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Dari Anas bin Malik radhiyallohu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa suka dilapangkan pintu rizki untuknya dan dipanjangkan umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturrahim.”

Kediaman yang menjadi basis bagi santri-santri kalong (non mukim) mempelajari baca Al-Qur’an dan kitab-kitab dasar ke-Aswaja-an di Kampung yang para habib menyebutnya dengan Sittata Ayyam (ستة ايام) Citayam.

Patut diketahui bahwa Kampung Citayam menjadi primadona karena tradisi maulid Nabi Muhammad yang sangat meriah, sehingga sekolah-sekolah disekitar Kampung meliburkan, tiada lain untuk mengabil berkah dari peringatan Muludan (istilah orang Citayam).

Maulid yang sungguh unik ini terjadi di Kampung Citayam, menghadirkan banyak penceramah dari habaibnya, kiai-kiainya, sampai ustadz-ustadznya memberikan mauidhoh hasanah terkait keangungan Nabi Muhammad Saw. Walau sepatah dua patah. Yang pada intinya adalah tabarukan warga Nahdliyin Citayam dengan orang-orang Sholih.

Ciri khas dari Nahdliyin Citayam adalah mencintai Zuriyah Nabi Muhammad dan pastinya cinta juga dengan para Kiai mereka menyebutnya dengan Muallim, Guru (sebutan Kiai di Betawi) sebagai pewaris para Nabi.

Sabda Nabi:

إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَاراً وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنَ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

Artinya: “Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak”. (Riwayat At-Tirmidzi no. 2681).

Rumah-rumah Nahdliyin Citayam dipastikan terdapat foto-foto Zuriyah yakni para Wali Songo, para habib dan tokoh Nahdlatul Ulama seperti Hadratus Syekh Mbah Hasyim Asyari.

Tradisi yang kental dengan amaliyah Aswaja An-Nahdliyah hampir setiap waktu terlihat, membaca Shalawat setelah adzan di saat menunggu imam, ziarah setiap jum’at pagi, pengajian lekar hampir disetiap musholla, majelis ta’lim dan di rumah guru ngaji seakan menghadirkan nuansa kampung santri.

KH Ahmad Yazid Fattah Sebagai Ketua Aswaja Center Nahdlatul Ulama Jawa Barat. Lembaga ini menjadi ternama saat Habib Umar bin Hafidz hadir di acara Refleksi Perjuangan Muassis Nahdlatul Ulama di Bidakara Savoy Homan Hotel, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Beliau mendapat kehormatan untuk melakukan peresmian dan penandatanganan prasasti Aswaja Center pertama di Jabar, diikuti oleh Gus Hasan selaku Ketua PWNU Jawa Barat dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Pada 24 September 2019.

Perbincangan KH Ahmad Yazid Fattah dengan shohibul bait terkait nasab keilmuan para Habib, Muallim, Guru (Kiai)serta asatidz yang ada di Wilayah Citayam.

Patut menjadi perhatian bahwa sanad keilmuan Muallim, Guru (Kiai), jika bditelusuri mereka tersambung dengan Habaib yang pada masa itu terdapat Islamic Center Indonesia dipimpin oleh Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi, pendiri awal majelis Kwitang merupakan ulama kharismatik yang berjasa memulai majelis ta’lim di Indonesia.

“Saya masih kecil sering ngaji di Kwitang, dan majelis ta’lim yang memberikan keberkahan pada masa itu sehingga banyak Guru/Muallim mendirikan majelis lainnya bukan saja di Jakarta tapi ke bodetabek,” Pungkas Abah Hasan.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan

Editor : Warto’i

Continue Reading

MATAN

Merayakan Lebaran, MATAN Yudharta Adakan Safari Keliling Masyayikh Di Pondok Pesantren Ngalah

Published

on

Pasuruan, JATMAN Online – MATAN Yudharta Pasuruan adakan safari keliling kepada para masyayikh di Pondok Pesantren Ngalah.Acara ini dilakukan guna terus menggerakkan tongkat estafet organisasi MATAN dengan para masyayikh, khususnya para gawagis. Karena MATAN Yudharta sendiri tidak pernah lepas dari bimbingan beliau.

Agenda ini dilaksanakan pada hari Senin (16/08) dengan diikuti oleh semua anggota MATAN. Lokasi yang menjadi tujuan utama dalam safari keliling adalah murrobih ruhina atau guru mursyid kita yakni Kiai Sholeh Bahrudin, kemudian dilanjutkan dengan ke rumah Pak Syaiful (Gus Pul), Agus H. Sholiq, Agus H. Yusuf Wijaya Lc.M, Agus H. Achmad Syaikhu, Agus H. Kholid Murtadlo, Agus H. Muhammad, dan Agus Miftahul Atiq.

Dari event sowan masyayikh ini, semua anggota MATAN mendapat pengingat dari para masyayikh seperti dari Agus H.Yusuf Wijaya bahwa yang penting dari MATAN adalah bisa membentengi mahasiswa dari sikap berpikir logis saja karena MATAN orientasinya untuk mengolah rasa, mengolah hati. Sepatutnya, pemuda memiliki benteng spiritual agar hanyut ke dunia bebas.

Ia berharap, kedepannya MATAN bisa menyentuh mahasiswa di luar pondok pesantren. karena banyak mahasiswa non-pesantren yang perlu ajakan dan dorongan dari MATAN agar bisa mengenal seorang guru mursyid.

“Bila MATAN mulai dikenal oleh mahasiswa non-pesantren, maka satu persatu, akan mampu dicapai karena MATAN mampu meraih zona luar pesantren untuk ikut bersyi’ar thariqah.” Ungkap Agus H.Saikhu.

Event ini ditutup dengan doa dari para masyayikh agar MATAN yang ada di Komisariat Yudharta Pasuruan selalu istiqamah dan mampu menjalankan cita-cita pendiri.

Penulis: MATAN Yudharta
Editor: Khoirum Millatin

Continue Reading

Berita

Idarah Ghusniyah JATMAN Sendang Agung Lampung Tengah Resmi Dilantik

Published

on

Lampung Tengah, JATMAN Online – Pelantikan pengurus Idarah Ghusniyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Kecamatan Sendang Agung Lampung Tengah diadakan di halaman Gedung MWC NU kecamatan setempat, Minggu (15/5).

Pelantikan kepengurusan JATMAN Sendang Agung tersebut digelar dalam rangkaian acara halal bi halal.

Mudir Idarah Ghusniyah JATMAN Ustadz Yasin Zakaria berpesan kepada seluruh pengurus JATMAN untuk dapat memberikan penjelasan terhadap masyarakat dalam mengenalkan terkait ketarekatan.

“Kita memiliki tugas, yaitu memberikan penerangan kepada masyarakat terkait dengan thoriqoh,” ujarnya.

Ustadz Yasin Zakaria mengatakan pengurus JATMAN tidak hanya mensyiarkan zikir semata, namun juga harus mensyiarkan ilmu. Pasalnya, saat ini banyak bermunculan orang dan kelompok yang memakai baju tasawuf atau tarekat, namun bertentangan dengan Alquran dan As-Sunnah.

“Lawan kita adalah kebodohan, ahlu thoriqoh harus menjadi ahli ilmu, karena ilmu itu ada dua; ilmu dzahir dan ilmu bathin. Segala sesuatu harus dibarengi dengan ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Keseimbangan dalam kesadaran itulah yang menjadi misi bersama dari JATMAN Sendang Agung,” Jelasnya.

Acara pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN Sendang Agung dihadiri Ketua JATMAN Wilayah Lampung Al Habib Assadullah, Ketua JATMAN Lampung Tengah KH. Muhtar Ghozali, KH. Syamsudin Thohir, Ketua Suriyah MWC NU Kecamatan Sendang Agung Tanfidiyah Ky. Hunasin, Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Sendang Agung Ghufron Mustofa, Seluruh badan otonom (banom) NU Kecamatan Sendang Agung, Camat Kecamatan Sendang Agung Ade Sujana Dwiyanto, Ketua KUA Kecamatan Sendang Agung H.Rozikin, tokoh agama dan ratusan undangan lainnya.

Berikut ini pengurus Idarah Ghusniyah JATMAN Kecamatan Sendang Agung masa khidmat 2020-2025 yaitu:

(l) Majlis Ifta’, KH. Hamdad Mudzakir (Ketua),

(ll) Ifadliyyah, KH.Aceng Arifin (Rois), Ust. Muslihudin, S.Pd.l (Katib),

(lll) Imdloiyyah, Ust. Yasin Zakariya (Mudir), Ust. Mahmud Jauhari (Sekretaris) Triyono, S.Pd.l,

(IV) Imadiyyah, (a)- Lajnah Iqtishodiyyah, Ust Rasim, (b)- Lajnah Bahtsul Masa’il (Ky. Yasiruddin, (c)- Lajnah Muslimat Thoriqiyyah Nahdliyyah, Nyai Rokayah (ketua), Nyai Mariyah, D.Pd.l (Sekretaris), (d)- Lajnah MATAN, Muhammad Anwar S.Pd.l (ketua), Misbahuddin, M.Pd. (sekretaris).

Continue Reading

Berita

Rabithah ‘Alam Islami Siap Bantu Agenda Internasional NU

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Sekretaris Jenderal Rabithah ‘Alam Islami (Liga Muslim Dunia) Syaikh Muhammad bin Abdul Karim Al Issa mengungkapkan bahwa Rabithah siap membantu kebutuhan-kebutuhan dalam pelaksanaan agenda-agenda internasional Nahdlatul Ulama (NU).

“Nahdlatul Ulama adalah organisasi yang pantas menjadi teladan bagi organisasi-organisasi Islam lainnya di seluruh dunia”, kata Syaikh Muhammad dalam keterangan yang dikutip di Antara, Kamis (12/05).

Ia menyatakan bahwa NU ikut memegang hak milik atas Rabithah karena Rabithah dimaksudkan sebagai milik seluruh dunia Islam.

Hal itu ia sampaikan dalam kesempatan pertemuan pribadi bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf seusai penutupan “Forum tentang Nilai-nilai Bersama di Antara Para Pengikut Agama” di Riyadh.

Syaikh Al Issa menyambut ajakan kerja sama itu dengan bersemangat karena yakin bahwa semua agenda NU dimaksudkan sebagai ikhtiar untuk membangun dan menebarkan kemaslahatan.

“Saya sudah berkeliling ke seluruh dunia dan bertemu banyak orang. Tidak pernah saya mendengar pembicaraan tentang NU dan Anda pribadi (menunjuk Ketua Umum PBNU), kecuali hal-hal baik dan pujian saja,” ujar Al Issa.

Kedua pihak bersepakat untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam langkah-langkah strategis menghadapi dinamika internasional yang rumit dewasa ini.

“Apa pun bentuk dukungan yang anda butuhkan dalam upaya-upaya internasional Anda, jangan segan-segan menghubungi kami. Karena Rabithah ‘Alam Islami ini adalah milik Nahdlatul Ulama juga,” ujar Al Issa.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf mengakui bahwa agenda apa pun menyangkut dunia Islam akan sulit berjalan dengan baik apabila tidak melibatkan Kerajaan Saudi Arabia.

Hal itu mengingat bahwa kerajaan itu memegang kedaulatan atas dua tempat suci, pusat peribadatan umat Islam di seluruh dunia.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending