Ketika Memandangnya Jadi Ibadah

Agama Islam merupakan agama yang memberikan rahmat bagi seluruh alam. Agama yang tidak memberatkan umatnya. Islam sangat memudahkan umatnya dalam beribadah.

Tidak benar jika ada pendapat yang menyatakan bahwa agama Islam itu menyulitkan umatnya. Banyak sekali hal-hal kecil, bahkan remeh namun bisa bernilai ibadah dan mendapatkan pahala yang besar.

Seperti yang disampaikan oleh Al-Maghfurlah Romo KH. Ma’ruf Irsyad Kudus dalam suatu kesempatan. Terdapat tiga hal kecil yang bisa bernilai ibadah, hanya dengan melihat ataupun memandang saja bisa mendapatkan pahala. Apa itu…?

Pertama, Melihat Al-Qur’an

Al-Qur’an merupakan kitab suci yang menjadi pedoman umat Islam dalam menjalankan kehidupan. Kitab yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah untuk menuntun umat Islam, bahkan umat manusia.

Umat Islam sangat dianjurkan untuk gemar membaca Al-Qur’an. Bahkan sebagian yang lain mampu menghafalkanya. Kelak barangsiapa yang gemar membaca Al-Qur’an, maka niscaya akan menjadi penolong atau teman di Alam Kubur dan di Akhirat kelak.

Kita dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an setiap hari, bahkan setiap waktu dan setiap saat. Tetapi sebagai manusia terkadang kita merasa malas untuk membacanya. Namun Islam adalah agama yang sangat memudahkan umatnya. Jika kita tidak bisa membaca Al-Qur’an, maka kita bisa melihat atau memandang Al-Qur’an saja.

Hanya dengan melihat atau memandangi Al-Qur’an saja bisa mendapatkan pahala ibadah. Melihatnya saja bernilai ibadah, apalagi membaca, terlebih hafal dan mampu mengamalkan isi kandungannya. Itulah salah satu keistimewaan yang dimiliki Al-Qur’an memandinginya bernilai ibadah.

Kedua, Melihat Ka’bah

Ka’bah merupakan kiblat umat Islam diseluruh dunia. Semua umat Islam pasti menginginkan untuk bisa berziarah kepadanya. Setiap hari, ribuan bahkan ratusan ribu manusia mengelilingnya guna menjalankan beribadah thawaf. Salah satu keistimewaan ka’bah adalah melihat atau memandangi ka’bah sudah bernilai ibadah yang mendapatkan pahala.

Ketiga, Melihat Orang Tua

Orang tua adalah orang yang wajib dihormati dan dita’ati, karena beliaulah yang mendidik dan merawat kita. Ridha Allah terletak pada ridha orang tua. Kesuksesan serta kebahagiaan kita terletak pada do’a dari orang tua. Jika menghormatinya adalah sebuah kewajiban. Maka, memandang wajahnya adalah sebuah ibadah yang mendapatkan pahala.

Keempat, Melihat Guru atau Kiai

Guru atau Kiai merupakan orang yang telah mendidik dan memberikan pelajaran, ilmu, pengetahuan dan suri tauladan. Orang yang sangat berjasa atas kehidupan kita. Mentransfer sebuah ilmu dan pengetahuan untuk keselamatan serta kesuksesan anak didiknya. Berkat jasa dan do’a beliaulah kita bisa memperoleh kesuksesan serta kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

Diantara adab terhadap guru adalah senantiasa mendo’akan beliau serta menghormati dan mentaatinya. Jika seseorang berakhlakul karimah kepada guru, maka niscaya akan mendapatkan keberkahan ilmu. Keistimewaan yang dimiliki guru diantaranya, memandang atau melihat wajahnya adalah sebuah ibadah yang tentunya mendapatkan pahala. Wallahu ‘Alam.

Kotributor: Muhammad Alvin Jauhari
Ketua PK MATAN UIN Sunan Ampel Surabaya, Mahasiswa Hubungan Internasional

Baca Lainnya
Komentar
Loading...