Kencing Setan dan Produktivitas

Rutinitas selama di rumah aja mestinya tidak membuat kita mengurangi produktivitas. Meski belajar dan bekerja dari rumah alias WFH (work from home), semangat harus tetap dipelihara.

Tapi kalau kamu semenjak di rumah kok jadi lebih sering malas, hati-hati. Jangan-jangan redupnya semangat kamu itu ada pengaruh dari setan. Ada kalau kamu merasa bad mood dan gak ada gairah untuk melakukan kebaikan berarti ada yang perlu diperbaiki.

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan, malam masih panjang, tidurlah. Jika ia bangun lalu mengingat Allah, lepaslah satu ikatan. Lalu jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan berikutnya. Kemudian jika ia shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari dia akan bersemangat, aktif dinamis dan baik jiwanya. Jika tidak melakukan demikian, jadi buruk jiwanya dan malas.” (HR. Bukhari).

Ada yg tiga hal yang bisa membuat ikatan itu lepas. Pertama dzikrullah, kedua berwudhu dan ketiga shalat. Ketiga hal inilah yang bisa melepaskan ikatan-ikatan tersebut. Meski ulama berbeda-beda pandangan tentang ikatan tersebut apakah hakiki atau majazi. Yang jelas bisa mempengaruhi semangat dan kondisi kejiwaan kamu.

Dalam riwayat lain, ada seseorang yang masih tidur hingga pagi sehingga tidak mendirikan shalat. Rasul bersabda: “setan kencing di dua telinganya.” (HR. Bukhari).

Jika setan itu makan, minum dan menikah, maka bukan hal yang mustahil setan pun kencing. Ada juga yang memahaminya secara majazi, maksudnya setan menutupi telinganya sehingga tidak shalat dan tidak mendengar dzikrullah. Akibat kencing setan ini jugalah orang akan menjadi malas sebagaimana dijelaskan dalam Fathul Bari’ Syarah Shahih Bukhari.

Ilustrasi orang sedang menyerut kayu. Foto: Burst.

Oleh karenanya Imam Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menekankan agar setiap muslim sudah bangun tidur sebelum fajar. Serta yang pertama kali terlintas baik itu dalam qalbu maupun lisannya ketika bangun tidur ialah dzikrullah (mengingat Allah).

Betapa pentingnya dzikrullah, ketika bangun tidur, bahkan juga semestinya dilakukan sebelum tidur. Tak aneh jika banyak bacaan serta wirid di waktu tersebut baik itu dari Rasulullah Saw maupun yang disusun oleh alim ulama.

Sehingga sebagai seorang muslim bisa tetap produktif dan terjaga nuraninya. Melaksanakan ketaatan dan mewujudkan keadilan di tengah masyarakat dengan semangat dan hati yang bahagia.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...