Kenapa Qalbu Perlu Ditata?

0

PROBOLINGGO – “Kenapa qalbu perlu ditata?” demikian pertanyaan pembuka pada Mejelis Dzikir dan Ilmu Bagimu Negeri yang biasa diadakan oleh Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah Universitas Nurul Jadid (MATAN UNUJA) di Masjid Jami’ Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur pada Kamis (14/2).

Gus Miftahul Arifin yang menjadi narasumber pada kajian siang itu menjelaskan bahwa qalbu dari segi bahasa memang berarti bolak balik (berubah-ubah). Ia mencontohkan pada hal sederhana, terkadang niatnya mau menyeduh kopi, tapi sampai dapur karena melihat gunting, lalu dia ambil gunting tersebut dan memotong sesuatu hingga dia lupa bahwa dia mau membuat kopi. Ini berlaku untuk kebanyakan manusia. Berbeda dengan para nabi, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW qalbunya tidak pernah tidur.

Gus Miftah menerangkan bahwa yang paling penting ditata dari qalbu adalah bagaimana keikhlasan selalu ada dalam qalbu. “Selama dalam hati kita terbersit selain Allah berarti itu masih belum ikhlas,” ujarnya.

Foto: FB Universitas Nurul Jadid.

Ia kemudian menerangkan tingkatan ikhlas. Pertama, ikhlasnya orang awam, ketika beribadah kepada Allah tapi di dalam qalbunya masih berharap balasan dan memperoleh dunia. Kedua, ikhlasnya orang khawas, ketika fokus pada akhirat saja, misalnya ibadah itu untuk persiapan mati dan bekal akhirat. Ketiga, ikhlasnya orang khawasil khawas, ketika sudah tidak peduli apakah itu urusan dunia dan akhirat; niatnya adalah ibadah. Dia melakukan segalanya karena cinta dan kerinduan kepada Allah. Namun hal ini perlu latihan dan bimbingan guru.

Wakil Kepala Biro Kepesantrenan PP. Nurul Jadid mengingatkan bahwa, karena qalbu itu bersifat tidak konsisten dan memiliki potensi gangguan dari syaithan dan adanya dorongan hawa nafsu maka disinilah peran penting adanya seorang guru (Mursyid) untuk membimbing qalbu.

Di akhir kajian, Gus Miftahul Arifin berpendapat bahwa di zaman sekarang keshalihan seseorang harus ditampakkan agar bisa ditiru oleh orang lain, masalah ikhlas atau tidak ikhlas itu belakangan;  “Lakone kadhe’ ikhlas motemmo dibudih,” ucapnya dalam bahasa Madura. Pengajian berlangsung mulai pukul 13.30 WIB hingga menjelang azan ashar.

Ya muqallibal qulub tsabbit qulubana ‘ala dinik, “Ya Allah Yang Maha Membolak Balikkan Qalbu, tetapkanlah qalbu kami di agama-Mu.” (eep)

Comments
Loading...