Keagungan Nabi Muhammad SAW

0

SEMARANG – Nabi Muhammad adalah satu-satunya nabi yang mempunyai banyak keistimewaan yang berbeda dengan nabi-nabi sebelumnya. Al Qur’an menjelaskan hal itu dalam ayat-ayatnya. Belum lagi keistimewaan yang terdapat dalam kitab-kitab hadis yang demikian banyak. Ada dua nama nabi yang disebutkan dalam Al Qur’an yaitu Muhammad yang disebutkan sebanyak 4 kali (Ali Imran: 144, al Ahzab: 40, Muhammad: 2, al Fath: 29). Ahmad disebutkan 1 kali (ash Shaff: 6).

Ada nama para nabi yang disematkan kepada mereka sebelum mereka dilahirkan; Ahmad, Yahya, Isa, Ishaq dan Ya’qub (Al Itqan). Muhammad-Mahmud. Ahmad-Hamid. Muhammad berarti orang yang banyak dipuji oleh pihak lain. Jika dipujinya sesekali saja disebut Mahmud. Kata Ahmad adalah bentuk mubalaghah dari kata Hamid. Ahmad berarti orang yang paling banyak memuji kepada Allah. Bisa juga berarti seorang yang banyak dipuji oleh manusia melebihi pujian mereka kepada yang lainnya (Syaukani dan Sya’rani). Bisa juga berarti nabi Muhammad lebih dipuji.

Dalam hadis, Nabi Muhammad mempunyai 5 nama yaitu Muhammad, Ahmad, al Hasyir (menggiring manusia di hari kiamat), al Mahi (yang menghapus kekufuran), dan al ‘Aqib (nabi terakhir) (Jami’ul Ushul). Masih banyak lagi nama-nama yang disematkan kepada beliau.

Di tembok Masjid Nabawi di Madinah dipajang nama-nama juga julukan terhadap beliau. Semakin banyak nama terhadap sesuatu berarti semakin banyak keistimewaan kepada sesuatu itu. Sama dengan Asmaul Husna (nama-nama terbaik Allah) yang jumlahnya lebih dari 99 nama. Sebagai hamba Allah, kita perlu merenungi arti di balik nama-nama itu. Dan sebagai pengikut Nabi Muhammad, kita perlu juga merenungi arti di balik nama dan sifatnya.

Dalam sejarah tidak ada seorang yang diceritakan sejarah hidupnya sedemikian detail, dari sebelum kelahirannya, sifat-sifatnya, perilakunya, perjuangannya, sampai wafatnya bahkan diceritakan apa yang akan dilakukannya di hari kiamat nanti, selain Nabi Muhammad.

Dalam kitab Taurat tertulis jelas nama dan julukannya, yaitu al mutawakkil, visi dan misinya sebagai syahid (saksi), mubasysyir (pemberi kabar gembira), nadzir (pemberi peringatan), sifat-sifatnya yaitu lemah lembut, tidak kasar, suka memaafkan. Allah tidak memanggilnya kecuali setelah agamanya menajdi kokoh, mencerahkan mereka yang buta mata dan telinga (Ibnu Katsir). Di dalam Taurat juga terdapat pernyataan bahwa akan muncul seorang utusan dari negeri yang bernama Faran (Makkah) (Al Manar).

Di dalam Taurat -sebagaimana dijelaskan dalam al Qur’an- bahwa Nabi Muhammad adalah seorang ummi, tugasnya adalah amar ma’ruf-nahyi munkar, menghalalkan makanan yang baik, dan mengharamkan yang kotor/najis, meringankan beban umatnya dalam beribadah kepada Allah (al A’raf: 157).

Taurat juga menyatakan sifat-sifat Nabi dan umatnya, yaitu tegas terhadap orang kafir dan saling menyayangi di antara mereka. Tekun shalat dengan penuh keikhlasan. Karena shalat, hati mereka khusu’, jiwa mereka damai, sejuk, tenang, sehingga wajah mereka terlihat bersinar (al Fath: 29).

Al Qur’an menjelaskan juga bahwa nabi-nabi terdahulu telah berjanji dan berikrar kepada Allah bahwa jika mereka menemui Nabi Muhammad, mereka dan kaumnya pasti mengimaninya dan akan menolongnya (Ali Imran: 81). Nabi Isa sendiri berpesan kepada Bani Israil pengikutnya agar mereka beriman kepada nabi yang datang setelahnya yang bernama Ahmad (ash Shaf: 6).

Semua itu menunjukkan bahwa kehadiran Nabi Muhammad ke pentas dunia sudah demikian terang benderang bagai matahari di siang bolong. Hanya karena hasud dan dengki mereka terus mengingkarinya. Tapi, dalam hati sanubarinya mereka tetap meyakini kebenaran Nabi Muhammad.

Dalam al Qur’an ada surah al Anbiya’ yang bercerita tentang sekelumit sejarah para nabi (16 nabi). Dalam al Qur’an juga ada 6 nabi yang dijadikan sebagai nama surah: Nuh, Ibrahim, Yusuf, Hud, Yunus, dan Muhammad. Sebagian pendapat mengatakan bahwa Thaha dan Yasin juga merupakan salah satu nama Nabi Muhammad.

Al Qur’an menjelaskan sifat nabi muhammad sebagai manusia biasa. Beliau makan, minum, beristri, punya keluarga. Keluar masuk pasar untuk mencari keperluan hidup. Nabi juga bisa merasakan kesusahan hidup yaitu ketika masih kecil dalam keadaan yatim piatu. Nabi bisa merasakan kekesalan yang amat berat ketika masyarakat Makkah tidak mau beriman kepadanya bahkan membencinya. Beberapa kali mereka berusaha membunuhnya dengan segala cara baik dengan racun sebagaimana dilakukan perempuan Yahudi di Khaibar, atau dengan sihir sebagaimana dilakukan keluarga Yahudi yang bernama Labid bin A’sham di Madinah.

Ada juga yang ingin menimpuk nabi dengan batu ketika nabi sedang bersujud di pinggir ka’bah. Ada pula yang akan menjatuhkan batu besar kepadanya dari atas rumah yaitu ketika datang ke perkampungan Yahudi untuk meminta utang buat membayar diyat karena kesalahan membunuh yang dilakukan oleh Amr bin Umayyah adh Dhamri.

Atau ada yang mau membunuhnya bersama-sama yaitu ketika akan berangkat hijrah ke Madinah atau ketika nabi akan masuk ke Masjid Dhirar di Madinah dan ketika diburu oleh Suraqah bin Ju’syum di tengah jalan menuju ke Madinah. Atau ketika nabi sedang tidur di bawah pohon lalu ada orang (Ghaurts bin al Harits) yang mengambil pedang nabi untuk membunuhnya (ar Rahiq al Makhtum), dan sebagainya. Allah menjaga nabi-nya dari semua percobaan pembunuhan itu.

Nabi juga mempunyai perasaan sebagaimana manusia yang lain seperti gembira, tertawa, tersenyum, senang, gembira, susah, menangis, takut, khawatir, dan lain-lain sebagainya.

Hal itu semua menunjukkan bahwa nabi adalah manusia biasa yang dipilih Allah untuk menjadi Rasul agar kita yang sama-sama manusia biasa bisa merasakan apa yang dirasakan oleh nabi tatkala menjalani perintah-perintah Allah.

Oleh: KH. Ahsin Sakho Muhammad
(Dalam Oase Al Qur’an; Penuntun Kehidupan)

 

Comments
Loading...