Kajian al-Hikam; Jadikan Do’a Sebagai Ibadah Bukan Menuntut Allah

0

“Jangan jadikan do’amu sebagai sebab terkabulnya pemberian dari Allah, (jika demikian) maka pemahanmu sangat dangkal sekali. Karena itu, jadikan do’amu sebagai ekpresi ibadah dan melaksanakan hak ketuhanan.”

Maqalah di atas menjelaskan adab dan sikap berdo’a, ada kalanya orang berdo’a kepada Allah dijadikan sebagai tuntutan supaya Allah mengabulkan do’anya, ada pula orang berdo’a dengan memaksa Allah seperti orang demo supaya tuntutannya dikabulkan oleh Allah. Sikap do’a yang demikian tidak tepat sebab jika do’anya tidak dikabulkan oleh Allah maka akan mudah frustasi dan patah harapan karena merasa kecewa.

Seandainya do’anya dikabulkan bisa menjadi istidraj yang bisa menyebabkan kesombongan dan terbukanya pintu kesesatan. Padahal ditundanya pengabulan do’a-do’a mereka ada hikmah dibaliknya sebab Allah Maha Tahu kapan do’a itu dikabulkan dan membawa kebaikan untuk hamba-Nya. Karena itu, perlu memahami adab dan etika dalam berdo’a.

Secara prinsip akidah bahwa Allah tetap berdiri pada sifat independensi atau Qayyumiyah-Nya, artinya Allah mendengar semua do’a-do’a hamba namun Allah akan mengabulkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, jangan jadikan do’a untuk menuntut Allah supaya keinginannya dikabulkan, namun jadikanlah do’a sebagai ibadah yang didasari dengan kepasrahan kepada Allah. Jika sikap kita demikian, niscaya kita akan bisa mengalir dalam kehendak-Nya.

Oleh: KH. Ali Abdillah

Comments
Loading...