Jenis-jenis Masker yang Perlu Anda Tahu

Sejak merebaknya wabah coronavirus di China yang oleh WHO diumumkan sebagai darurat global, masker menjadi barang langka di pasaran. Harganya pun melonjak gila-gilaan. Sekotak masker N-95 yang berisi 20 buah bisa menembus angka Rp1,7 juta, padahal biasanya dijual dengan harga Rp195 ribu hingga Rp200 ribu saja.

Tingginya harga masker disinyalir karena banyaknya permintaan. Anda mungkin pernah menerima pesan WhatsApp yang bunyinya begini, “Saya butuh dan mencari masker merek Sensi dalam jumlah besar.” Masker belakangan memang sulit dicari, apalagi dalam jumlah besar.

Masker sangat dibutuhkan, terutama pada saat terjadi penyebaran wabah penyakit atau terjadi polusi udara yang parah. Tujuannya, untuk melindungi diri agar tidak tertular virus atau tidak terkena gangguan pernafasan.

Apa saja jenis-jenis masker, dan apa fungsi penggunaannya?

Masker dipercaya mampu membantu mencegah penyebaran virus, termasuk coronavirus. Namun, di pasaran banyak ragam jenis masker sesuai dengan fungsi dan kegunaannya masing-masing. Sebelum menggunakan, alangkah baiknya kenali dulu jenis masker dan fungsinya. Meski terlihat sama bentuknya, belum tentu satu masker punya kegunaan yang sama dengan lainnya.

Sebagaimana dijelaskan United State Food and Drug Administration, berikut jenis-jenis masker yang dapat digunakan sebagai alat perlindungan diri. Fungsinya secara umum adalah untuk menghalangi cairan atau partikel udara yang mengontaminasi wajah Anda.

1. Masker Respirator N95
Foto: envirosafetyproducts.com.

Respirator atau juga disebut respirator N95 dirancang khusus untuk melindungi dari partikel kecil di udara yang mungkin mengandung virus.

Sebutan N95 artinya masker mampu menyaring 95 persen partikel sekecil 0,3 mikron dari udara. Untuk diketahui, coronavirus memiliki ukuran yang cukup besar untuk ukuran suatu virus, dengan ukuran rata-rata di atas 0,1 mikron. Masih banyak ukuran virus yang lebih kecil. Jadi, beberapa partikel virus masih bisa menembus masker respirator N95.

Masker jenis ini tidak dirancang untuk anak-anak atau orang dengan rambut di wajah, karena menggunakannya tidak akan memberikan perlindungan yang penuh.

2. Masker Bedah
Foto: Павел Сорокин.

Masker jenis ini digunakan untuk melakukan proses bedah atau prosedur medis yang hanya digunakan sekali pakai. Biasanya berwarna hijau atau biru. Umumnya, masker tersebut dipakai oleh para dokter saat hendak melakukan pembedahan atau prosedur medis.

Salah satu fungsinya adalah untuk mencegah air liur atau batuk mengontaminasi area operasi yang memang harus steril.

3. Masker Kain
Foto: Min An.

Masker jenis ini bisa dicuci dan dapat digunakan kembali. Masker jenis ini sangat umum digunakan di negara-negara Asia.

Namun, studi menunjukkan tidak ada bukti bahwa jenis masker ini bermanfaat untuk pencegahan penyakit. Masker jenis ini malah dianggap berbahaya karena ketika jarang mencucinya malah menjadi sumber penyakit. Masker kain juga mudah basah dan lembab sehingga membuatnya menjadi tempat yang baik bagi berkembang biaknya kuman dan bakteri.

4. Masker Kertas (sekali pakai)
Foto: Janko Ferlic.

Jenis masker ini biasanya berwarna putih atau hijau, banyak ditemukan di pasaran. Bahannya kasar seperti kertas. Biasanya masker ini terdiri dari tiga lapisan yang dapat menyaring debu ringan serta kotoran di sekitar. Bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari seperti untuk bekerja,

Memang, belum ada penelitian yang lebih mendalam tentang manfaat serta kegunaan dari jenis masker ini. Namun tentu saja, untuk mencegah penularan wabah penyakit atau melindungi dari polusi udara lebih baik menggunakan masker ketimbang tidak sama sekali.

Apakah masker efektif pencegahan penyakit?

Penelitian yang dipublikasikan International Journal of Infection sebagaimana dikutip Healthline menyebut bahwa masker yang digunakan dengan baik dapat secara efektif mencegah penyebaran virus. Penelitian lain menyebut hasil serupa.

Hasil penelitian menyimpulkan bahwa anggota keluarga yang sering mencuci tangan dan menggunakan masker menurunkan risiko terkena flu hingga 70 persen.

Namun meski begitu, Anda harus mengetahui bahwa jenis-jenis masker tersebut tidak mampu menyaring partikel yang sangat kecil di udara yang dapat ditularkan melalui batuk, bersin atau prosedur medis tertentu.

Penggunaannya pun harus sangat diperhatikan agar masker berfungsi efektif. Masker tidak dapat digunakan lebih dari sekali. Jika rusak atau kotor, Anda harus segera menggantinya dengan yang baru.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...