Connect with us

Berita

Jelang Muktamar ke-34, LTN NU Depok Bentuk Kader Medsos Dan Literasi Digital

Published

on

Depok, JATMAN Online – Pengurus LTN NU Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Halaqoh Penguatan Dakwah Melalui Media Sosial dalam Rangka Menyambut Muktamar NU ke 34, di aula Sekretariat PCNU Kota Depok Jl. Raya Kalimulya No 5B RT 01/05, Kalimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413, (19/12) Minggu.

Semua manusia saat ini tidak lepas dari Media sosial, Media digital, dengan mudah mengakses segala hal yang ada di dunia maya. Konten-konten baik positif maupun negatif mengemuka dan mudah di akses.

Abdul Muslim selalu ketua LTN NU Kota Depok menyatakan, agar media sosial dan digital menjadi ladang akhirat juga maka diperlukan nahdliyin yang melek serta aktif literasi digital bertujuan untuk mengcounter hal yang negatif menjadi positif.

“Patut diketahui kita sebagai mayoritas hendaknya dapat mewarnai media sosial dan digital dengan literasi bernilai Aswaja An-Nahdliyah, harus gerak bersama menyatukan potensi untuk kebangkitan Nahdlatul Ulama di Kota Depok,” Ucap Ketua LTN NU Kota Depok.

Sambutan disampaikan Oleh Ust. Ahmad Furkon Sekretaris PCNU Kota Depok. Menyampaikan kepada peserta agar dapat serius mengikuti kegiatan halaqoh ini, sehingga Nahdlatul Ulama di Kota Depok dapat lebih memberikan kemaslahatan dan memanfaatkan bagi masyarakat pada umumnya terutama warga nahdliyin.

“Kita wajib menyatukan kekuatan di setiap lini dari tingkat paling bawah PARNU hingga PCNU. dan dengan acara ini insyaallah akan membangkitkan keilmuan dan keahlian untuk bermedsos dengan Islam moderat atau wasathiyah sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin,” Tagasnya

Saat yang sama hadir Kepala Kemenag Kota Depok H. Asnawi memaparkan bahwa kita adalah bangsa yang besar, kita pun juga sebagai mayoritas di Indonesia sebagai warga Nahdliyin saat ini harus bisa memaksimalkan potensi dengan bermedsos dan menguasai literasi digital agar mewujudkan Islam yang mendamaikan sesuai dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Sesi pertama dimoderatori oleh Kang Hakim, dengan pemateri Gus Mukafi Niam dari PBNU, mengajak para Nahdliyin dan Nahdliyat yang hadir hampir memenuhi aula lantai tiga, bahwa NU Online saat ini menjadi media Keislaman no wahid (satu) di Indonesia dengan membawa warna Islam Wasathiyah yang Rahmatan lil alamin.

Bahwa Islam itu selaras dengan zaman, sehingga sebagai warga Nahdliyin haruslah mampu menguasai tekhnologi yang berkembang saat ini dan mengisinya dengan konten-konten Keislaman yang menyejukan.

Giat literasi untuk memperkenalkan Islam yang Wasathiyah sesuai akidah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sehingga Indonesia menjadi kiblat Keislaman yang membawa kedamaian dengan nilai-nilai Universal.

“Acara Nahdliyin tidak habis-habis namun jika tidak dikemas dengan medsos maka hanya lingkup kita saja, hal ini menjadi penting untuk setiap kita pandai menguasai medsos dan literasi digital dengan baik, dan hal ini menjadi bagian jihad bilmedsos,” Tegas Redaktur NU Online.

Kang Muhidin dari Media Centre Jabar dan NU Jabar Online menegaskan bahwa medsos sebagai alat untuk mempercepat syiar dakwah bilkitabah (literasi), mauidzoh hasanah, juga membuat quotes penuh manfaat dan maslahat demi tersebarnya nilai-nilai Islam Aswaja An-Nahdliyah.

Pemateri terakhir disampaikan Indah Wulandari, merupakan jurnalis Republika. Ia menjelaskan bagaimana pemberitaan yang baik dan menarik, dan patut diketahui bahwa semua kita adalah jurnalis.

Bang Ari Gunawan sebagai pengampu Media online Jakbar24, Cileduk24 memberikan kiat agar peserta dapat mengambil manfaat dari Media platform dengan memaksimalkan potensi dan sarana yang ada di Media digital saat ini.

“Berdakwah dengan ajaran aswaja An-Nahdliyah dan menebar kemaslahatan untuk umat, juga dapat menuai keuntungan materi dari medsos dan literasi digital yang kita kembangkan,” Tutupnya.

Ust. Sholehan selaku ketua Tanfidziyah PCNU Kota Depok hadir menutup acara dan mengapresiasi kepada panitia penyelenggara juga para peserta yang hadir
Hingga akhir acara.

“Warganet Nahdliyin haruslah super aktif untuk membumikan ajaran aswaja An-Nahdliyah, terlebih setelah mengikuti acara penguatan dakwah melalui medsos ini, dan menjadi kepanjangan tangan untuk Islam moderat (wasathiyah) yakni ajaran Islam Rahmatan lil alamin,” Tutupnya. (red. Abdul Mun’im Hasan)

Berita

Petanesia Gelar Rakernas II, Habib Luthfi Serukan Pesan Damai

Published

on

Mojokerto, JATMAN Online – Pencinta Tanah Air Indonesia (Petanesia) menggelar forum Rapat Kerja Nasional II 2022 di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (6/8). Dalam Rekernas tersebut disuarakan pesan damai.

Pesan damai dari puluhan tokoh agama dan tokoh budaya itu disampaikan karena potensi konflik yang memecah belah bangsa sangat mungkin terjadi jelang momentum 5 tahunan Pemilu 2024.

“Kepentingan partai politik yang bersifat sesaat jangan sampai mengalahkan kepentingan bangsa yang lebih luas,” kata pendiri sekaligus Ketua Dewan Fatwa Petanesia Habib Lutfhi Bin Yahya dalam siaran pers kepada JATMAN Online.

Harapannya, Petanesia menjadi garda terdepan dan benteng merawat keberagaman budaya, kultur dan ragam agama di Indonesia.

Indonesia saat ini akan berusia 77 tahun. Jika diibaratkan manusia, kata Habib Luthfi, usia 77 tahun sudah tua. Namun bagi sebuah bangsa, usia tersebut masih sangat muda dan masih sangat rentan mengalami perpecahan.

“Bangsa Indonesia tidak boleh terpecah dalam momentum apapun, bangsa Indonesia harus tetap cinta tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, penasihat Petanesia KH Asep Saifudin Chalim mengingatkan para pejabat dan tokoh politik akan adanya kelompok-kelompok tertentu baik itu kelompok ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

“Para tokoh politik dan pejabat harus menjunjung nilai toleransi dan tidak berpihak kepada kelompok manapun demi kepentingan bangsa,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto ini.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Petanesia Deni R Sagara, menyampaikan bahwa Petanesia adalah gerakan kebangsaan yang memiliki tugas mulia yakni merawat keberagaman,merawat budaya nusantara, mencintai indonesia.

“Karena itu, Petanesia harus tampil terdepan melayani semua elemen bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkapnya.

Kata pria yang akrab dipanggil Bung Sagara ini mengutip pesan populer Bung Karno yakni “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri,”.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna bahwa Indonesia memiliki potensi perpecahan yang disebabkan oleh bangsanya sendiri.

Continue Reading

Berita

Bedah Buku ‘Toleransi’ Milik Prof Quraisy Shihab, TGB: Harus Lebih Tebal Lagi

Published

on

Jakarta, JATMAN Online – Dr KH Muchlis M. Hanafi memandu acara Launching dan bedah buku ‘Toleransi” karya Prof Quraisy Shihab yang diterbitkan oleh Muslim Council of Elders (مجلس حكماء المسلمين) pada event Islamic Book Fair 2022 di JCC Senanyan Jakarta pada hari Sabtu (06/08).

Pada bedah buku ini dihadiri Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin, MA, menyampaikan perlunya warga Indonesia membaca dan memahami buku yang sangat bagus ini sebagai pedoman bertoleransi.

“Bahwa narasi gagasan beliau sangat kuat sekali, sangat sistematis, berbasis argumentasi Al-Qur’an dan Hadist, pengalaman dari sejarah, sehingga betapa pentinganya toleransi,” katanya.

Ia berpesan dan menganjurkan agar masyarakat membaca buku ini sebagai pedoman toleransi.

“Negara multi kultural yang majemuk, dari budaya, bahasa diperlukan sikap toleransi hal ini adalah sebuah kemestian, harus kita jalani,” terang Kamaruddin.

Bahwa buku Toleransi ini, lanjut dia, akan memberikan banyak manfaat untuk semua masyarakat sebagai warga Negara Indonesia.

“Mencerahkan mencerdaskan umat yang hidup ditengah Negara dan Bangsa yang sangat multi kultur,” ucapnya.

Dalam kesempatan lain, pembicara kedua Dr Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi Lc MA mengatakan bahwa hadirnya buku ini menjadi istimewa karena sesuai dengan tempatnya.
وضع شيئ على محله “Meletakkan sesuatu pada tempatnya” (proporsional).

Karena itu wadhoa syai’ fimahalihi menjadi penting.

“Hadirkanlah muamalah yang baik, diruang publik tentunya dengan bertoleransi,” jelas Ketua Organisasi Alumni Al-Azhar Internasional (OIAA) Cabang Indonesia ini.

TGB mengungkapkan, satu hal yang kurang dari buku ini adalah kurang tebal saja, isi dari pembahasannya akan menjadi rujukan untuk kita semua sebagai warga Indonesia yang cinta kepada tanah airnya.

“Satu saja yang Syekh (Prof Quraisy Shihab) bahwa harus lebih tebal lagi,” klakar ulama dan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat ini.

Muchlis M. Hanafi mengungkapkan kebanggaannya pada acara ini yang dihadiri langsung oleh penulis buku Toleransi yaitu Prof. Quraisy Shihab.

“Sehingga acara ini terasa keberkahannya, semoga beliau senantiasa Allah berikan kesehatan dan umur yang selalu memberikan kemanfaatan untuk kita semua sebagai warga Negara Indonesia,” Punkas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pewarta: Abdul Mun’im Hasan

Editor: Warto’i

Continue Reading

Berita

Habib Luthfi Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat

Published

on

By

Jakarta, JATMAN Online – Ketua Sufi Dunia Maulana Habib Luthfi bin Yahya Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan TNI Angkatan Darat oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman, Pengukuhan digelar di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (5/8/22).

Dudung mengatakan bahwa Habib Luthfi merupakan sosok ulama besar yang telah berkontribusi kepada bangsa Indonesia.

“Beliau ini senantiasa mengedepankan tiga pilar pemberdayaan umat yaitu agama, kebangsaan atau nasionalisme dan pertumbuhan ekonomi.” kata Dudung dalam keterangan tertulis Dinas Penerangan Angkatan Darat, Jumat malam (5/8).

Ketiganya dirangkai harmonis dalam platform sejarah kebangsaan menjadi strategi dakwah yang damai, berkarakteristik ke-Indonesia-an yang multi etnis, ” sambung Kasad.

Pada kesempatan tersebut, Habib Luthfi bin Ali Yahya berterima kasih banyak kepada Angkatan Darat dan khususnya kepada Kasad yang telah mempercayai dirinya, sehingga diangkat sebagai warga kehormatan Angkatan Darat.

Seberapa besar kita menghargai jasa para pendahulu dan pendiri bangsa Indonesia, serta sejauh mana kita berterima kasih, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar, katanya pula.

“Semoga dengan pengukuhan ini, saya akan menjadi perekat kekuatan-kekuatan, terutama kekuatan pertahanan nasional,” kata Habib Luthfi.

Pengukuhan Habib Luthfi Bin Yahya ditandai dengan penyematan jaket loreng dilanjutkan penyerahan sertifikat, plakat dan merchandise dari Kasad. Selanjutnya acara diakhiri dengan doa dan foto bersama.

Turut hadir dalam acara ini Wakasad beserta PJU Mabesad, Pangkostrad, Pangdam Jaya dan Wadanjen Kopassus.

Continue Reading

Facebook

Arsip

Trending