Jejak

Covid-19 telah mengubah banyak hal. Sejak awal pandemi ini redaktur JOL sudah mendapat arahan dari langit untuk bersiap melakukan perubahan mendasar. Pandangan, misi, strategi dan kebijakan redaksional perlu reorientasi untuk langsung terfokus pada tantangan-tantangan masa depan dakwah Islamiyah.

Redaksi, dengan hidayah Allah, merumuskan fokus baru yaitu kepemimpinan, teknologi dan qalbu ihsani.

Rencana untuk launching tema baru seiring dengan tahun baru hijriyah pada 1 Muharram, sehubungan dengan pandemi yang sedang menguat, terpaksa tertunda. Tetapi, yang jelas, mengawali tahun baru hijriyah ini kita memunculkan sesuatu yang baru pula.

Tema kepemimpinan, teknologi dan qalbu ihsani akan menjadi fokus kerja kita dalam membangun umat dengan perdaban

“Di jalan ini tak ada tempat berhenti. Mereka yang bergerak, merekalah yang maju. Mereka yang berhenti, walau selintas, akan terlindas”, begitu terjemahan salah satu puisi M. Iqbal, seorang filosof Islam terkenal di awal abad lalu.

Tak ada beban berat, apalagi sesal, bagi orang-orang yang menyadari betul perjalanan adalah suatu keniscayaan dalam hidup dunia. Terlebih lagi bagi orang-orang yang diperjalankan oleh Yang Maha Kuasa.

Semua plong dijalani. Ketika berjalan karena “diperjalankan”, bekerja karena “dipekerjakan”, maka segala kebutuhan fasilitas akan dipenuhiNya, bahkan kawan seiring pun dipertemukanNya.

Matahari pagi memupus kegelapan malam yang baru berlalu. Kehangatannya memberi enerji baru untuk bergegas menyibukkan diri dengan karya-karya baru. Cahayanya membuka cakrawala baru, pemahaman baru, cita-cita dan harapan baru.

Yes, itulah kerja baru kita, membangun kepemimpinan, teknologi dan qalbu ihsani sebagai jejak-jejak baru bagi peradaban mendatang. Terima kasih ya Allah, atas hidayahMu kepada kami.

Baca Lainnya
Komentar
Loading...