JATMAN Subang Tegaskan Tidak Ikut Politik Praktis

0

Subang, NU Online – Tahun 2018 sering disebut sebagai tahun politik karena ada ratusan Pilkada yang dilaksanakan secara serentak dan sekaligus menjadi pemanasan menjelang Pemilu 2019. Salah satu daerah yang akan menggelar Pilkada serentak tersebut adalah Jawa Barat dan Subang.

Mengenai hal ini Idaroh Syu’biyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Mu’tabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Kabupaten Subang menegaskan tidak akan ikut politik praktis sebab kegiatan tersebut bukan menjadi domain organisasi para pengamal tarekat itu.

“Sama seperti induknya yaitu NU, sikap JATMAN dalam menghadapi pemilihan gubernur dan bupati tidak akan ikut terlibat dalam politik praktis,” tegas Rais JATMAN Subang, KH Nawawi pada Manakiban Kubro yang digelar di aula Kantor PCNU Subang. Jumat (23/2) malam

Mantan Rais PCNU Subang itu menambahkan, tugas JATMAN dalam menghadapi pemilihan kepala daerah adalah berdoa mudah-mudahan bisa berjalan dengan aman dan lancar serta menghasilkan pemimpin terbaik yang diridhai Allah Swt dan bisa menyayangi rakyat.

“Lalu kalau ada yang bertanya saya mau milih siapa dalam pilkada ini? Jawabnya adalah rahasia,” katanya. Sebab kita disuruh nyoblos di bilik suara itu salah satu tujuannya supaya jadi rahasia dan orang lain tidak ada yang tahu, lanjutnya

Sementara itu, pada kegiatan manakiban yang rutin dilaksanakan setiap Jumat malam akhir bulan ini, Kiai Nawawi berpesan kepada hadirin selalu berlatih membersihkan hati, sebab hati merupakan inti dari organ manusia.

“Jika hatinya bersih maka perilakunya akan selalu melakukan amal perbuatan baik dan akan dimudahkan dalam beribadah. Sebaliknya jika hati kotor maka akan sulit menerima hidayah dan kebenaran,” tandasnya. Sedangkan cara membersihkan hati adalah dzikir dengan ikhlas melalui bimbingan guru.

Ketika hati sudah bersih, maka hati akan menjadi tajam dan sensitif. “Sehingga hati bisa melihat dengan mata hati,” tandasnya.

Hati juga bisa mendengar dengan telinga hati. Jika sudah berhasil pada tahapan tersebut, maka proses pembersihan hati ini mesti terus ditingkatkan lagi, yaitu dengan membersihkan hatinya hati.

“Sebab jika hati punya telinga dan mata, maka tentu saja hati pun punya hati,” pungkasnya. (Aiz Luthfi/Ibnu Nawawi)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/86513/jatman-subang-tegaskan-tidak-ikut-politik-praktis

Comments
Loading...