JATMAN Maluku Gelar Dzikir Bersama di Posko Gempa

MALUKU TENGAH – Sejak gempa yang mengguncang Pulau Ambon beberapa waktu lalu, hingga kini gempa susulan masih terus terjadi. Untuk menguatkan mental dan spiritual warga yang terkena musibah tersebut, Idarah Wustha JATMAN Maluku berinisiatif menggelar dzikir bersama dan Psikososial “Trauma Healing” pada Rabu (16/10) malam di Desa Liang, Kec. Salahutu, Maluku Tengah, tepatnya di Posko bencana NU Peduli Maluku (Mushalla Rohban NU).

Ustadz Chairudin Talaohu, Lc., Mudir Idarah Wustha JATMAN Maluku berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai spiritual yang juga telah ditanamkan para leluhur di tanah Maluku.

“Kegiatan JATMAN ini bukan hanya sebatas syi’ar Islam namun bisa melindungi masyarakat terutama generasi muda dari pemahaman ajaran Islam yang tidak sesuai dengan kultur Nusantara dan ajaran leluhur di Maluku,” ujarnya.

Ustadz Chairudin Talaohu menambahkan bahwa JATMAN berupaya mengajak generasi muda untuk berthariqah sebagaimana para leluhur dan ulama Maluku berthariqah. Dengan thariqah seseorang juga akan terhindar dari paham radikalisme dan terorisme.

Pimpinan asosiasi tarekat mu’tabarah NU di Maluku itu juga melihat bahwa melencengnya akhlak dan hilangnya adab kesopanan kaum muda kepada yang lebih tua karena pemahaman keagamaan yang keliru dan kondisi kebatinan yang kering dari nilai spiritual.

“Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, bahkan warga meminta dzikir secara berjamaah ini bisa dirutinkan setiap bulan di tempat mereka,” pungkasnya.

Hadir pada acara tersebut, Tuan Guru Abdurrahman Tuanaya sebagi pembicara, Habib Rifqi Al-Hamid, Habib Ahmad Assegaf, Tuan Guru Erwin Notanubun sebagai wakil talqin TQN. Hadir pula tokoh perangkat desa, jajaran pengurus PWNU, BNPB, BPBD, jamaah TQN Suryalaya Maluku, Pemuda Anshor, Banser dan jajaran pengurus Idarah Wustha JATMAN Maluku. (eep)

Komentar
Loading...