Jangan Putus Asa

Putus asa adalah sikap yang paling tidak disukai oleh semua agama. Seluruh agama khususnya Islam mengajak para pemeluknya itu untuk bersikap optimis menjalani kehidupan. Sebab sekuat apapun penderitaan yang mendera seseorang, itu pasti di atas ambang kemampuan untuk mendukungnya.

لَا یُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ لَهَا مَا كَسَبَتۡ وَعَلَیۡهَا مَا ٱكۡتَسَبَتۡۗ

QS. Al-Baqarah 286, Ya maksudnya ayat itu adalah pasti kita mampu mengemban hidup ini karena tidak ada kehidupan yang di luar kemampuan kita untuk menjalaninya di dunia ini, itu jaminan Allah.

Karena itu siapapun di antara kita, jangan pernah putus asa. Termasuk tidak putus asa karena kita pernah tenggelam dalam lautan dosa. Sebesar apapun dosa yang pernah kita alami, sedahsyat apapun kekeliruan kesalahan yang pernah kita lakukan, maka kembalikan dirinya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

InsyaAllah jika kita datang dalam keadaan taubatan nasuha, Allah akan mengampuni seluruh dosa yang pernah kita lakukan. Allah akan kembali memutihkan seperti sediakala. Seperti bayi yang baru dilahirkan ibunya. (كيوم ولدته أمه). Oleh karena itu sekali lagi, mari kita jangan pernah berputus asa. Dosa melakukan putus asa itu sendiri, lebih berdosa lagi kalau mengakibatkan orang lain korban.

Mari kita lihat apa yang terjadi belakangan ini, nge-bom sana-sini. Akhirnya apa yang akan terjadi?, selain dia berdosa karena putus asa, dia juga menyebabkan malapetaka buat orang lain. Oleh karena itu pada kesempatan yang sangat mubarakah ini, izinkan saya mengimbau kepada diri kita semuanya.

Mari kita menutup pintu keputusasaan dan jangan pernah kita merasakan sikap itu. Karena dalam Al-Qur’an ditegaskan dalam surat Az-Zumar ayat 53;

لَا تَقۡنَطُوا۟ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِۚ

Jangan putus asa terhadap rahmat Allah, ini janji Allah, mari kita optimisme menjalani kehidupan.

Oleh: Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA

Komentar
Loading...